SwaraWarta.co.id – Memasuki H-4 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pantauan arus mudik hari ini menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan di sejumlah ruas tol dan jalur arteri. Pemerintah bersama Korlantas Polri terus mengoptimalkan sistem monitoring dan menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang diprediksi mencapai puncaknya pada besok, Rabu 18 Maret 2026.
Bagi masyarakat yang ingin memastikan kondisi terkini, pemerintah menyediakan layanan pantauan arus mudik hari ini secara real time melalui situs resmi https://mudik.pu.go.id/. Di laman tersebut, tersedia tayangan langsung dari 1.351 titik kamera CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan tol dan arteri. Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses peta informasi jalur mudik dan prakiraan cuaca untuk membantu merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.
Puncak Arus dan Rekayasa Lalu Lintas
Berdasarkan data dari Korlantas Polri, arus mudik tahun ini diperkirakan akan terjadi dalam dua gelombang. Setelah gelombang pertama pada 14-15 Maret, fokus pengamanan kini tertuju pada gelombang kedua yang diprediksi memuncak pada 18-19 Maret 2026. Pantauan arus mudik hari ini di Tol Jakarta-Cikampek, misalnya, mulai menunjukkan lonjakan yang mengharuskan petugas bersiaga.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengantisipasi kepadatan ekstrem, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengumumkan akan memberlakukan skema one way nasional mulai besok, Rabu 18 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Skema satu arah ini akan diterapkan secara situasional, dimulai dari KM 70 hingga KM 236, dan dapat diperpanjang hingga KM 414 jika kepadatan masih terjadi.
“Ketika nanti (berdasarkan) infrastruktur teknologi traffic accounting-nya bisa terkendalikan, kami akan berlakukan one way nasional. Ini untuk memastikan arus kendaraan dari Jabodetabek ke berbagai daerah di Jawa dapat berjalan lancar,” ujar Irjen Agus di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3) malam.
Imbauan untuk Pemudik
PT Jasa Marga mengimbau para pemudik untuk menghindari jam-jam favorit, yaitu antara pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, guna memecah kepadatan. Data menunjukkan peningkatan volume kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama mencapai lebih dari 100 persen dibandingkan kondisi normal. Selain mengatur waktu, para pemudik juga diingatkan untuk tidak memaksakan diri berkendara saat lelah dan memanfaatkan rest area yang tersedia.
Sementara di jalur penyeberangan, pantauan arus mudik hari ini dari udara di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer. Kapolda Bali Daniel Adityajaya menyatakan bahwa koordinasi dengan operator kapal sedang dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa.
Sebagai bentuk dukungan penuh, Kementerian Kesehatan juga telah menyiagakan pos-pos kesehatan dan memberikan pemeriksaan gratis bagi pengemudi di sejumlah titik, guna memastikan kondisi fisik pengemudi prima selama perjalanan panjang. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan perjalanan mudik tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

















