Iran Menolak Gagasan Perdamaian yang Digaungkan Donald Trump

- Redaksi

Tuesday, 24 June 2025 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Menolak Gagasan Perdamaian yang Digaungkan Donald Trump

Iran Menolak Gagasan Perdamaian yang Digaungkan Donald Trump

SwaraWarta.co.id – Presiden AS Donald Trump melalui akun media sosialnya mengumumkan telah tercapai gencatan senjata penuh dan total antara Israel dan Iran.

Trump menyatakan bahwa Iran akan menghentikan penyerangan dalam enam jam, dan Israel mengikuti enam jam kemudian, sebagai bagian dari “Complete and Total Ceasefire” yang digambarkannya sebagai suatu pencapaian diplomatik besar.

Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh pejabat Iran. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima proposal gencatan senjata resmi, dan Iran belum menandatangani kesepakatan apa pun.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Araghchi menyatakan bahwa Iran mungkin akan menghentikan operasi militer hanya jika dan ketika Israel benar‑benar menghentikan serangannya terlebih dahulu.

Baca Juga :  Donald Trump Unggul Sementara di Pilpres AS 2024, Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia

Untuk saat ini, kata-kata itu bukan sebuah perjanjian, melainkan “kesediaan untuk merespons de‑eskalasi”.

Kebingungan ini muncul di tengah eskalasi konflik yang telah memasuki hari ke‑12, sejak dimulainya serangkaian serangan udara Israel terhadap situs nuklir Iran pada 13 Juni.

Iran membalas dengan serangan rudal balistik, termasuk serangan simbolis ke pangkalan militer AS di Qatar, sebagian besar berhasil dicegat, dan dilaporkan tanpa korban jiwa .

Trump merespons dengan memuji tindakan Iran sebagai “sangat lemah” dan menyambut baik “advance notice” dari Iran sebelum serangan ke pangkalan AS, dengan menyebutnya sebagai bukti kesiapan wilayah itu untuk melangkah pada perdamaian .

Namun demikian, jawaban resmi dari Iran tetap keras: tidak ada gencatan senjata formal. Iran menegaskan bahwa gencatan hanya akan terjadi kalau Israel benar‑benar menghentikan agresinya. Menurut Reuters, “pertanyaan besar tetap ada mengenai klaim Trump soal gencatan senjata” karena Iran dan Israel belum saling konfirmasi.

Baca Juga :  Trump Punya Rencana Akhiri Perang Rusia- Ukraina

Analis menyoroti bahwa pernyataan Trump lebih berfungsi sebagai upaya diplomatik untuk menyudahi konflik daripada realisasi kesepakatan yang sah.

Iran tampaknya menggunakan pendekatan yang disusun dengan hati-hati melaksanakan serangan simbolis tanpa eskalasi penuh, dan menunggu tindakan nyata dari pihak Israel sebelum masuk ke penghentian penuh .

Singkatnya, sementara Trump menggemborkan perdamaian dan gencatan senjata, realitas di lapangan dengan klaim Iran yang bertolak belakang menunjukkan bahwa perdamaian tersebut belum tercapai. Iran tetap menolak perundingan formal dan tidak berhenti beroperasi sampai agresi Israel benar‑benar dihentikan.

Berita Terkait

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya

Berita Terkait

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terbaru