Aktivitas Tambang Emas disebut Sebagai Pemicu Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Luwu

- Redaksi

Tuesday, 7 May 2024 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Banjir bandang di Luwu
( Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengungkapkan bahwa bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Luwu disebabkan oleh menurunnya tutupan hutan di Gunung Latimojong. 

“Kalau kita lihat sumber bencananya di daerah kawasan pegunungan Latimojong. Kawasan ini sebenarnya berada di dua kabupaten, Luwu dan Enrekang, maka sudah dipastikan pusat tragedinya berada di pegunungan Latimojong. Sementara di daerah lainnya seperti Wajo dan Sidrap itu hanya dampak dari pusat bencana di Latimojong,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sulsel Muhammad Al Amien dilansir dari detikSulsel, Minggu (5/5/2024)

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Bandung Barat

Hal ini terjadi akibat massifnya aktivitas tambang emas di wilayah tersebut. Amien mengungkapkan hasil kajiannya yang menyatakan bahwa daya dukung dan daya tampung air di Gunung Latimojong telah menurun secara signifikan, ditambah dengan penurunan tutupan hutan. Hasil ini juga menyatakan bahwa Luwu sering dilanda banjir dan longsor. 

Baca Juga :  Pelaku Penodongan Berkedok Driver Taksi Online Berhasil Diamankan Kepolisian

“Dari kajian yang kami lakukan memang dari 3 tahun terakhir daya dukung dan daya tampung Latimojong mulai menurun signifikan, seraya dengan penurunan tutupan lahan di pegunungan tersebut, khususnya di Kabupaten Luwu. Makanya setiap wilayah itu dilanda intensitas hujan tinggi terjadi banjir dan longsor, kemudian daerah Wajo dan Sidrap juga terkena dampaknya,” ungkapnya

Amien juga mengatakan bahwa penurunan tutupan hutan di Gunung Latimojong disebabkan oleh massifnya aktivitas tambang emas, baik legal maupun ilegal. 

BACA JUGA: Banjir Bandang di Pekalongan Memakan Korban, 2 Orang Hanyut

70% dari pembukaan lahan di wilayah tersebut disebabkan oleh aktivitas tambang emas, sementara 30% lainnya adalah untuk perkebunan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Fabio Di Giannantonio: Kondisi Tubuh 85% Pasca Operasi Cedera Bahu

“Nah kita lihat ada dua kegiatan di sana, pertama adalah pertambangan dan kegiatan perkebunan masyarakat. Tapi kalau persentasenya hampir 70% pembukaan lahan di Luwu itu kegiatan pertambangan, karena 3 tahun terakhir kami catat kegiatan pertambangan baik ilegal maupun non legal yang dilakukan di Kabupaten Luwu secara massif, dan pertambangan itu adalah pertambangan emas yah. 30% itu pembukaan lahan perkebunan masyarakat,” ucapnya.

 Amien menjelaskan aktivitas pertambangan yang dilakukan di wilayah Latimojong telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. 

Pembukaan lahan hingga pengerukan dinding sungai membuat air meluap dan akhirnya menyebabkan banjir bandang. 

“Kegiatan itu (tambang emas) mengeruk tebing-tebing sampai kemudian mengeruk dinding sungai, itu menyebabkan luapan air sungai semakin deras kala musim hujan. Saya kira itulah penyebab utamanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Isu Tangerang Pecah Bentuk 2 Calon DOB Mencuat, Wacana Cisauk Hingga Curug Gabung Kota Baru 175,13 km2

Oleh karena itu, Amien menyarankan agar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu menghasilkan peta daerah rawan bencana. Dia juga mendesak agar bentang alam yang ada di Gunung Latimojong segera diperbaiki dan dipulihkan.

“Pemprov maupun Pemda Luwu wajib membuat peta daerah rawan bencana yang detail dan terperinci, kemudian mensosialisasikannya secara luas, ini agar masyarakat bisa waspada dan memitigasi dirinya secara mandiri, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Selanjutnya memulihkan bentang alam pegunungan Latimojong, khususnya memulihkan tutupan lahan hutannya,” tandasnya

Berita Terkait

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024
BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!
Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!
Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya
Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!
Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?
2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi
Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?

Berita Terkait

Saturday, 10 October 2026 - 11:33 WIB

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

Saturday, 10 October 2026 - 11:21 WIB

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

Friday, 9 October 2026 - 07:17 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

Friday, 9 October 2026 - 06:00 WIB

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

Thursday, 8 October 2026 - 09:47 WIB

Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!

Berita Terbaru