SwaraWarta.co.id – Kenapa IHSG turun hari ini? Bagi para investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), fluktuasi indeks merupakan hal yang lumrah namun tetap perlu diwaspadai.
Pertanyaan mengenai kenapa IHSG turun hari ini sering menjadi perbincangan hangat, terutama ketika indeks komposit menunjukkan warna merah di tengah harapan akan penguatan.
Memasuki perdagangan akhir Februari 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang tengah berada dalam fase yang cukup menantang.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi pelemahan indeks hari ini:
Sentimen Global: Gejolak di Wall Street
Kondisi pasar modal Indonesia tidak lepas dari pengaruh bursa global, terutama Wall Street. Penurunan tajam indeks Dow Jones dan Nasdaq semalam memberikan tekanan psikologis bagi pasar Asia, termasuk IHSG. Kekhawatiran investor di Amerika Serikat terkait disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI) pada sektor perangkat lunak dan ketidakpastian kebijakan tarif baru dari pemerintah AS menjadi pemicu utama aksi jual global.
Dinamika Kebijakan Tarif Internasional
Isu mengenai “perang tarif” kembali mencuat setelah adanya dinamika hukum di Amerika Serikat terkait wewenang tarif darurat. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok global dan prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara mitra dagang Indonesia, yang pada akhirnya menekan saham-saham sektor komoditas dan ekspor.
Aksi Profit Taking (Ambil Untung)
Setelah mengalami reli penguatan pada awal pekan, wajar jika sebagian investor domestik maupun asing mulai melakukan aksi ambil untung atau profit taking. Penjualan saham-saham blue chip untuk mengamankan keuntungan sementara ini secara otomatis memberikan tekanan pada posisi indeks secara keseluruhan.
Tekanan pada Sektor Perbankan dan Teknologi
Sektor perbankan berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang IHSG tampak mengalami koreksi terbatas. Hal ini seringkali seiring dengan pergerakan nilai tukar Rupiah dan imbal hasil (yield) surat utang yang sedang bergejolak. Selain itu, sentimen negatif pada saham teknologi global turut menyeret emiten teknologi dalam negeri ke zona merah.
Meskipun hari ini IHSG mengalami tekanan, para analis menilai bahwa ini adalah bagian dari koreksi sehat dalam tren jangka panjang. Penting bagi investor untuk tetap tenang, tidak melakukan panic selling, dan selalu melakukan diversifikasi portofolio. Memperhatikan level support di kisaran 8.250–8.300 bisa menjadi strategi untuk mencari peluang beli di harga yang lebih murah.

















