SwaraWarta.co.id – Keputusan mengejutkan datang dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik S. Deyang secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN setelah bertugas selama sekitar 1,5 bulan (45 hari). Pengunduran diri ini disampaikan langsung kepada publik melalui akun media sosial pribadinya.
Lantas, apa alasan utama di balik keputusan mendadak ini? Berikut adalah ulasan lengkap mengenai alasan pengunduran diri Nanik S. Deyang serta latar belakangnya.
Fokus Pengobatan Masalah Kesehatan Jantung
Alasan utama Nanik S. Deyang mundur dari posisi Kepala BGN adalah faktor kesehatan. Nanik mengungkapkan bahwa ia harus menjalani pengobatan khusus untuk penyakit jantung di luar negeri.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah berobat ke luar negeri ini diambil untuk mendapatkan konsultasi medis kedua (second opinion) atas saran rekannya, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan optimal tanpa mengganggu kinerja lembaga negara.
Restu dan Keprihatinan Presiden Prabowo Subianto
Keputusan Nanik untuk melepaskan jabatan strategis ini telah disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Presiden menyetujui permohonan pengunduran diri tersebut karena mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keprihatinannya terhadap keadaan fisik Nanik.
Meskipun menyetujui pengunduran dirinya, Presiden Prabowo tetap meminta Nanik untuk terus mengawal dan memantau perkembangan BGN dari jalur pengawasan.
Rencana Beralih ke Dewan Pengawas BGN
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengawalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berencana membentuk Dewan Pengawas BGN. Nanik disiapkan untuk memimpin dewan pengawas tersebut guna memastikan seluruh tata kelola dan implementasi program MBG tetap berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur demi kesehatan saya. Presiden prihatin dan menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN.” (Nanik S. Deyang)
Rekam Jejak Singkat Selama 1,5 Bulan Menjabat
Meski menjabat dalam waktu yang relatif singkat sejak dilantik pada awal Juni 2026, Nanik sempat melakukan sejumlah langkah pembenahan signifikan:
- Evaluasi Puluhan Ribu SPPG: Melakukan pembenahan dan klasifikasi mutu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
- Penyelamatan Anggaran: Menemukan ratusan SPPG bermasalah sehingga berhasil mengembalikan dana ratusan miliar rupiah ke kas negara.
- Penguatan Tim Reformasi: Membentuk tim reformasi internal dan melibatkan tenaga profesional antarlembaga demi transparansi program MBG.
Meskipun kini resmi melepaskan jabatannya sebagai Kepala BGN, kontribusi dan fondasi perbaikan yang ia tancapkan diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program pemenuhan gizi nasional ke depan.

















