SwaraWarta.co.id – Apa kode kehormatan gerakan pramuka? Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah atau keterampilan tali-temali.
Inti dari gerakan ini adalah pembangunan karakter, dan pondasinya terletak pada Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.
Bagi setiap anggota Pramuka, kode ini adalah pedoman moral dan standar perilaku yang harus dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilar Utama Pembentukan Karakter
Apa kode kehormatan gerakan pramuka itu? Kode Kehormatan Pramuka terdiri dari dua elemen utama yang saling melengkapi: Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
1. Satya Pramuka (Janji)
Satya Pramuka adalah janji atau komitmen diri yang diucapkan oleh setiap anggota Pramuka. Janji ini mengandung tiga butir yang merupakan tekad untuk:
- Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
- Menepati Dasa Darma Pramuka.
2. Darma Pramuka (Ketentuan Moral)
Darma Pramuka adalah ketentuan moral yang menjadi alat pendidikan diri, inspirasi, dan pedoman perilaku. Ini dirumuskan dalam Dasa Darma, atau sepuluh butir nilai luhur.
Dasa Darma: Sepuluh Nilai Luhur
Dasa Darma adalah jantung dari Kode Kehormatan. Nilai-nilai ini mengajarkan anggota Pramuka untuk menjadi individu yang:
- Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan ksatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, terampil, dan gembira.
- Hemat, cermat, dan bersahaja.
- Disiplin, berani, dan setia.
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Kode Kehormatan ini tidak hanya dihafal, tetapi harus diamalkan. Ketika anggota Pramuka berusaha menepati janji (Satya) dan menjalankan ketentuan moral (Darma), mereka sedang membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berguna bagi bangsa.
Kode ini adalah roh yang membedakan Pramuka dari organisasi lain, menjadikannya lembaga pendidikan non-formal yang vital dalam membentuk tunas-tunas bangsa yang berkarakter kuat.

















