Dua Inovasi, Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDG 4 dan SDG 8 di Desa Segorotambak

- Redaksi

Friday, 5 June 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa UPN Veteran Jatim ubah limbah plastik dan cangkang kerang menjadi eco paving block serta mie kaya kalsium di Desa Segorotambak.

Mahasiswa UPN Veteran Jatim ubah limbah plastik dan cangkang kerang menjadi eco paving block serta mie kaya kalsium di Desa Segorotambak.

Desa Segorotambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menjadi lokasi lahirnya berbagai inovasi berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang digagas mahasiswa Program Bina Desa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 2026 dari UPN “Veteran” Jawa Timur.

Kelompok 2 yang beranggotakan Ade Tegar Hidayatulloh, Fotina Imelda Lareina, Ken Abimanyu, Favian Najandra Maden Cavanaugh, dan Renata Ramadhani Inggacevani, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Maudy Pratiwi Novia Matovanni, S.T., M.T., berhasil menjalankan dua program inovasi secara bersamaan pada pekan ketiga pelaksanaan MBKM.

Program tersebut meliputi pengembangan eco paving block berbahan limbah plastik yang didukung sistem bank sampah plastik, serta produksi mie kering terfortifikasi kalsium dari tepung cangkang kerang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang didukung oleh LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id) dan melibatkan mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur serta Teknik Mesin.

Jawaban atas Dua Permasalahan Desa Pesisir

Sebagai wilayah pesisir, Desa Segorotambak menghadapi tantangan pengelolaan limbah plastik dan limbah cangkang kerang yang berasal dari aktivitas rumah tangga maupun sektor perikanan.

Selain itu, kebutuhan peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan dan pemenuhan gizi masyarakat juga menjadi perhatian utama.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa MBKM merancang dua solusi berbeda yang dijalankan secara paralel. Limbah plastik diolah menjadi bahan konstruksi ramah lingkungan, sementara limbah cangkang kerang dimanfaatkan sebagai sumber kalsium alami untuk produk pangan.

Baca Juga :  Berlaku Mulai Hari Ini: Tarif Promo LRT Jabodebek Mulai 1 Oktober 2023

Pendekatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan desa.

Eco Paving Block
Eco Paving Block

Eco Paving Block dari Sampah Plastik

Tim A memusatkan kegiatan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Segorotambak. Lokasi tersebut dipilih karena memungkinkan mahasiswa memperoleh bahan baku sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pengolahan limbah.

Proses produksi dimulai dari pengumpulan dan pemilahan plastik jenis LDPE serta PP. Plastik kemudian dibersihkan, dicacah, dan dilelehkan menggunakan kompor serta wajan besi hingga menjadi massa cair homogen.

Selanjutnya, plastik cair dicampurkan dengan pasir dan sedikit semen untuk meningkatkan kekuatan produk. Campuran tersebut dituangkan ke dalam cetakan paving block sebelum didiamkan hingga mengeras.

Hasilnya adalah eco paving block yang memiliki daya tahan terhadap air, lebih ringan, serta tidak mudah retak dibandingkan paving konvensional.

Demonstrasi langsung yang dilakukan di TPS mendapat respons positif dari warga. Banyak masyarakat yang menunjukkan ketertarikan terhadap proses pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Bank Sampah
Bank Sampah

Bank Sampah Plastik Disiapkan untuk Keberlanjutan Program

Tidak hanya fokus pada produksi eco paving block, Tim A juga menyusun sistem bank sampah plastik sebagai upaya menjaga keberlanjutan program.

Melalui skema ini, warga didorong untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik dari rumah tangga sebelum disalurkan sebagai bahan baku produksi.

Baca Juga :  5 Cara Memanfaatkan Limbah Plastik yang Baik dan Benar

Bank sampah dirancang menjadi sistem yang menghubungkan aktivitas pengelolaan sampah masyarakat dengan kebutuhan produksi eco paving block secara berkelanjutan.

Dengan adanya mekanisme tersebut, limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat menjadi sumber daya produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi desa.

Mie Fortifikasi Kalsium
Mie Fortifikasi Kalsium

Limbah Cangkang Kerang Disulap Menjadi Mie Kaya Kalsium

Di sisi lain, Tim B menjalankan uji produksi internal mie kering terfortifikasi kalsium berbahan dasar tepung cangkang kerang.

Sebelum proses produksi dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan kajian mengenai kandungan gizi cangkang kerang yang diketahui kaya akan kalsium karbonat (CaCO₃), serta mengandung magnesium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.

Proses pengolahan dimulai dari pencucian dan perebusan cangkang kerang selama 30 menit untuk mengurangi aroma serta meminimalkan kontaminasi mikroorganisme.

Cangkang kemudian dikeringkan menggunakan oven, digiling hingga menjadi serbuk halus, lalu diayak agar memiliki ukuran partikel yang seragam.

Tepung hasil pengolahan tersebut digunakan sebagai bahan fortifikasi dengan komposisi 10 persen dari total berat tepung terigu dalam pembuatan mie.

Adonan mie yang telah tercampur kemudian diuleni, didiamkan, dicetak menggunakan mesin pembuat mie, dan dikeringkan sebelum dikemas menggunakan standing pouch berbahan kraft paper yang ramah lingkungan.

Hasil Uji Coba Menunjukkan Prospek Menjanjikan

Dari hasil uji organoleptik sederhana yang dilakukan tim, produk mie kering fortifikasi kalsium menunjukkan hasil yang positif.

Baca Juga :  Cekoki Balita Obat Penggemuk, Baby Sister di Surabaya Terancam 10 Tahun Penjara

Mie memiliki tekstur kenyal setelah dimasak, tidak menunjukkan perbedaan rasa yang signifikan dibandingkan produk komersial, serta menghasilkan cita rasa gurih alami yang khas.

Seluruh hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan formulasi sebelum produk diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Siap Diperkenalkan kepada Warga pada Pekan Puncak Program

Keberhasilan pelaksanaan dua program inovatif ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa MBKM untuk memasuki tahap akhir kegiatan.

Pada pekan keempat, Kelompok 2 akan menggelar sosialisasi terpadu kepada masyarakat Desa Segorotambak yang mencakup demonstrasi pengolahan limbah plastik dan cangkang kerang, praktik produksi eco paving block dan mie fortifikasi kalsium, uji organoleptik bersama warga, hingga simulasi perhitungan biaya produksi dan strategi pemasaran.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat, khususnya kelompok PKK dan pelaku UMKM lokal, dapat melanjutkan inovasi yang telah diperkenalkan sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.

Program ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang lahir dari kampus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mengubah limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan.

Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui laman resmi LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur (https://lppm.upnjatim.ac.id) dan Program Studi Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur (https://www.tekkim.upnjatim.ac.id).

Penulis: Ken Abimanyu dan Maudy Pratiwi Novia Matovanni, S.T., M.T.

Berita Terkait

Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal
JCO Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Tips Berburu Donat Warm & Fresh!
4 Prinsip Geografi yang Perlu Kamu Ketahui
Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026
Bagaimana Globalisasi Mempengaruhi Hidup Kita Sebagai Remaja? Berikut Ini Penjelasannya!
Mengapa Bangsa Eropa Ingin Menguasai Wilayah Indonesia? Ini Alasan Tersembunyinya!
Penyebab dan Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan
Sebutkan Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Menuntut Ilmu? Simak Pembahasannya Disini!

Berita Terkait

Friday, 4 September 2026 - 14:56 WIB

Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

Friday, 4 September 2026 - 09:31 WIB

JCO Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Lengkap dan Tips Berburu Donat Warm & Fresh!

Friday, 4 September 2026 - 09:12 WIB

4 Prinsip Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

Thursday, 3 September 2026 - 09:38 WIB

Cara Cek PIP di Kemdikbud go.id Terbaru September 2026

Thursday, 3 September 2026 - 08:09 WIB

Bagaimana Globalisasi Mempengaruhi Hidup Kita Sebagai Remaja? Berikut Ini Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara Restart iPhone

Teknologi

Cara Restart iPhone dengan Mudah dan Cepat untuk Semua Tipe

Friday, 4 Sep 2026 - 11:09 WIB

4 Prinsip Geografi

Pendidikan

4 Prinsip Geografi yang Perlu Kamu Ketahui

Friday, 4 Sep 2026 - 09:12 WIB