SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara mengolah kulit sapi? Menyantap olahan kulit sapi seperti krecek, gulai tunjang, atau oseng mercon memang selalu sukses bikin nafsu makan melonjak.
Namun, bagi sebagian orang, proses memasaknya sering kali dianggap tricky. Kalau keliru melangkah, kulit sapi bisa berakhir alot seperti karet atau justru mengeluarkan aroma amis yang mengganggu selera.
Padahal, jika kamu tahu cara mengolah kulit sapi dengan teknik yang tepat, bahan makanan ini bisa disulap menjadi hidangan yang super lezat dan memanjakan lidah.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi kamu yang baru pertama kali ingin mengeksekusi bahan satu ini di rumah, jangan khawatir.
Mengolah kikil atau kulit sapi sebenarnya tidak seseram yang dibayangkan, kok. Kuncinya terletak pada kebersihan proses pembersihan dan ketepatan durasi perebusan.
Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini agar masakan kamu sukses dipuji seisi rumah!
Langkah Demi Langkah Cara Mengolah Kulit Sapi yang Benar
Mengolah kulit sapi segar membutuhkan sedikit kesabaran ekstra dibandingkan dengan daging biasa. Untuk menghasilkan tekstur yang pas tidak terlalu lembek namun tetap kenyal saat digigit kamu bisa mengikuti beberapa tahapan krusial berikut ini.
- Membersihkan Bulu dan Kotoran Sampai Tuntas
Langkah awal yang paling penting adalah memastikan kulit sapi benar-benar bersih. Jika kamu membeli kulit sapi yang masih memiliki rambut atau bulu halus, kamu bisa merendamnya terlebih dahulu di dalam air panas selama beberapa menit. Setelah itu, kerok bulunya menggunakan pisau tajam secara perlahan hingga permukaannya mulus. Bilas dengan air mengalir sampai tidak ada kotoran yang menempel.
- Proses Perebusan Pertama (Menghilangkan Bau)
Jangan langsung menumis kulit sapi yang baru dipotong! Rebuslah kulit sapi dalam air mendidih selama 10 hingga 15 menit tanpa tambahan bumbu apa pun. Proses ini bertujuan untuk mengeluarkan sisa kotoran, lendir, dan minyak berlebih yang menjadi sumber bau tak sedap. Setelah selesai, angkat kulit sapi, buang air rebusannya, lalu bilas kembali kulit sapi dengan air dingin.
- Perebusan Kedua dengan Rempah-Rempah
Nah, ini dia rahasia agar kulit sapi kamu wangi dan cepat empuk. Rebus kembali kulit sapi dengan air yang baru. Kali ini, masukkan sejumput garam dan berbagai rempah aromatik seperti daun salam, serai yang sudah dimemarkan, jahe, dan daun jeruk. Rebus menggunakan api sedang cenderung kecil hingga teksturnya dirasa sudah empuk. Jika kamu punya panci presto, kamu bisa menggunakannya untuk menghemat waktu menjadi sekitar 20–30 menit saja.
- Pemotongan dan Perendaman Air Es
Setelah dipastikan empuk, angkat kulit sapi dan langsung masukkan ke dalam wadah berisi air es selama beberapa saat. Teknik ini berfungsi untuk menghentikan proses memasak sekaligus menjaga tekstur kulit sapi agar tetap kenyal (chewy) dan tidak hancur saat nantinya ditumis atau digulai bersama bumbu utama. Setelah itu, tiriskan dan potong-potong sesuai selera kamu. Kulit sapi siap diolah menjadi menu andalanmu!

















