Ular Piton Berkeliaran di Sragen! Habitat Rusak, Warga Dilanda Ketakutan

- Redaksi

Thursday, 2 January 2025 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : solopos

Gambar : solopos

Swarawarta.co.id – Warga Sragen tengah diresahkan dengan kemunculan ular piton yang berkeliaran di permukiman mereka.

Selama dua hari terakhir, empat ekor ular piton ditemukan di beberapa lokasi berbeda di Sragen. Kemunculan ular-ular ini diduga akibat rusaknya habitat alami mereka yang membuat satwa melata itu kesulitan mencari makan di alam liar.

Di Dukuh Taskerep, Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, seekor ular piton bahkan memangsa dua ekor ayam milik warga.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, ular lain ditemukan di minimarket Nglorog, Sragen, serta di kandang ayam milik warga di Kedungrancang, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, dan Kedunguter, Desa Soko, Kecamatan Miri.

Menurut Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Sragen, penangkapan ular-ular ini dilakukan dengan cepat untuk menghindari kerugian lebih besar bagi warga.

Rusaknya Habitat Jadi Pemicu Utama

Pegiat Forum Sragen Snake Rescue, Lanjar Purbowo, mengungkapkan bahwa rusaknya habitat ular menjadi penyebab utama fenomena ini.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Turun Langsung Tinjau Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Sragen membuat banyak tepian sungai longsor.

Tempat persembunyian ular yang biasanya berada di sekitar sungai menjadi tidak layak untuk mereka tinggali.

Selain itu, sumber makanan ular seperti tikus dan burung di alam liar semakin berkurang, terutama di sekitar sungai yang sering menjadi habitat mereka.

Kondisi ini memaksa ular piton mencari makan di permukiman warga, yang menyebabkan meningkatnya interaksi berbahaya antara manusia dan satwa tersebut.

Peningkatan Kasus di Musim Penghujan

Kasus ular masuk ke permukiman warga cenderung meningkat selama musim penghujan.

Curah hujan yang tinggi tidak hanya merusak habitat ular, tetapi juga memaksa mereka bermigrasi ke tempat yang lebih kering dan aman.

Dalam situasi ini, permukiman manusia sering menjadi target karena menawarkan tempat berlindung dan sumber makanan yang mudah dijangkau.

Baca Juga :  Prediksi Skor Barito Putera vs Persib Bandung, BRI Liga 1 Indonesia Musim 2024/2025, 18 Desember 2024

Di Dukuh Taskerep, misalnya, ular yang ditemukan di kandang ayam telah memangsa dua ekor ayam, menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang dekat dengan sungai atau area terbuka lainnya.

Menurut Tim Damkar Sragen, menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dapat membantu mengurangi risiko ular masuk.

Menutup rapat tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang ular, seperti lubang di dinding atau lantai, adalah langkah yang efektif.

Selain itu, penggunaan lampu penerangan di sekitar rumah dan kandang dapat membantu mencegah ular mendekat, karena satwa melata cenderung menghindari cahaya.

Jika menemukan ular, warga diminta untuk tidak bertindak sendiri dan segera menghubungi petugas berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.

Ancaman Ular Piton terhadap Kesehatan dan Keselamatan

Meski tidak berbisa, ular piton dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan manusia.

Baca Juga :  Syariat Menurut Bahasa Adalah Jalan Yang Lurus, Allah Menurunkan Syariat Islam Untuk Senantiasa Dilaksanakan Oleh Seorang Mukmin

Piton memiliki kekuatan luar biasa yang mampu melilit mangsanya hingga tidak bisa bernapas, yang dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, menurut pafibenermeriahkab.org, luka gigitan ular piton berpotensi menyebabkan infeksi serius jika tidak segera ditangani.

Di beberapa kasus seperti disebutkan oleh pafibengkaliskab.org, interaksi dengan ular liar dapat memicu trauma psikologis, terutama pada anak-anak dan orang yang fobia terhadap ular.

Kehadiran ular di lingkungan pemukiman juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi hewan peliharaan dan anak kecil yang mungkin tidak menyadari keberadaannya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahaya ular piton dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan demi melindungi kesehatan dan keselamatan mereka.

Mencari artikel kesehatan? Jangan lupa kunjungi pafibaritokualakab.org

Berita Terkait

Kapan Bansos Tahap 3 Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Cek Penerima PKH & BPNT 2026
Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Fakta Terbaru dari BKN dan KemenPANRB
Apakah Iran Punya Nuklir? Mengungkap Rahasia Kekuatan Militer dan Program Atom Teheran
Cara Melihat Hasil Seleksi Pengumuman PPPK Sekolah Rakyat Terbaru!
GIIAS 2026 Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Tips Berkunjungnya!
Kapan Hari Girlfriend Day 2026? Ini Tanggal dan Cara Seru Merayakannya!
Apakah GoPay Sedang Gangguan Hari Ini? Ini Cara Cek dan Mengatasinya!
Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Presiden Prabowo Anjlok ke 51 Persen

Berita Terkait

Sunday, 2 August 2026 - 10:01 WIB

Kapan Bansos Tahap 3 Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Cek Penerima PKH & BPNT 2026

Sunday, 2 August 2026 - 09:50 WIB

Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Fakta Terbaru dari BKN dan KemenPANRB

Saturday, 1 August 2026 - 09:27 WIB

Apakah Iran Punya Nuklir? Mengungkap Rahasia Kekuatan Militer dan Program Atom Teheran

Friday, 31 July 2026 - 11:12 WIB

Cara Melihat Hasil Seleksi Pengumuman PPPK Sekolah Rakyat Terbaru!

Friday, 31 July 2026 - 10:30 WIB

GIIAS 2026 Buka Jam Berapa? Cek Jadwal Lengkap dan Tips Berkunjungnya!

Berita Terbaru

Cara Menonaktifkan GoPay Pinjam

Teknologi

Cara Menonaktifkan GoPay Pinjam dengan Mudah dan Aman

Sunday, 2 Aug 2026 - 09:43 WIB