Kontroversi Kasus Pidana Guru Honorer Probolinggo: Dari Rangka Jabatan hingga Trauma Berujung Bebas

- Redaksi

Monday, 2 March 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasib Guru Honorer

Nasib Guru Honorer

SwaraWarta.co.id – Gempita dunia hukum Indonesia sepanjang Februari 2026 diwarnai oleh sebuah kasus yang mengundang simpati sekaligus perdebatan publik: kasus pidana guru honorer yang rangkap jabatan di Probolinggo.

Sorotan tajam bukan tanpa alasan, pasalnya seorang pengabdian masyarakat justru harus merasakan dinginnya jeruji besi hanya karena berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Awal Mula Kasus yang Mengguncang Nurani

Muhammad Misbahul Huda, pria paruh baya yang kesehariannya mengabdi sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) di SDN Brabe 1, Kecamatan Maron, harus berurusan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Pria yang juga merangkap sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesalahannya? Ia diduga menerima honor dari dua sumber anggaran negara secara bersamaan—sebagai GTT dan PLD selama periode 2019 hingga 2025. Atas “pelanggaran” tersebut, kerugian negara dihitung mencapai Rp118 juta.

Baca Juga :  Tersengat Kawat Listrik Tegangan Tinggi Milik Warga, Seekor Gajah Sumatera Mati di Tempat

Penahanan yang Menuai Sorotan Publik

Pada 13 Februari 2026, Misbahul resmi ditahan di Rutan Kraksaan. Kejaksaan mendasarkan pada klausul kontrak PLD yang melarang rangkap jabatan dengan posisi yang juga bersumber dari APBN/APBD. Namun publik bertanya-tanya: pantaskah seorang guru honorer dengan penghasilan Rp1,2 juta per bulan dianggap koruptor karena mencari tambahan penghasilan?

Titik Balik: Kebebasan di Tengah Tekanan

Tekanan publik dan sorotan DPR akhirnya membuahkan hasil. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyesalkan penetapan tersangka ini dan mengingatkan jaksa untuk memedomani KUHP baru yang mensyaratkan unsur kesengajaan dalam tindak pidana.

Puncaknya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengambil alih perkara dan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) pada 25 Februari 2026. Misbahul pun menghirup udara bebas setelah 20 hari mendekam di sel.

Baca Juga :  Lowongan Hygiene and Sanitation CGV Cinemas Probolinggo Tahun 2025

Trauma yang Meninggalkan Luka

Meski bebas, luka psikis tak mudah sirna. Kerabat Misbahul mengungkapkan bahwa ia masih mengalami trauma berat dan enggan bertemu orang luar. Tekanan batin selama proses hukum menjadi konsekuensi tak terlihat dari sebuah sistem yang kadang abai pada rasa keadilan.

Kasus ini juga mendorong Misbahul untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai guru honorer. Sebuah keputusan pahit yang menunjukkan betapa sistem telah “memakan” salah satu anak bangsa yang sejatinya sedang berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Refleksi: Antara Aturan dan Keadilan Substantif

Kasus pidana guru honorer yang rangkap jabatan di Probolinggo ini menjadi cermin bagi penegak hukum untuk membedakan antara pelanggaran administratif dan tindak pidana korupsi yang sesungguhnya.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Store Crew MR DIY Untuk SMK SMA Penempatan Probolinggo Mei Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menegaskan bahwa kasus ini lebih bersifat kesalahan administratif. Unsur niat jahat (mens rea) sulit dibuktikan karena Misbahul memang bekerja dan memberikan jasanya.

Lebih jauh, kondisi ekonomi guru honorer yang jauh dari layak menjadi akar persoalan. Guru Besar FH UI, Prof. Anna Erliyana, mengingatkan bahwa guru honorer mencari penghasilan tambahan karena penghasilan mereka tidak layak.

Pelajaran berharga dari Probolinggo: hukum harus hadir membawa keadilan, bukan justru menambah nestapa mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. Semoga kasus ini menjadi titik balik bagi perhatian serius terhadap kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa di negeri ini.

 

Berita Terkait

Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal
JCO Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Tips Berburu Donat Warm & Fresh!
Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026
Penyebab dan Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan
Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui
Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat
Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!
Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 14:56 WIB

Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

Friday, 4 September 2026 - 09:31 WIB

JCO Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Tips Berburu Donat Warm & Fresh!

Thursday, 3 September 2026 - 09:38 WIB

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026

Wednesday, 2 September 2026 - 09:51 WIB

Penyebab dan Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan

Tuesday, 1 September 2026 - 11:03 WIB

Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui

Berita Terbaru

Cara Restart iPhone

Teknologi

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Cepat untuk Semua Tipe

Friday, 4 Sep 2026 - 11:09 WIB

4 Prinsip Geografi

Pendidikan

4 Prinsip Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

Friday, 4 Sep 2026 - 09:12 WIB