Gorontalo Diterjang Banjir, Sejumlah Pemukiman Terendam

- Redaksi

Sunday, 14 July 2024 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.idBencana alam kembali melanda Nusantara, sekali ini adalah banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yang telah merendam pemukiman dan perkebunan milik warga sejak Sabtu (13/7).

Banjir ini terjadi mulai pukul 15.00 WITA pada hari Sabtu akibat luapan Sungai Limbato yang disebabkan oleh curah hujan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Limbato, Udin Lauposo, menginformasikan pada hari Minggu bahwa pemukiman dan kebun warga terendam dengan ketinggian air yang mencapai dua meter di beberapa tempat.

Menurut Udin Lauposo, banjir saat ini mulai surut, namun cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan.

Seluruh kepala dusun sedang bergerak untuk mendata jumlah warga yang terdampak, rumah yang terendam, dan kerugian yang ditimbulkan.

Data ini akan segera dilaporkan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten setelah terkumpul.

Baca Juga :  3 Daftar Nama Pemain Naturalisasi yang Hengkang dari Klub, Salah Satunya Ada Nama Thom Haye

Udin Lauposo menjelaskan bahwa pasca-banjir bandang yang terjadi pada Maret 2024, wilayah tersebut sangat berpotensi mengalami banjir.

Banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir kedua yang melanda desa di wilayah tersebut setelah banjir bandang sebelumnya.

Kondisi ini dipicu oleh keadaan sungai yang telah rata dengan jalan atau perkebunan.

Udin Lauposo menyatakan bahwa pembangunan tanggul Sungai Limbato yang diperkirakan mencapai satu kilometer sangat diperlukan untuk mencegah luapan air sungai masuk ke pemukiman dan perkebunan yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Mengingat curah hujan yang tinggi hanya dalam beberapa jam saja dapat menyebabkan air sungai meluber ke perkebunan, jalan utama desa, dan pemukiman warga, diperlukan penanganan yang serius.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Limbato memerlukan penanganan segera untuk mencegah wilayah tersebut menjadi langganan banjir.

Baca Juga :  Apple Pertimbangkan Akuisisi Perplexity AI untuk Kembangkan Mesin Pencari Berbasis Kecerdasan Buatan

Camat Tolinggula, Tony Abas, menambahkan bahwa banjir melanda wilayah tersebut, khususnya di titik-titik yang menjadi langganan banjir.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi sejak Sabtu sore. Selain itu, terjadi pula longsor di perbatasan antara Desa Limbato dan Papualangi.

Tony Abas menginformasikan bahwa upaya penanganan banjir sedang dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.

Pemerintah kecamatan dan kabupaten telah dikoordinasikan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak dan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi akibat banjir dan longsor.

Penanganan darurat dan evakuasi warga dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Banjir di Kecamatan Tolinggula menunjukkan bahwa wilayah ini sangat rentan terhadap bencana alam, terutama banjir dan longsor.

Kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya bencana ini.

Baca Juga :  Rasa Menyesal dan Bersalah Pertanda di Cintai Allah SWT?

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang, termasuk pembangunan infrastruktur yang memadai seperti tanggul dan sistem drainase yang efektif.

Dalam jangka panjang, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif untuk mengurangi dampak bencana alam di wilayah ini.

Edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana, juga sangat penting.

Masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan dampak yang ditimbulkan.

Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah serta partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Tolinggula dapat lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam.

Banjir dan longsor yang terjadi dapat menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.***

Berita Terkait

Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS
Menjalani Ibadah di Bulan Suci: Sudah Berapa Hari Puasa Berjalan?
Terungkap! Jejak Kelam KDRT Ibu Tiri Nizam Syafei yang Sempat Damai Kini Berujung Maut
Heboh! Link Video Ibu Kost Halmahera Diduga Ibu Kost Rudapaksa Anak Kos Viral Dicari-Cari, Benarkah Videonya Asli? Select 81 more words to run Humanizer.
Viral! Video Chindo Adidas Bikin Netizen Heboh, Link Full HD-nya Bikin Kaget!
Kenapa IHSG Turun Hari Ini? Intip Penyebab dan Analisis Pasarnya!
Petinggi Kartel Tewas, Piala Dunia 2026 di Mexico Terancam Batal?
Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4

Berita Terkait

Thursday, 26 February 2026 - 16:17 WIB

Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS

Wednesday, 25 February 2026 - 18:04 WIB

Menjalani Ibadah di Bulan Suci: Sudah Berapa Hari Puasa Berjalan?

Wednesday, 25 February 2026 - 12:15 WIB

Terungkap! Jejak Kelam KDRT Ibu Tiri Nizam Syafei yang Sempat Damai Kini Berujung Maut

Wednesday, 25 February 2026 - 12:12 WIB

Heboh! Link Video Ibu Kost Halmahera Diduga Ibu Kost Rudapaksa Anak Kos Viral Dicari-Cari, Benarkah Videonya Asli? Select 81 more words to run Humanizer.

Wednesday, 25 February 2026 - 12:01 WIB

Viral! Video Chindo Adidas Bikin Netizen Heboh, Link Full HD-nya Bikin Kaget!

Berita Terbaru

Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil

Lifestyle

Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil yang Perlu Dipahami

Wednesday, 25 Feb 2026 - 13:34 WIB

Bisnis Takjil Modal Kecil

Bisnis

22 Bisnis Takjil Modal Kecil: Peluang Cuan di Bulan Ramadhan

Wednesday, 25 Feb 2026 - 13:21 WIB