Krisis Air Bersih Terjadi di 3 Desa Mojokerto, 8.320 Jiwa Turut Terdampak

- Redaksi

Friday, 26 July 2024 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang mengantri air bersih (Dok. Ist)

Warga yang mengantri air bersih (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Seperti tahun-tahun sebelumnya, tiga desa di Kabupaten Mojokerto mengalami kekeringan selama musim kemarau. Kekeringan ini menyebabkan sedikitnya 8.320 jiwa mengalami krisis air bersih.

Desa Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro mengalami dampak paling parah, dengan 1.558 kepala keluarga (KK) atau 4.937 jiwa yang kesulitan mendapatkan air bersih.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Tak Kunjung Turun Hujan, Kemarau jadi Tantangan Tersendiri Bagi Petani Kacang-kacangan 

Krisis ini berdampak pada 850 KK atau 1.625 jiwa di Dusun Kunjoro dan 708 KK atau 3.312 jiwa di Dusun Kandangan.

Seorang warga Dusun Kandangan, Auliyah (48), mengatakan bahwa krisis air bersih ini telah berlangsung sejak Mei 2024, ketika musim kemarau dimulai.

Selama musim hujan, warga biasanya menampung air hujan di kolam untuk keperluan mandi, mencuci, dan memasak.

Baca Juga :  Polresta Sleman Selidiki Tiga Orang Terkait Penggantian Plat Nomor Polisi Mobil BMW

“Tidak ada sumber air sejak dulu. Dibor pun terhalang batu. Kami berharap bantuan air terus dikirim ke sini,” terangnya, Kamis (25/7).

Krisis air bersih juga melanda Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, dengan 597 KK atau 1.861 jiwa yang terdampak.

Di desa ini, 305 KK atau 996 jiwa tinggal di Dusun Buluresik dan 292 KK atau 865 jiwa di Dusun Gajah Mungkur.

Desa Duyung di Kecamatan Trawas juga terkena dampak kekeringan, dengan 483 KK atau 1.522 jiwa mengalami krisis air bersih. Terdiri dari 253 KK atau 789 jiwa di Dusun Bantal dan 230 KK atau 702 jiwa di Dusun Duyung.

Ketiga desa ini terletak di kaki Gunung Penanggungan. Menurut Abdul Khakim, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, tidak ada sumber air di Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah.

Baca Juga :  Bos Angkringan di Jombang Divonis Penjara karena Perkosa Anak Buahnya

Warga Dusun Kunjoro biasanya mengandalkan pasokan air dari Dusun Bantal yang disalurkan melalui pipa.

Namun, saat musim kemarau, sumber air di Dusun Bantal semakin menipis, sehingga warga di sana juga mengalami krisis air bersih.

“Di Desa Duyung, sumber air yang ada tidak mencukupi kebutuhan masyarakat saat musim kemarau,” jelas Khakim.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Kabupaten Mojokerto berencana mencari sumber air tambahan bagi warga Desa Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah.

Namun, pengeboran terhambat biaya dan teknologi karena air berada di kedalaman 200 meter dengan lapisan tanah yang penuh bebatuan besar.

“Kami ajukan pemgambilan air dari Dlundung, Desa Ketapanrame, Trawas dibawa ke situ. Namun, masih dikaji biayanya. Belum lagi masyarakat setempat apakah membolehkan,” cetusnya

Baca Juga :  Sah! Rokok Bakal Naik Mulai 1 Januari, Segini HET

Baca Juga: Penyebab Perubahan Potensi Sumber Daya Alam: Ancaman Nyata bagi Keberlanjutan

Sementara itu, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati telah mengeluarkan surat keputusan tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan mulai 19 Juni hingga 15 November 2024.

Menurut Khakim, pihaknya mengirimkan 10 tangki air bersih setiap hari, dengan masing-masing tangki berkapasitas 4.000 liter.

Desa Kunjorowesi mendapatkan jatah 4 tangki per hari, sementara Desa Manduro Manggung Gajah dan Duyung masing-masing mendapatkan 3 tangki.

“Kami droping air bersih 30 hari, mulai 1 Juli sampai 3 Agustus 2024. Jadi, setiap harinya 10 tangki, droping dari pagi sampai siang,” tandasnya.

Berita Terkait

Greenland dalam Sorotan: Mengapa Amerika Serikat Begitu Berambisi Menguasainya?
Mudah dan Cepat! Begini Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Terbaru 2026
Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Kapan Cair? Simak Info Resmi dan Cara Ceknya
3 Jet Tempur Rafale Segera Mendarat di Indonesia, TNI AU Tingkatkan Kekuatan Udara
Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump
Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Berita Terkait

Tuesday, 13 January 2026 - 10:16 WIB

Greenland dalam Sorotan: Mengapa Amerika Serikat Begitu Berambisi Menguasainya?

Monday, 12 January 2026 - 14:41 WIB

Mudah dan Cepat! Begini Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Terbaru 2026

Saturday, 10 January 2026 - 15:41 WIB

Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Kapan Cair? Simak Info Resmi dan Cara Ceknya

Saturday, 10 January 2026 - 10:09 WIB

3 Jet Tempur Rafale Segera Mendarat di Indonesia, TNI AU Tingkatkan Kekuatan Udara

Friday, 9 January 2026 - 16:16 WIB

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

Berita Terbaru

Cara Melihat Spek Laptop

Teknologi

Cara Melihat Spek Laptop dengan Mudah, Lengkap untuk Pemula!

Tuesday, 13 Jan 2026 - 14:28 WIB

 Cara Registrasi Akun SNPMB Siswa

Pendidikan

Tips Cara Registrasi Akun SNPMB Siswa untuk Persiapan Masuk PTN

Tuesday, 13 Jan 2026 - 10:06 WIB