Bagaimana Sistem Kepercayaan pada Masa Perundagian? Berikut ini Penjelasannya!

- Redaksi

Friday, 31 October 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem kepercayaan pada masa Perundagian

Sistem kepercayaan pada masa Perundagian

SwaraWarta.co.id – Bagaimana sistem kepercayaan pada masa perundagian? Masa Perundagian, yang dikenal juga sebagai Zaman Logam atau Zaman Besi, menjadi periode akhir dari masa prasejarah di Indonesia.

Meskipun masyarakat pada masa ini sudah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam teknologi peleburan dan pembuatan perkakas logam, sistem kepercayaan yang dianut ternyata masih melanjutkan tradisi dari masa sebelumnya.

Lantas, bagaimana sistem kepercayaan pada masa perundagian? Jawabannya terletak pada keyakinan animisme dan dinamisme, serta penghormatan yang mendalam terhadap leluhur dan benda-benda berkekuatan gaib.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Pilar Utama Kepercayaan: Animisme dan Dinamisme

Pada dasarnya, sistem kepercayaan masyarakat Perundagian ditopang oleh dua konsep utama:

  1. Animisme: Kata ini berasal dari bahasa Latin anima yang berarti roh. Masyarakat Perundagian meyakini bahwa setiap benda di alam mulai dari gunung, gua, pohon besar, hingga bebatuan memiliki kekuatan supranatural yang dihuni oleh roh, terutama roh nenek moyang atau roh halus.
    • Roh-roh ini dipercaya dapat dipanggil dan dimintai pertolongan, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan kesuburan pertanian. Hal ini menumbuhkan praktik pemujaan dan pemberian sesajen.
  2. Dinamisme: Ini adalah kepercayaan terhadap benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan magis atau tenaga gaib. Kekuatan ini bukanlah roh, melainkan zat atau daya yang dapat membantu manusia dalam menjalani hidup. Benda-benda seperti nekara perunggu, kapak upacara, atau pusaka lainnya seringkali dianggap memiliki kekuatan dinamis ini, yang menjadikannya sangat dihormati dan digunakan dalam berbagai ritual penting.
Baca Juga :  Cara Menggunakan Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Sekolah: Panduan untuk Guru dan Siswa

Pengaruh Kepercayaan pada Kebudayaan dan Ritual Kematian

Pengaruh sistem kepercayaan ini sangat terlihat dalam kebudayaan material dan praktik ritual yang berkembang:

  • Pemujaan Leluhur: Penghormatan kepada arwah nenek moyang menjadi hal yang sangat menonjol. Arwah leluhur dianggap memengaruhi perjalanan hidup manusia dan masyarakat, sehingga harus diperhatikan dan dipuaskan melalui upacara-upacara pemujaan yang teratur.
  • Budaya Penguburan: Terkait erat dengan kepercayaan akan kehidupan setelah mati dan roh leluhur, masa Perundagian sudah mengenal budaya penguburan. Terdapat dua pola penguburan yang dikenal:
    • Penguburan Langsung (Primary Burial).
    • Penguburan Tidak Langsung (Secondary Burial), di mana tulang belulang yang tersisa akan dikuburkan kembali dalam wadah seperti tempayan atau sarkofagus.
  • Benda Upacara: Hasil-hasil kebudayaan logam seperti Nekara Perunggu dan Moko tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan perangkat upacara yang memiliki daya magis religius untuk memanggil hujan, atau memohon berkat kepada leluhur.
Baca Juga :  Kumpulan Doa agar Terhindar dari Godaan Setan, Anak Muda Wajib Tahu!

Secara ringkas, sistem kepercayaan pada masa Perundagian adalah kelanjutan dari masa sebelumnya, yang berpusat pada animisme (kepercayaan pada roh penghuni alam dan leluhur) dan dinamisme (kepercayaan pada kekuatan magis benda). Kepercayaan ini menjadi dasar penting yang membentuk tata sosial, praktik pemakaman, dan hasil-hasil kebudayaan seperti alat-alat upacara dari perunggu yang kaya nilai religius.

 

Berita Terkait

PANCASILA Sebagai Paradigma Pembangunan Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Kebijakan Negara, Tetapi Juga Melalui Tindakan Nyata Setiap Warga Negara
DALAM Konteks Perusahaan Multinasional Yang Beroperasi Di Berbagai Negara Dengan Budaya Yang Beragam, Struktur Organisasi Memainkan Peran Penting
Bagaimana Kita dapat Membuat Lingkungan Sekolah Menjadi Lebih Sejahtera? Berikut Pembahasannya!
Jelaskan Konsep Qanaah dan Bagaimana Penerapannya dapat Membantu Menghindari Pelaku Konsumtif?
Jelaskan Dua Hikmah Dibalik Peristiwa Hijrah? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman? Berikut ini Penjelasannya!
Mengapa Sistem Politik Juga Menjadi Salah Satu Strategi dalam Penyebaran Islam di Indonesia?
Bagaimana Cara Sebuah Editorial Mempengaruhi Pembaca? Simak Penjelasannya Berikut ini!

Berita Terkait

Friday, 28 November 2025 - 18:54 WIB

PANCASILA Sebagai Paradigma Pembangunan Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Kebijakan Negara, Tetapi Juga Melalui Tindakan Nyata Setiap Warga Negara

Friday, 28 November 2025 - 18:51 WIB

DALAM Konteks Perusahaan Multinasional Yang Beroperasi Di Berbagai Negara Dengan Budaya Yang Beragam, Struktur Organisasi Memainkan Peran Penting

Friday, 28 November 2025 - 11:23 WIB

Bagaimana Kita dapat Membuat Lingkungan Sekolah Menjadi Lebih Sejahtera? Berikut Pembahasannya!

Thursday, 27 November 2025 - 19:52 WIB

Jelaskan Dua Hikmah Dibalik Peristiwa Hijrah? Mari Kita Bahas!

Thursday, 27 November 2025 - 17:16 WIB

Bagaimana Ajaran Islam Memandang Kerukunan dalam Keberagaman? Berikut ini Penjelasannya!

Berita Terbaru

Pelajari cara memilih cushion sesuai jenis kulit dan undertone agar hasil makeup lebih natural, tidak abu-abu, dan nyaman dipakai sepanjang hari.

Lifestyle

Baru Tahu? Begini Cara Pilih Cushion Sesuai Jenis Kulit!

Friday, 28 Nov 2025 - 13:23 WIB