Resbob Resmi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Begini Kronologi Lengkapnya

- Redaksi

Thursday, 18 December 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Resbob Resmi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Resbob Resmi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

SwaraWarta.co.id – YouTuber dan streamer Adimas Firdaus, dikenal sebagai Resbob, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat atas kasus ujaran kebencian yang menghina Suku Sunda dan suporter Persib Bandung, Viking.

Penetapan ini menandai puncak dari proses hukum cepat yang berlangsung hanya dalam beberapa hari setelah video kontroversialnya viral.

Kronologi Penetapan Tersangka Resbob

Kasus ini berawal saat video siaran langsung Resbob yang mengandung hinaan terhadap Suku Sunda dan Viking Persib menyebar di media sosial. Pada Jumat, 12 Desember 2025, Viking Persib Club (VPC) secara resmi melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Siber Polda Jabar. Polisi kemudian bergerak cepat untuk melacak dan menangkap Resbob.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria bernama lengkap Muhammad Adimas Firdaus Putra Nasihan ini akhirnya diamankan di wilayah Jawa Timur pada Senin, 15 Desember 2025, sebelum dibawa ke Bandung untuk menjalani pemeriksaa. Proses hukum berjalan cepat. Setelah menggelar perkara dan mengantongi dua alat bukti yang cukup, yaitu keterangan saksi dan ahli, Polda Jabar resmi menaikkan status Resbob menjadi tersangka pada Rabu, 17 Desember 2025.

Baca Juga :  Infinix GT 30 Pro Resmi Hadir di Indonesia, Siap Temani Pengguna Aktif dan Gamers

Motivasi dan Pasal yang Dijerat

Menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, motivasi Resbob melakukan ujaran kebencian adalah untuk mendapatkan saweran atau uang dari penonton saat siaran langsung. Ia menyadari bahwa konten bernada kebencian tersebut berpotensi viral, yang akan mendatangkan banyak penonton dan keuntungan finansial.

Atas perbuatannya, Resbob dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal ini mengatur larangan penyebaran informasi elektronik yang mengandung muatan kebencian berdasarkan SARA. Ancaman hukuman yang dihadapi Resbob mencapai 6 tahun penjara, bahkan dapat diperberat hingga 10 tahun penjara.

Dampak Langsung dan Reaksi Publik

Selain proses hukum, Resbob juga menerima dampak langsung dari tindakannya. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) tempatnya menempuh pendidikan, telah menjatuhkan sanksi Drop Out (DO) kepadanya. Pihak kampus menilai pernyataan Resbob tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan karakter institusi.

Baca Juga :  Doa Terhindar dari Ain, Terapkan Biar Terhindar dari Marabahaya

Kasus ini pun mendapatkan sorotan luas. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan kemarahan dan mendesak kepolisian untuk segera bertindak karena ucapan Resbob dinilai berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Sementara itu, kuasa hukum Viking Persib Club menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan profesional Polda Jabar dalam menangani laporan mereka.

Pelajaran bagi Publik

Kasus Resbob menjadi pengingat keras bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital memiliki batasan hukum. Ujaran kebencian yang menyasar suku, agama, ras, atau golongan tertentu merupakan tindakan pidana yang serius. Setiap konten yang diunggah ke internet dapat memiliki konsekuensi nyata, baik secara hukum maupun sosial.

Proses hukum terhadap Resbob masih berlanjut, dengan polisi menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyebaran video tersebut. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat, terutama kreator konten digital, untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap unggahan dan pernyataan di ruang publik daring.

Baca Juga :  Jelaskan Teori-teori Tentang Asal Muasal Nenek Moyang Bangsa Indonesia, Tuliskan Juga Kelemahan-kelamahan Tiap Teori?

Berita Terkait

IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya
Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran
Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!
BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!
VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!
Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!
Bikin Penasaran! Ini Cara Mengusulkan PIP di SIPINTAR Biar Pasti Cepat Cair!
Pemerintah Bagi-bagi HP Gratis, Bansos Bakal Langsung Cair ke Rekening!

Berita Terkait

Saturday, 17 October 2026 - 11:36 WIB

IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Saturday, 17 October 2026 - 08:12 WIB

Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran

Friday, 16 October 2026 - 08:30 WIB

Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!

Friday, 16 October 2026 - 07:50 WIB

BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!

Thursday, 15 October 2026 - 11:17 WIB

VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!

Berita Terbaru