Fenomena link video Dea Store Meulaboh kembali menjadi sorotan publik setelah rekaman yang diklaim menampilkan seorang karyawan toko bersama seorang pria, yang disebut sebagai CEO, viral di media sosial.
Video itu ramai beredar di TikTok dan X dan memicu respons aparat penegak hukum karena kontennya yang dianggap sensitif dan melanggar norma sosial.
Menurut laporan dari Viv.co.id, video yang belakangan menyebar luas dalam jaringan TikTok memperlihatkan momen saat seorang perempuan karyawati toko, dikaitkan dengan seorang pria yang disebut CEO.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Isi rekaman itu memicu gelombang pencarian istilah “link video Dea Store Meulaboh” di media sosial, lantaran netizen penasaran dengan versi lengkap konten tersebut.
Masyarakat Aceh Barat menyebut rekaman itu sebagai video yang “menuai kontroversi” karena kontennya dianggap tidak pantas dan beredar tanpa persetujuan pihak yang muncul di dalamnya.
Akibatnya, isu ini cepat memicu diskusi serta perdebatan di platform seperti TikTok dan X, di mana banyak pengguna mencoba mencari tautan lengkapnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian aparat setempat. Polisi dan pihak berwajib mulai melakukan pemeriksaan terhadap penyebaran rekaman tersebut, termasuk siapa yang merekam serta akun-akun yang membagikan tautan ke video viral itu.
Tindakan ini dilakukan guna mengetahui apakah ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam peredaran konten tersebut sesuai peraturan di Aceh Barat.
Netizen juga diimbau untuk bersikap bijak dan tidak asal mengeklik tautan yang mengklaim memberi akses ke versi lengkap video, mengingat banyaknya akun dan situs yang memanfaatkan isu sensasional ini untuk menyebarkan link berbahaya, termasuk kemungkinan phishing atau malware.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap pihak-pihak yang muncul di video masih belum dipublikasikan demi menghormati proses pemeriksaan yang sedang berlangsung dan menjaga privasi individu yang terlibat.















