SwaraWarta.co.id – Bagi sebagian orang, memulai hari tanpa secangkir kopi hitam pekat nan pahit rasanya ada yang kurang.
Namun, beberapa tahun lalu sempat viral sebuah kabar yang cukup mencengangkan: orang yang suka minum kopi pahit punya kecenderungan menjadi seorang psikopat.
Mendengar hal ini, Anda yang hobi memesan espresso atau americano tanpa gula mungkin langsung merasa tersindir atau bahkan khawatir. Namun, apakah klaim menyeramkan ini sebuah fakta ilmiah atau sekadar mitos belaka? Mari kita bedah bersama!
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Asal-usul Pola Pikir “Kopi Pahit = Psikopat”
Rumor ini sebenarnya tidak muncul dari ruang hampa. Semua bermula dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para psikolog di Universitas Innsbruck, Austria, pada tahun 2016.
Dalam studi tersebut, para peneliti melibatkan sekitar 1.000 partisipan. Mereka diminta untuk menilai seberapa besar rasa suka mereka terhadap berbagai makanan dan minuman (manis, asam, asin, dan pahit). Setelah itu, partisipan menjalani tes kepribadian untuk mengukur sifat-sifat psikologis, seperti:
- Sadisme
- Narsisme
- Psikopati (kepribadian psikopat)
Hasilnya? Peneliti menemukan adanya korelasi positif antara orang yang menyukai makanan atau minuman berasa pahit (seperti kopi hitam, lobak, dan air tonik) dengan kecenderungan sifat kepribadian yang lebih gelap, terutama sadisme sehari-hari dan psikopati.
Fakta atau Mitos? Ini Jawaban Sebenarnya!
Jadi, apakah kesimpulan penelitian tersebut mutlak? Jawabannya adalah MITOS.
Klaim bahwa pencinta kopi pahit otomatis berpotensi besar jadi psikopat adalah bentuk generalisasi yang berlebihan. Ada beberapa alasan kuat mengapa Anda tidak perlu panik:
- Korelasi Bukan Berarti Sebab-Akibat: Penelitian tersebut hanya menemukan hubungan statistik (korelasi), bukan hubungan sebab-akibat (kausalitas). Minum kopi pahit tidak akan mengubah struktur otak Anda menjadi seorang psikopat.
- Faktor Budaya dan Kebiasaan: Selera rasa seseorang sangat dipengaruhi oleh budaya, genetik, dan kebiasaan hidup. Banyak orang minum kopi hitam murni hanya karena alasan kesehatan (menghindari gula) atau murni karena menyukai aroma otentik biji kopi.
- Diagnosis Psikopati yang Kompleks: Menilai seseorang memiliki gangguan kepribadian antiposial atau psikopat memerlukan evaluasi klinis yang mendalam oleh psikolog atau psikiater profesional, bukan sekadar melihat isi cangkir kopinya.
Kabar yang menyebutkan pencinta kopi pahit berpotensi besar jadi psikopat adalah mitos yang salah kaprah. Penelitian di Austria tersebut hanya melihat preferensi rasa, bukan sebagai alat diagnosis medis.
Jadi, bagi Anda pencinta kopi hitam, silakan nikmati americano atau kopi tubruk Anda pagi ini dengan tenang. Selera kopi Anda sama sekali tidak menentukan kesehatan mental Anda!

















