Indonesia terus memperkuat sistem pertahanan wilayahnya, terutama di kawasan perbatasan yang strategis. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam latihan gabungan antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang melibatkan kapal perang siluman KRI Golok 688 dan pesawat B737 milik TNI AU.
Latihan ini menjadi bukti pentingnya kerja sama antarmatra dalam menjaga keamanan wilayah udara dan laut Indonesia, khususnya di area perbatasan yang rawan aktivitas ilegal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai latihan gabungan tersebut, kemampuan kapal perang KRI Golok 688, serta peran pentingnya dalam sistem pertahanan Indonesia.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Latihan gabungan antara unsur laut dan udara dilakukan pada Senin, 1 Desember 2025 di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di sektor Perairan Karang Unarang.
Dalam kegiatan tersebut, TNI AL mengerahkan dua kapal dari Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II yaitu KRI Badik 623 dan KRI Golok 688. Sementara itu, TNI AU mengikutsertakan pesawat B737 untuk mendukung operasi pengawasan wilayah.
Menurut keterangan Koarmada II, latihan ini merupakan bagian dari operasi pengamanan wilayah laut dan udara Indonesia. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan kerja sama taktis antara unsur laut dan udara dalam mendeteksi serta memantau aktivitas di wilayah perbatasan.
Kegiatan latihan dimulai dengan patroli sektor oleh kedua kapal perang. Setelah itu, pesawat B737 bergabung untuk melakukan komunikasi taktis dan koordinasi dengan unsur kapal di laut.
Latihan gabungan ini memiliki tujuan penting, yaitu meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama antara unit-unit dari matra berbeda.
Dengan adanya latihan seperti ini, TNI dapat menguji berbagai kemampuan penting, seperti:
Deteksi kapal di wilayah perairan strategis
Identifikasi objek di laut dan udara
Komunikasi taktis antar unsur militer
Pengawasan wilayah perbatasan secara terpadu
Kerja sama antara kapal perang dan pesawat pengintai memungkinkan pengawasan wilayah yang lebih luas, terutama di area yang tidak dapat dijangkau secara visual oleh kapal di laut.
Sinergi antara kekuatan laut dan udara dinilai sangat penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia yang memiliki wilayah perairan luas.
Salah satu unsur utama dalam latihan tersebut adalah KRI Golok 688, kapal perang modern milik TNI Angkatan Laut.
Kapal ini merupakan produk industri pertahanan dalam negeri yang dibangun oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur. Kapal tersebut resmi diluncurkan pada tahun 2021 oleh Kepala Staf Angkatan Laut saat itu, Laksamana TNI Yudo Margono.
Kehadiran kapal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memproduksi kapal perang canggih secara mandiri.
Salah satu keunikan utama KRI Golok 688 adalah desain trimaran, yaitu kapal dengan tiga lambung.
Desain ini memberikan sejumlah keunggulan, di antaranya:
Stabilitas lebih baik saat menghadapi ombak besar
Kecepatan yang lebih stabil di laut
Efektivitas tinggi saat mengoperasikan sistem persenjataan
Struktur tiga lambung tersebut membuat kapal mampu mempertahankan kecepatan bahkan dalam kondisi laut yang cukup ekstrem.
Desain trimaran juga memungkinkan kapal bermanuver dengan lebih baik saat menjalankan berbagai misi militer.
KRI Golok 688 juga dikenal sebagai kapal perang siluman karena menggunakan material komposit serat karbon pada badan kapal.
Material ini membuat kapal memiliki jejak radar yang rendah sehingga lebih sulit dideteksi oleh radar musuh.
Teknologi ini memberikan keuntungan taktis yang besar dalam operasi militer, terutama saat menjalankan strategi serangan cepat atau pengintaian.
Sebagai kapal cepat rudal modern, KRI Golok 688 memiliki sejumlah spesifikasi yang cukup mengesankan.
Beberapa spesifikasi utamanya antara lain:
Panjang kapal: sekitar 62,53 meter
Lebar kapal: sekitar 16 meter
Bobot kapal: sekitar 53,1 ton
Kecepatan maksimum: 28 knot
Kecepatan jelajah: sekitar 16 knot
Kapasitas awak: sekitar 25 personel
Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan seperti:
Meriam utama kaliber 40 mm
Dua senjata sekunder 12,7 mm
Persenjataan tersebut membuat kapal ini efektif untuk menjalankan berbagai operasi militer.
KRI Golok 688 dirancang untuk menjalankan berbagai misi penting dalam operasi TNI AL, seperti:
Patroli wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Pengawasan wilayah laut
Operasi anti-pembajakan
Misi pencarian dan penyelamatan (SAR)
Operasi militer laut
Dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang baik, kapal ini juga cocok untuk menjalankan taktik hit and run, yaitu menyerang secara cepat lalu segera menjauh dari area pertempuran.
Kemampuan tersebut membuat kapal ini menjadi salah satu aset penting dalam menjaga keamanan perairan Indonesia.
Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan banyak negara.
Oleh karena itu, pengawasan wilayah perbatasan menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal seperti:
Penangkapan ikan ilegal
Penyelundupan
Pelanggaran wilayah laut
Aktivitas kapal asing yang mencurigakan
Melalui latihan gabungan antara unsur laut dan udara, TNI dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
Latihan gabungan antara TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara yang melibatkan KRI Golok 688 dan pesawat B737 TNI AU menunjukkan pentingnya sinergi antarmatra dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.
KRI Golok 688 sendiri merupakan kapal perang siluman modern buatan dalam negeri dengan desain trimaran yang unik serta teknologi yang membuatnya sulit dideteksi radar.
Dengan kemampuan tersebut, kapal ini menjadi salah satu kekuatan penting bagi TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia sekaligus memperkuat sistem pertahanan nasional.















