Inilah Penyebab Industri Pengolahan Karet Dalam Negeri Banyak yang Tutup

- Redaksi

Wednesday, 24 January 2024 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah Satu Pabrik Pengolahan Karet-SwaraWarta.co.id (Sumber: Bisnis.com)

SwaraWarta.co.idIndustri pengolahan karet di dalam negeri mengalami tantangan serius dengan penurunan produksi yang terus berlangsung sejak tahun 2018.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan, beberapa pabrik pengolahan karet di dalam negeri harus menutup pintunya akibat kondisi ini.

Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia, Erwin Tunas, mengidentifikasi empat penyebab utama dari penurunan produksi ini.

Pertama, harga karet yang stagnan menjadi salah satu penyebab utama.

Ketidakmampuan harga karet untuk naik telah memberikan tekanan tambahan pada pabrik pengolahan, mempengaruhi kesejahteraan industri secara keseluruhan.

Kondisi ini memaksa produsen untuk mencari cara-cara inovatif untuk tetap bersaing di pasar.

Baca Juga :  SE Baru Pemprov Jatim: Kesempatan Kerja Kini Lebih Setara untuk Semua Usia

Kedua, serangan penyakit gugur daun menjadi faktor yang signifikan dalam penurunan produktivitas kebun karet.

Gangguan ini mengakibatkan turunnya hasil panen, mengurangi pasokan bahan baku yang vital untuk pabrik pengolahan.

Upaya pencegahan dan penanganan penyakit menjadi kunci untuk memastikan kesehatan kebun karet dan menjaga tingkat produksi yang optimal.

Ketiga, kurangnya tenaga kerja penyadap juga memberikan dampak serius.

Penyadap karet memiliki peran krusial dalam proses pengumpulan getah karet dari pohon-pohon karet.

Jika tenaga kerja ini kurang, produksi karet terganggu dan berpotensi menurun secara drastis.

Pelatihan dan motivasi untuk para penyadap karet mungkin menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah ini.

Keempat, konversi kebun karet ke tanaman lain telah menyumbang pada penurunan produksi.

Baca Juga :  Cloevkids: Trendi dan Bergaya

Kebun karet yang beralih fungsi ke tanaman lain dapat mengakibatkan kurangnya pasokan bahan baku untuk pabrik pengolahan karet.

Diperlukan kebijakan yang tepat untuk menjaga keberlanjutan kebun karet dan mencegah konversi yang berlebihan.

Erwin Tunas, dalam pernyataannya kepada CNBC Indonesia, menjelaskan bahwa pabrik pengolahan karet yang menghasilkan crumb rubber (SIR) menjadi salah satu yang paling terdampak. Utilisasi pabrik tersebut terus menurun hingga di bawah 50% kapasitas produksi.

Dalam rentang waktu enam tahun sejak 2018, 48 pabrik crumb rubber telah ditutup, menyisakan 104 pabrik yang masih beroperasi dari total 152.

Meskipun kondisi saat ini menunjukkan tantangan serius, Erwin Tunas tetap memandang peluang positif untuk industri pengolahan karet ke depan.

Baca Juga :  Geng Motor Berbendera Amerika Teror Warga Sukabumi, Begini Kronologinya!

Dia menyebut bahwa permintaan global terus meningkat, dan dalam beberapa tahun mendatang, diperkirakan akan terjadi defisit pasokan karet alam secara global.

Pernyataan ini memberikan harapan bahwa meskipun saat ini mengalami kesulitan, industri karet di dalam negeri masih memiliki potensi pertumbuhan di masa mendatang.

Tantangan yang dihadapi industri pengolahan karet memerlukan solusi holistik, melibatkan kerjasama antara pemerintah, produsen, dan pelaku industri.

Kebijakan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, pengelolaan penyakit tanaman yang efektif, serta program pelatihan dan peningkatan keterampilan untuk tenaga kerja penyadap dapat menjadi langkah-langkah kunci dalam mengatasi penurunan produksi yang berkelanjutan.***

Berita Terkait

Mudah dan Cepat! Begini Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Terbaru 2026
Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Kapan Cair? Simak Info Resmi dan Cara Ceknya
3 Jet Tempur Rafale Segera Mendarat di Indonesia, TNI AU Tingkatkan Kekuatan Udara
Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump
Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Berita Terkait

Monday, 12 January 2026 - 14:41 WIB

Mudah dan Cepat! Begini Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Terbaru 2026

Saturday, 10 January 2026 - 15:41 WIB

Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Kapan Cair? Simak Info Resmi dan Cara Ceknya

Saturday, 10 January 2026 - 10:09 WIB

3 Jet Tempur Rafale Segera Mendarat di Indonesia, TNI AU Tingkatkan Kekuatan Udara

Friday, 9 January 2026 - 16:16 WIB

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

Thursday, 8 January 2026 - 14:31 WIB

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI

Berita Terbaru

Bagaimana Bumi Bergerak di Luar Angkasa

Pendidikan

Bagaimana Bumi Bergerak di Luar Angkasa? Simak Pembahasannya!

Monday, 12 Jan 2026 - 15:25 WIB