Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

- Redaksi

Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India

SwaraWarta.co.id – Wacana impor mobil India ke Indonesia baru-baru ini menjadi sorotan publik. Pemerintah, melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara, berencana mendatangkan 105.000 unit kendaraan niaga dari negara anak benua tersebut.

Rencana ini tentu memicu pertanyaan besar: apa sebenarnya alasan Indonesia ingin impor mobil India di tengah kuatnya industri otomotif dalam negeri? Berikut adalah penjelasan lengkapnya berdasarkan pernyataan resmi pihak terkait.

  1. Efisiensi Anggaran dan Harga yang Jauh Lebih Murah

Alasan paling krusial yang dikemukakan adalah faktor harga. Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan bahwa mobil impor dari India ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif. Bahkan, harganya diklaim hampir 50 persen lebih murah dibandingkan produk sejenis yang tersedia di pasar domestik.

Dengan nilai impor mencapai Rp 24,66 triliun untuk 105.000 unit, pemerintah mengklaim dapat menghemat anggaran hingga puluhan triliun rupiah melalui skema pembelian langsung ke pabrikan (direct buying) dibandingkan membeli melalui e-katalog dalam negeri. Penghematan ini dinilai penting agar dana program Koperasi Merah Putih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

  1. Kebutuhan Spesifik Kendaraan 4×4

Ternyata, bukan mobil sembarangan yang diimpor. Pemerintah membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi khusus, yaitu pikap berpenggerak 4 roda (4×4). Mobil jenis ini diperlukan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih di daerah-daerah dengan medan berat dan menantang, baik di Jawa maupun luar Jawa.

Faktanya, mayoritas pabrikan otomotif di Indonesia saat ini lebih fokus memproduksi kendaraan niaga dengan penggerak roda dua (4×2). Segmen pikap 4×4 di pasar domestik terbilang kecil dan biasanya masih diimpor secara utuh (CBU) dari Thailand.

Baca Juga :  Ketum Partai PKB Muhaimin Iskandar Usut Aliran Dana Rp195 Miliar ke 21 Partai Politik

Kelangkaan produksi lokal untuk tipe 4×4 inilah yang menjadi alasan teknis mengapa pemerintah melirik pabrikan asal India seperti Mahindra yang terkenal dengan jajaran kendaraan 4×4 tangguhnya.

  1. Keterbatasan Stok dan Kapasitas Produksi Nasional

Meskipun industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi besar, pemerintah beralasan bahwa untuk jumlah sebanyak 105.000 unit dalam waktu singkat, stok di dalam negeri tidak mencukupi. Pemesanan dalam jumlah massal ini dikhawatirkan akan mengganggu rantai pasok dan distribusi kendaraan untuk konsumen lain jika dipaksakan dipenuhi oleh pabrikan lokal.

Agrinas mengklaim telah mengundang dan bernegosiasi dengan hampir semua pemain besar otomotif di Indonesia. Namun, kesepakatan harga dan volume tidak tercapai. Pabrikan lokal dinilai masih menghitung penjualan per unit tanpa memberikan diskon khusus untuk pembelian dalam jumlah besar (bulk), sehingga pemerintah memutuskan mencari alternatif dari India untuk memenuhi kebutuhan operasional Koperasi Merah Putih.

Baca Juga :  Rekomendasi Bedak Padat Wardah untuk Usia 30 Tahun ke Atas, dijamin Makin Awet Muda

Polemik yang Mengiringi

Meski memiliki sejumlah alasan, rencana ini tetap menuai polemik. Ikatan Motor Indonesia (IMI) menilai Indonesia sebenarnya tidak perlu impor karena produk lokal sudah siap.

Sementara itu, kalangan industri dan buruh khawatir kebijakan ini akan memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor otomotif nasional yang sedang terpuruk, serta berpotensi merugikan perekonomian hingga puluhan triliun rupiah.

Keputusan akhir mengenai nasib ribuan mobil India ini pun masih terus didiskusikan oleh pemerintah dan DPR.

Berita Terkait

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!
Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km
Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern
Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern
Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!
Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!
Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS
Menjalani Ibadah di Bulan Suci: Sudah Berapa Hari Puasa Berjalan?

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 13:01 WIB

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!

Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

Friday, 27 February 2026 - 18:39 WIB

Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 18:35 WIB

Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 10:56 WIB

Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!

Berita Terbaru

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Teknologi

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Saturday, 28 Feb 2026 - 12:53 WIB