Kapal Perang Siluman KRI Golok 688 Adu Kemampuan dengan Pesawat B737 TNI AU di Perbatasan

- Redaksi

Saturday, 7 March 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Golok 688 kapal perang siluman buatan Indonesia adu kemampuan dengan pesawat B737 TNI AU dalam latihan pengamanan wilayah perbatasan.

KRI Golok 688 kapal perang siluman buatan Indonesia adu kemampuan dengan pesawat B737 TNI AU dalam latihan pengamanan wilayah perbatasan.

Indonesia terus memperkuat sistem pertahanan wilayahnya, terutama di kawasan perbatasan yang strategis. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam latihan gabungan antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang melibatkan kapal perang siluman KRI Golok 688 dan pesawat B737 milik TNI AU.

Latihan ini menjadi bukti pentingnya kerja sama antarmatra dalam menjaga keamanan wilayah udara dan laut Indonesia, khususnya di area perbatasan yang rawan aktivitas ilegal.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai latihan gabungan tersebut, kemampuan kapal perang KRI Golok 688, serta peran pentingnya dalam sistem pertahanan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT


Latihan gabungan antara unsur laut dan udara dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025 di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di sektor Perairan Karang Unarang.

Dalam kegiatan tersebut, TNI AL mengerahkan dua kapal dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II yaitu KRI Badik 623 dan KRI Golok 688. Sementara itu, TNI AU mengikutsertakan pesawat B737 untuk mendukung operasi pengawasan wilayah.

Menurut keterangan Koarmada II, latihan ini merupakan bagian dari operasi pengamanan wilayah laut dan udara Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan kerja sama taktis antara unsur laut dan udara dalam mendeteksi serta memantau aktivitas di wilayah perbatasan.

Kegiatan latihan dimulai dengan patroli sektor oleh kedua kapal perang. Setelah itu, pesawat B737 bergabung untuk melakukan komunikasi taktis dan koordinasi dengan unsur kapal di laut.

Baca Juga :  Agar Tidak Dipakai untuk Hal Tidak Bertanggung Jawab, Begini Cara Logout WA dari HP yang Hilang

Latihan gabungan ini memiliki tujuan penting, yaitu meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama antara unit-unit dari matra berbeda.

Dengan adanya latihan seperti ini, TNI dapat menguji berbagai kemampuan penting, seperti:

  • Deteksi kapal di wilayah perairan strategis

  • Identifikasi objek di laut dan udara

  • Komunikasi taktis antar unsur militer

  • Pengawasan wilayah perbatasan secara terpadu

Kerja sama antara kapal perang dan pesawat pengintai memungkinkan pengawasan wilayah yang lebih luas, terutama di area yang tidak dapat dijangkau secara visual oleh kapal di laut.

Sinergi antara kekuatan laut dan udara dinilai sangat penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia yang memiliki wilayah perairan luas.


Salah satu unsur utama dalam latihan tersebut adalah KRI Golok 688, kapal perang modern milik TNI Angkatan Laut.

Kapal ini merupakan produk industri pertahanan dalam negeri yang dibangun oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal tersebut resmi diluncurkan pada tahun 2021 oleh Kepala Staf Angkatan Laut saat itu, Laksamana TNI Yudo Margono.

Kehadiran kapal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memproduksi kapal perang canggih secara mandiri.


Salah satu keunikan utama KRI Golok 688 adalah desain trimaran, yaitu kapal dengan tiga lambung.

Desain ini memberikan sejumlah keunggulan, di antaranya:

  • Stabilitas lebih baik saat menghadapi ombak besar

  • Kecepatan yang lebih stabil di laut

  • Efektivitas tinggi saat mengoperasikan sistem persenjataan

Baca Juga :  Terrifier 3: Sang Badut Mengerikan Kalahkan Joker di Box Office

Struktur tiga lambung tersebut membuat kapal mampu mempertahankan kecepatan bahkan dalam kondisi laut yang cukup ekstrem.

Desain trimaran juga memungkinkan kapal bermanuver dengan lebih baik saat menjalankan berbagai misi militer.


KRI Golok 688 juga dikenal sebagai kapal perang siluman karena menggunakan material komposit serat karbon pada badan kapal.

Material ini membuat kapal memiliki jejak radar yang rendah sehingga lebih sulit dideteksi oleh radar musuh.

Teknologi ini memberikan keuntungan taktis yang besar dalam operasi militer, terutama saat menjalankan strategi serangan cepat atau pengintaian.


Sebagai kapal cepat rudal modern, KRI Golok 688 memiliki sejumlah spesifikasi yang cukup mengesankan.

Beberapa spesifikasi utamanya antara lain:

  • Panjang kapal: sekitar 62,53 meter

  • Lebar kapal: sekitar 16 meter

  • Bobot kapal: sekitar 53,1 ton

  • Kecepatan maksimum: 28 knot

  • Kecepatan jelajah: sekitar 16 knot

  • Kapasitas awak: sekitar 25 personel

Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan seperti:

  • Meriam utama kaliber 40 mm

  • Dua senjata sekunder 12,7 mm

Persenjataan tersebut membuat kapal ini efektif untuk menjalankan berbagai operasi militer.


KRI Golok 688 dirancang untuk menjalankan berbagai misi penting dalam operasi TNI AL, seperti:

  • Patroli wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

  • Pengawasan wilayah laut

  • Operasi anti-pembajakan

  • Misi pencarian dan penyelamatan (SAR)

  • Operasi militer laut

Baca Juga :  Erajaya Digital Gelar iBoxing Week untuk ke-25: Tawarkan kesempatan berhemat hingga Rp5,2 juta

Dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang baik, kapal ini juga cocok untuk menjalankan taktik hit and run, yaitu menyerang secara cepat lalu segera menjauh dari area pertempuran.

Kemampuan tersebut membuat kapal ini menjadi salah satu aset penting dalam menjaga keamanan perairan Indonesia.


Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan banyak negara.

Oleh karena itu, pengawasan wilayah perbatasan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal seperti:

  • Penangkapan ikan ilegal

  • Penyelundupan

  • Pelanggaran wilayah laut

  • Aktivitas kapal asing yang mencurigakan

Melalui latihan gabungan antara unsur laut dan udara, TNI dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.


Latihan gabungan antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang melibatkan KRI Golok 688 dan pesawat B737 TNI AU menunjukkan pentingnya sinergi antarmatra dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

KRI Golok 688 sendiri merupakan kapal perang siluman modern buatan dalam negeri dengan desain trimaran yang unik serta teknologi yang membuatnya sulit dideteksi radar.

Dengan kemampuan tersebut, kapal ini menjadi salah satu kekuatan penting bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus memperkuat sistem pertahanan nasional.

Berita Terkait

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026
Penyebab dan Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan
Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui
Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat
Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!
Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?
Kenapa Gritte Agatha Tidak Boleh Tampil di TV? Begini Kronologi dan Fakta Sebenarnya!
VIRAL ! Surat Pengunduran Diri Wapres Gibran Beredar di Sosmed, Fakta atau Hoaks?

Berita Terkait

Thursday, 3 September 2026 - 09:38 WIB

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026

Wednesday, 2 September 2026 - 09:51 WIB

Penyebab dan Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan

Tuesday, 1 September 2026 - 11:03 WIB

Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui

Tuesday, 1 September 2026 - 09:23 WIB

Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat

Monday, 31 August 2026 - 10:04 WIB

Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!

Berita Terbaru

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id

Berita

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026

Thursday, 3 Sep 2026 - 09:38 WIB