SwaraWarta.co.id – Pernahkah Anda bertanya-tanya, berapa anggaran MBG per hari yang digelontorkan negara untuk program Makan Bergizi Gratis?
Program andalan Presiden Prabowo Subianto ini ternyata memiliki struktur biaya yang cukup kompleks, mulai dari biaya per porsi hingga total operasional harian yang mencapai triliunan rupiah.
Rincian Anggaran per Porsi
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan anggaran MBG per hari dengan besaran yang berbeda per penerima manfaat. Untuk pelajar SD kelas 4 ke atas, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui, anggaran bahan bakunya adalah Rp10.000 per porsi. Sementara itu, untuk balita, PAUD, TK, dan SD kelas 1-3, anggaran bahan makanan ditetapkan Rp8.000 per porsi.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, di daerah terpencil seperti Papua Pegunungan, biaya bahan baku bisa membengkak hingga Rp100.000 per porsi karena sulitnya distribusi dan mahalnya harga logistik. Sistem yang diterapkan BGN pun bersifat at cost, artinya pemerintah membayar sesuai harga riil di lapangan tanpa memotong anggaran.
Total Anggaran Harian Nasional
Lalu, berapa anggaran MBG per hari secara keseluruhan? Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa untuk melayani 60 juta penerima manfaat, negara mengeluarkan dana sekitar Rp900 miliar per hari. Dari jumlah tersebut, 85% digunakan untuk membeli bahan baku makanan, sementara sisanya untuk upah tenaga kerja di dapur MBG.
Ketika target penerima manfaat meluas menjadi 82,9 juta orang, anggaran harian MBG diprediksi mencapai Rp1,2 triliun per hari. Untuk tahun 2026, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp335 triliun.
Biaya Operasional dan Insentif
Selain biaya bahan baku, pemerintah juga mengalokasikan Rp3.000 per porsi untuk biaya operasional dapur. Yang menarik, mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan insentif Rp6 juta per hari per dapur sebagai bentuk pengembalian investasi pembangunan yang mencapai Rp2-3 miliar per unit.
Sebagai perbandingan, besaran anggaran MBG per hari yang mencapai Rp1,2 triliun ini setara dengan gaji tahunan Lionel Messi di Inter Miami yang sekitar Rp1,3 triliun. Sebuah angka fantastis yang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.















