Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendiri program SejutaCita Future Leaders (SFL), Andhika Sudarman, menjadi perbincangan hangat publik setelah sejumlah peserta membagikan pengalaman mereka di media sosial.
Kronologi kejadian ini kemudian diulas secara rinci oleh beberapa pihak yang mengklaim pernah menjadi bagian dari program tersebut.
Menurut beberapa narasumber yang bersuara, insiden ini bermula saat sesi mentoring berlangsung di dalam program. Pada momen ini, Andhika diduga melakukan tindakan yang tidak pantas kepada peserta perempuan secara verbal dan fisik.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski tuduhan tersebut masih dalam proses klarifikasi, cerita yang dibagikan netizen menjadi viral karena disertai unggahan dan screenshots dari percakapan yang menunjukkan interaksi yang membuat peserta merasa tidak nyaman. (indopop.id)
Seorang peserta yang ikut program tersebut menyatakan dalam unggahan media sosialnya bahwa Andhika pernah berkata:
“Kamu itu cantik banget ya, kamu harus sering senyum, biar keliatan enak gitu loh,”
yang disampaikan saat sesi mentoring berlangsung. Pernyataan ini kemudian menjadi bukti yang diunggah dan mendapat reaksi dari netizen karena dianggap melecehkan dalam konteks profesional.
Tak hanya komentar verbal, narasumber lain menyebut bahwa ada interaksi yang menurut mereka “tidak sesuai batas profesional” selama mentoring berlangsung, meskipun belum ada bukti visual langsung yang bisa diverifikasi publik. Fakta tersebut kemudian menjadi bahan diskusi luas di platform seperti X, TikTok, dan forum online lainnya.
Dalam menanggapi sejumlah unggahan tersebut, Andhika Sudarman kemudian melakukan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menyampaikan bahwa segala tuduhan itu adalah salah paham serta menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dan peserta adalah profesional dan tidak berniat melecehkan.
Ia juga menyatakan permintaan maaf jika ada pihak yang merasa kurang nyaman terhadap perkataannya.
Kasus ini kemudian memicu pro dan kontra di kalangan netizen, di mana sebagian melihat adanya pelecehan verbal yang tidak pantas dari pihak penyelenggara, sementara yang lain menilai bahwa kejadian tersebut bisa saja merupakan salah tafsir konteks mentoring.
Hingga berita ini diturunkan, pihak yang membuat program SFL juga telah melakukan perubahan struktur kepemimpinan dengan menunjuk pimpinan baru untuk menjaga profesionalisme program serta membangun kembali kepercayaan peserta dan publik















