SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada konsep uang? Pernahkah Anda membayangkan hidup di dunia tanpa dompet, kartu kredit, atau aplikasi pembayaran digital?
Jauh sebelum sistem perbankan modern muncul, manusia purba tetap memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, seperti pangan, pakaian, dan tempat berlindung. Lalu, bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada konsep uang?
Sejarah mencatat bahwa nenek moyang kita menggunakan kreativitas dan kesepakatan sosial untuk bertahan hidup. Berikut adalah beberapa metode utama yang digunakan:
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem Barter (Pertukaran Barang)
Metode yang paling dikenal adalah barter. Dalam sistem ini, seseorang menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang yang ia butuhkan dari orang lain. Misalnya, seorang petani yang memiliki kelebihan gandum akan menukarkannya dengan seorang pemburu yang memiliki daging rusa.
Namun, sistem ini memiliki kendala besar yang disebut “kesamaan keinginan” (double coincidence of wants). Pertukaran hanya terjadi jika kedua belah pihak sama-sama membutuhkan barang yang ditawarkan pihak lain pada waktu yang bersamaan.
Kehidupan Mandiri (Subsisten)
Pada masa awal peradaban, manusia hidup secara subsisten. Artinya, mereka memproduksi sendiri segala sesuatu yang mereka butuhkan. Mereka berburu, meramu, dan kemudian bercocok tanam hanya untuk konsumsi pribadi atau kelompok kecil. Dalam pola ini, interaksi perdagangan sangat minim karena setiap kelompok berusaha menjadi mandiri.
Penggunaan “Uang Barang” (Commodity Money)
Seiring berkembangnya peradaban, manusia mulai menetapkan benda-benda tertentu sebagai standar nilai. Inilah cikal bakal uang. Benda yang digunakan biasanya memiliki nilai intrinsik atau dianggap berharga oleh masyarakat luas. Beberapa contohnya antara lain:
- Garam: Digunakan di Romawi kuno sebagai alat bayar (asal kata salary atau gaji).
- Kerang Cowrie: Populer di Asia dan Afrika karena bentuknya yang unik dan sulit dipalsukan.
- Ternak: Sapi atau kambing sering digunakan sebagai ukuran kekayaan dan alat tukar dalam skala besar.
Ekonomi Pemberian (Gift Economy)
Dalam komunitas yang lebih erat, manusia sering menggunakan sistem ekonomi pemberian. Di sini, barang atau jasa diberikan tanpa kesepakatan eksplisit untuk imbalan segera. Namun, tindakan ini membangun ikatan sosial dan kewajiban moral bagi penerima untuk membantu pemberi di masa depan saat dibutuhkan.
Memahami bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada konsep uang memberikan kita perspektif bahwa nilai suatu barang sebenarnya ditentukan oleh kesepakatan dan kegunaannya. Uang hanyalah evolusi teknologi untuk memudahkan proses yang dulunya sangat rumit dan terbatas.

















