SwaraWarta.co.id – Pertanyaan tentang siapa yang menjahit bendera merah putih selalu muncul setiap kali momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia makin dekat.
Jawabannya tentu tidak lepas dari sosok Fatmawati, istri dari Presiden pertama RI, Soekarno. Ibu Negara pertama ini menyimpan peran yang sangat krusial dalam sejarah detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia melalui jemari terampilnya.
Sejarah dan Sosok Penjahit Bendera Merah Putih
Proses pembuatan bendera pusaka tidak sejelas atau semudah yang kita bayangkan saat ini. Di tengah situasi politik yang serba genting pada bulan Agustus 1945, Fatmawati berinisiatif menyediakan bendera untuk dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi saat itu cukup sulit karena Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Jepang. Mencari kain berkualitas dengan ukuran yang cukup besar untuk sebuah bendera bukanlah hal gampang. Namun, tekad yang kuat membuat Fatmawati berhasil menuntaskan tugas bersejarah ini di rumahnya yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.
Asal-usul Kain dan Perjuangan Fatmawati
Banyak yang penasaran dari mana kain merah dan putih tersebut didapatkan. Kain katun merah dan putih itu diperoleh Fatmawati dari seorang perwira Jepang bernama Hitoshi Shimizu melalui jasa Shimizu Khusaini.
Proses menjahitnya pun penuh dengan perjuangan fisik dan emosional:
- Kondisi Fisik yang Sedang Hamil: Saat menjahit bendera tersebut, Fatmawati sedang hamil tua mengandungkan anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra.
- Mesin Tangan Tradisional: Kain merah dan putih dijahit secara manual menggunakan mesin jahit tangan, bukan mesin jahit listrik modern.
- Tetesan Airmata: Fatmawati kerap meneteskan air mata ketika menjahitnya. Beliau membayangkan betapa besar pengorbanan para pejuang yang telah gugur demi merebut kemerdekaan Indonesia.
Ukuran awal bendera yang dijahit oleh Fatmawati adalah 274 x 196 cm. Bendera inilah yang kemudian resmi berkibar pertama kali di udara Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 tepat setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan.
Bendera Pusaka Hari Ini
Karena usianya yang makin menua serta kondisi kain yang makin rapuh, bendera asli buatan Fatmawati terakhir kali dikibarkan di depan Istana Merdeka pada tahun 1968. Setelah itu, pemerintah memutuskan untuk mereplikasi bendera tersebut demi menjaga keutuhan fisik bendera aslinya.
Saat ini, bendera merah putih asli buatan tangan Fatmawati disimpan dengan sangat baik di Monumen Nasional (Monas) Jakarta sebagai salah satu benda cagar budaya paling berharga milik bangsa.
Tiap kali kamu melihat bendera merah putih berkibar dengan gagah di tiang bendera, ingatlah bahwa ada jemari lembut dan perjuangan tulus seorang Ibu Negara yang menjahit harapan seluruh rakyat Indonesia di masa-masa terberatnya.

















