MASINIS Kereta Api, Mengenal Adanya Budaya Tunjuk Dalam Melakukan Pekerjaan, Gerakan Tunjuk Dilakukan Dengan Cara Menunjuk Dan Menyebut Status

- Redaksi

Tuesday, 11 November 2025 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Api (Dok. Ist)

Kereta Api (Dok. Ist)

Bagi kalian yang sedang mencari referensi jawaban soal Masinis Kereta Api, mengenal adanya budaya tunjuk dalam melakukan pekerjaan, gerakan tunjuk dilakukan dengan cara menunjuk dan menyebut status indikator, silahkan simak artikel ini sampai selesai.

Artikel ini berisi jawaban soal Masinis Kereta Api, mengenal adanya budaya tunjuk dalam melakukan pekerjaan, gerakan tunjuk dilakukan dengan cara menunjuk dan menyebut status indikator.
Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, silahkan simak pembahasan berikut ini.


Soal Lengkap

Masinis Kereta Api mengenal adanya budaya tunjuk dalam melakukan pekerjaan. Gerakan tunjuk dilakukan dengan cara menunjuk dan menyebut status indikator.
Gerakan ini tak hanya dilakukan oleh masinis, tetapi juga oleh petugas Kereta Api Indonesia (KAI) seperti kondektur, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan petugas penjaga perlintasan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk selalu memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Di sisi lain, gerakan tunjuk-sebut juga membantu menjaga konsentrasi para petugas agar terhindar dari kesalahan fatal.

Menariknya, sistem tunjuk-sebut pertama kali dikembangkan oleh Biro Administrasi Kereta Api Kobe, Jepang, pada awal abad ke-20. Meskipun sempat dianggap metode yang “konyol” oleh sebagian kalangan Barat, penelitian menunjukkan bahwa gerakan tunjuk-sebut mampu mengurangi kesalahan kerja hingga 85%.

Baca Juga :  Tips Membuat Khutbah Jumat Singkat 5 Menit, Terapin Biar Jamaah Tidak Bosan

Berdasarkan Kasus di Atas, Berikut Jawaban dari Pertanyaan

1. Termasuk Teknik Formalisasi Apa yang Dilakukan oleh Masinis Saat Melakukan Tunjuk Sebut?

Gerakan tunjuk sebut yang dilakukan oleh masinis termasuk dalam teknik formalisasi prosedural (standard operating procedure / SOP).
Formalisasi jenis ini berfokus pada pembakuan langkah-langkah kerja untuk menjamin ketepatan, keamanan, dan efisiensi.

Dalam konteks masinis, setiap tindakan seperti menunjuk indikator tekanan, sinyal, atau posisi tuas kendali sambil menyebutkan statusnya merupakan bentuk penerapan SOP keselamatan kerja.
Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko kelalaian manusia (human error) dan memastikan semua proses dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Contoh penerapan formalisasi ini di lapangan adalah:

  • Masinis menunjuk indikator tekanan rem, lalu menyebutkan status “tekanan normal”.

  • Sebelum berangkat, masinis menunjuk sinyal hijau sambil menyebut “sinyal aman, siap jalan”.

Tindakan ini tidak hanya mempertegas fokus kerja, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme verifikasi diri agar tidak ada tahapan penting yang terlewat.


2. Berikan Contoh Peraturan untuk Penumpang Kereta Api

Dalam dunia perkeretaapian, peraturan untuk penumpang juga merupakan bentuk formalisasi dalam bidang pelayanan dan keselamatan publik.
Beberapa contoh peraturan yang berlaku di lingkungan PT KAI antara lain:

  • Penumpang wajib memiliki tiket resmi dan identitas diri yang sesuai saat naik kereta.

  • Dilarang merokok di dalam kereta, termasuk di toilet dan sambungan antar gerbong.

  • Tidak diperbolehkan membawa barang berbahaya, seperti bahan mudah terbakar, senjata tajam, atau benda yang berpotensi menimbulkan ledakan.

  • Penumpang wajib mematuhi petunjuk keselamatan dari petugas dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.

  • Penumpang harus datang tepat waktu minimal 30 menit sebelum keberangkatan untuk proses check-in.

  • Dilarang turun atau naik di luar stasiun pemberhentian resmi.

Baca Juga :  Bagaimana Dampak Perbedaan Waktu Bagi Masyarakat Indonesia? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Semua peraturan ini merupakan bagian dari sistem formalisasi pelayanan dan keselamatan, yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama perjalanan kereta berlangsung.


3. Program Orientasi untuk Masinis Baru Termasuk Teknik Formalisasi Apa?

Program orientasi untuk masinis baru termasuk dalam teknik formalisasi pelatihan dan pembinaan pegawai (training formalization).
Tujuan dari program ini adalah memastikan setiap masinis baru memahami:

  • Prosedur standar operasional (SOP) kerja di lapangan,

  • Prinsip keselamatan dan pelayanan,

  • Etika dan budaya kerja di lingkungan PT KAI, termasuk budaya tunjuk-sebut.

Dalam praktiknya, orientasi ini biasanya mencakup:

  • Pelatihan teknis tentang sistem kendali kereta, sinyal, dan komunikasi antarstasiun.

  • Simulasi kondisi darurat, seperti gangguan sinyal, rem mendadak, atau bencana alam.

  • Pendampingan langsung (mentoring) oleh masinis senior di lapangan.

Baca Juga :  Lagi, Aksi Bullying Anak SD! Kali Ini di Bekasi, Korban Meninggal

Program ini menunjukkan bagaimana KAI membakukan proses pelatihan dan penanaman nilai-nilai kerja profesional, agar seluruh pegawai memiliki standar kompetensi dan tanggung jawab yang sama.


Kesimpulan

Budaya tunjuk-sebut yang diterapkan oleh masinis dan petugas KAI adalah salah satu bentuk formalisasi prosedural yang sangat efektif dalam mengurangi kesalahan kerja dan meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Selain itu, penerapan peraturan bagi penumpang dan program orientasi bagi pegawai baru menunjukkan bahwa formalisasi dalam organisasi bukan hanya tentang aturan tertulis, tetapi juga mencakup pembiasaan perilaku profesional dan disiplin tinggi di setiap lini kerja.

Melalui kombinasi ketiganya, PT KAI berhasil membangun budaya kerja yang berfokus pada keselamatan, ketelitian, dan tanggung jawab sosial.


Referensi:

  • PT Kereta Api Indonesia (KAI). (2023). Pedoman Budaya Keselamatan dan Prosedur Operasional Standar Masinis.

  • Kompas.com. (2022). Gerakan Tunjuk-Sebut: Cara Jepang Kurangi Kesalahan Kerja hingga 85%.

  • Modul Manajemen Keselamatan Kerja, KAI Training Center (2024).

Berita Terkait

Bagaimana Cara Memberikan Bantuan pada Teman Saat Melakukan Headstand? Berikut ini Penjelasannya!
Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas? Jelaskan Alasannya!
Apa Itu Bencana Nasional? Memahami Kriteria dan Dampaknya di Indonesia
Mengapa Manusia untuk Hidup dan Bertumbuh Perlu Bernafas? Berikut Pembahasannya!
Menurut Kalian Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Berikut ini Penjelasannya!
Bagaimana Jika Sekitarmu Ada Seseorang yang Secara Tidak Sadar Memiliki Kecenderungan NPD?
3 Cara Mendapatkan Akun SIMPKB untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
Bagaimana Keberagaman yang Dimiliki Masyarakat Indonesia? Simak Pembahasannya!

Berita Terkait

Sunday, 11 January 2026 - 15:01 WIB

Bagaimana Cara Memberikan Bantuan pada Teman Saat Melakukan Headstand? Berikut ini Penjelasannya!

Sunday, 11 January 2026 - 13:02 WIB

Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas? Jelaskan Alasannya!

Saturday, 10 January 2026 - 15:12 WIB

Apa Itu Bencana Nasional? Memahami Kriteria dan Dampaknya di Indonesia

Saturday, 10 January 2026 - 10:18 WIB

Mengapa Manusia untuk Hidup dan Bertumbuh Perlu Bernafas? Berikut Pembahasannya!

Friday, 9 January 2026 - 16:59 WIB

Menurut Kalian Mengapa Kita Tidak Merasakan Bumi Berputar? Berikut ini Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara Mengatasi Live IG yang Error

Teknologi

5 Cara Mengatasi Live IG yang Error agar Lancar dan Jernih

Sunday, 11 Jan 2026 - 11:06 WIB