Gunung Anak Krakatau Erupsi
SwaraWarta.co.id – Gunung Anak Krakatau, gunung api aktif yang terletak di Selat Sunda, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang dahsyat.
Mulai Jumat malam, 4 September 2026, hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026, gunung ini mengalami erupsi menerus yang disertai dengan fenomena lava fountain atau lava air mancur yang spektakuler-.
Aktivitas erupsi mulai terdeteksi sekitar pukul 23.07 WIB dan berlangsung intens hingga dini hari-. Fenomena yang terjadi bukanlah semburan abu biasa, melainkan lava fountain, di mana lava pijar menyembur tinggi ke udara layaknya air mancur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepulan asap tebal dan gumpalan lava yang berwarna merah menyala terlihat jelas, menandakan kekuatan erupsi yang terjadi. Aktivitas ini bahkan memicu dentuman dan gemuruh yang terdengar hingga ke wilayah Banten, Lampung, dan Jawa Barat.
Menyusul erupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).
Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati gunung atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Imbauan ini penting untuk menghindari potensi bahaya seperti aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Getaran dan suara dentuman akibat erupsi sempat dirasakan oleh warga di sekitar Selat Sunda, termasuk di Pulau Sebesi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari gunung. Sebuah insiden sempat terjadi ketika 13 orang pemancing yang berada di dekat kawasan gunung melihat langsung peningkatan aktivitas dan memutuskan untuk segera meninggalkan lokasi demi keselamatan.
Meskipun demikian, pihak Badan Geologi menyatakan bahwa potensi tsunami dari erupsi kali ini relatif kecil mengingat tubuh gunung yang terbentuk pasca-erupsi 2018 masih relatif kecil.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api tipe A yang lahir setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883.
Aktivitasnya terus dipantau secara intensif oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pasauran, Banten, dan Kalianda, Lampung.
Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui aplikasi atau situs Magma Indonesia.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang disertai fenomena lava air mancur ini menjadi pengingat akan dahsyatnya kekuatan alam. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menjauhi zona bahaya, dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Dengan kewaspadaan bersama, kita dapat meminimalkan risiko dan tetap selamat dari bencana alam.
SwaraWarta.co.id - Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa pembelian BBM subsidi akan…
SwaraWarta.co.id - Kelebihan aplikasi Bilibili dari China kini mulai menarik perhatian para pencinta anime, gim,…
SwaraWarta.co.id – Sebuah insiden keracunan massal mengguncang SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebanyak 777…
SwaraWarta.co.id - Mengetahui cara restart iPhone dengan benar merupakan langkah krusial saat HP mulai terasa…
SwaraWarta.co.id – SpongeBob pamit dari GTV. Penggemar kartun di Indonesia dibuat geger dengan kabar hilangnya…
SwaraWarta.co.id - JCO buka jam berapa sih sebenarnya kalau kamu lagi kangen berat sama kelezatan…