SwaraWarta.co.id – Mengapa urban farming cocok sebagai awal karier green jobs bagi milenial kota? Di tengah meningkatnya kesadaran akan krisis iklim, istilah green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan kini menjadi tren di kalangan generasi muda.
Bagi milenial yang tinggal di hiruk-pikuk beton, terjun ke dunia lingkungan tidak harus berarti pindah ke hutan atau desa terpencil.
Urban farming atau pertanian perkotaan muncul sebagai pintu masuk yang paling realistis dan menjanjikan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, mengapa urban farming cocok sebagai awal karier green jobs bagi milenial kota? Mari kita bedah alasannya secara mendalam.
1. Relevansi dengan Gaya Hidup Digital
Milenial dikenal sebagai generasi yang melek teknologi. Urban farming saat ini tidak lagi sekadar mencangkul tanah, melainkan melibatkan teknologi canggih seperti hidroponik, vertikultur, hingga sistem IoT (Internet of Things) untuk memantau nutrisi tanaman secara otomatis. Perpaduan antara botani dan teknologi ini sangat sesuai dengan keahlian teknis yang dimiliki milenial.
2. Modal Minim, Dampak Maksimal
Salah satu hambatan utama memulai karier adalah modal. Urban farming memungkinkan milenial memulai green jobs dari lahan sempit seperti balkon apartemen atau atap rumah (rooftop). Dengan memanfaatkan barang bekas dan sistem organik, mereka bisa membangun bisnis rintisan (startup) pangan lokal yang berkelanjutan tanpa harus memiliki lahan berhektar-hektar.
3. Menjawab Isu Ketahanan Pangan Kota
Kota-kota besar sering kali mengalami kerentanan pangan karena ketergantungan pada pasokan luar daerah. Milenial yang memilih karier di bidang urban farming berperan langsung dalam:
- Memperpendek rantai pasok (mengurangi jejak karbon transportasi).
- Menyediakan bahan pangan segar bebas pestisida bagi masyarakat kota.
- Menghijaukan lingkungan yang padat polusi.
4. Peluang Bisnis dan Networking yang Luas
Karier di sektor ini tidak hanya terbatas pada bertanam. Milenial bisa merambah ke bidang edukasi (workshop berkebun), konsultan instalasi taman vertikal, hingga pengolahan limbah organik menjadi kompos premium. Komunitas urban farming di kota besar juga sangat suportif, memberikan peluang networking yang luas bagi pengembangan karier profesional.
Maka dari itu, urban farming adalah kombinasi sempurna antara kepedulian lingkungan, inovasi teknologi, dan kemandirian ekonomi. Bagi milenial, ini bukan sekadar hobi, melainkan langkah konkret untuk memulai karier di sektor green jobs yang berdampak positif bagi planet bumi.

















