SwaraWarta.co.id – Pernahkah Anda merasa produksi ludah menjadi lebih aktif saat sedang menjalankan ibadah puasa? Kondisi ini sering kali memicu rasa tidak nyaman, bahkan membuat seseorang harus terus-menerus meludah.
Lantas, kenapa air liur keluar terus saat puasa? Apakah ini tanda adanya masalah kesehatan, ataukah proses alami tubuh?
Mari kita bedah penyebab di balik fenomena ini agar ibadah puasa Anda tetap nyaman dan khusyuk.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi Alami Terhadap Dehidrasi
Penyebab paling umum adalah kondisi mulut yang kering (xerostomia). Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama belasan jam. Ketika otak mendeteksi bahwa rongga mulut terlalu kering, kelenjar ludah terkadang justru bekerja ekstra keras (overkompensasi) untuk membasahi mulut. Inilah yang menyebabkan sensasi air liur menumpuk.
Pengaruh Aroma Makanan (Refleks Saraf)
Saat berpuasa, indra penciuman kita cenderung menjadi lebih sensitif. Mencium aroma masakan saat menyiapkan buka puasa dapat memicu saraf pencernaan. Otak mengirimkan sinyal bahwa “makanan akan segera datang,” sehingga kelenjar ludah memproduksi cairan sebagai persiapan proses pencernaan, meskipun waktu berbuka masih lama.
Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut
Kondisi medis tertentu juga berperan penting. Beberapa di antaranya meliputi:
- Gingivitis atau Sariawan: Infeksi pada mulut memicu produksi saliva sebagai mekanisme perlindungan alami.
- Asam Lambung (GERD): Penderita asam lambung sering mengalami water brash, yaitu kondisi di mana air liur diproduksi secara berlebihan akibat iritasi asam yang naik ke kerongkongan.
Konsumsi Makanan Tertentu Saat Sahur
Apa yang Anda makan saat sahur sangat berpengaruh. Makanan yang terlalu pedas, asam, atau mengandung banyak penyedap rasa dapat merangsang kelenjar ludah untuk tetap aktif dalam waktu lama setelah makan.
Tips Mengurangi Produksi Air Liur Berlebih
Agar tidak terganggu dengan masalah ini, Anda bisa mencoba langkah-langkah berikut:
- Optimalkan Hidrasi: Pastikan minum minimal 8 gelas air dengan pola 2-4-2 (saat berbuka, malam hari, dan sahur).
- Jaga Kebersihan Mulut: Sikat gigi secara menyeluruh dan bersihkan lidah setelah sahur untuk mengurangi bakteri pemicu iritasi.
- Hindari Tidur Langsung Setelah Sahur: Ini membantu mencegah asam lambung naik yang memicu produksi ludah berlebih.
- Kurangi Makanan Pemicu: Batasi makanan asam dan pedas saat santap sahur.
Fenomena air liur yang keluar terus saat puasa umumnya adalah hal yang normal karena respon tubuh terhadap perubahan pola makan. Namun, jika disertai nyeri hebat atau bau mulut yang ekstrem, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter gigi.

















