Pria Lulusan SMA Jadi Dokter Gadungan di RS PHC Surabaya

Aksi dokter gadungan yakni Susanto terbongkar pihak rumah sakit (FB/Aedha Topan Bersama)


SwaraWarta.co.id – Seorang pria bernama Susanto yang hanya lulusan SMA nekat melamar sebagai dokter di RS PHC Surabaya. Aksinya yang telah terbongkar, membuat Susanto harus diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi Susanto ini telah terjadi sejak bulan April 2020. Saat itu, Rumah Sakit PHC tengah membuka lowongan pekerjaan di bagian Tenaga Layanan Clinic sebagai dokter Frist Aid. Mengetahui informasi ini, Susanto memiliki keinginan untuk melamar pekerjaan tersebut.

Untuk melamar posisi itu, Susanto mencari identitas dokter secara random di sosial media. Selain itu, dirinya mencari identitas orang lain yang sesuai dengan kriteria lowongan pekerjaan tersebut.

Saat mencari identitas dokter, Susanto menemukan dan menggunkan identitas milik dr Anggi Yurikno. Kemudian dirinya hanya mengganti fotonya saja, serta menjadikan dokumen tersebut sebagai persyaratan dalam melamar pekerjaan.

Pada saat memberikan keterangan di ruang dakwaan, Susanto mengatakan bahwa dirinya mengirim dokumen tersebut ke e-mail HRD rumah sakit PHC Surabaya.

“Saya melamar via e-mail, saya dapatkan via internet file-filenya. File yang saya ambil dari internet saya buat daftar ke PHC,” ungkap Susanto saat sidang dakwaan di ruang Tirta, PN Surabaya, Senin (11/9).

Aksi penipuan yang dilakukan oleh Susanto ini nyatanya mampu membuahkan hasil sesuai harapan. Hal ini terbukti lantaran dirinya mendapatkan panggilan dari pihak PHC untuk melakukan seleksi wawancara yang dilakukan secara daring atau online.

Seleksi wawancara ini digelar bersama dengan sejumlah pelamar lainnya pada 13 Mei 2020. Ingin meyakinkan layaknya dokter sungguhan, Susanto rela memalsukan sejumlah foto dan data. Data tersebut meliputi CV, KTP, Surat Izin Praktik (SIP) dan lain-lain.

Seluruh data yang dipalsukan oleh Susanto didapatnya dari media sosial berupa Facebook dan website fullerton. “Saya gak ada edit ijazah, semua asli punya beliau. Tapi saya scan, saya ganti foto,” ujar Susanto.

Setelah lamaran yang dikirimkan lolos, Susanto diperkerjakan sebagai dokter Hiperkes di PHC Clinic. Susanti mengungkapkan selama dirinya bekerja di PHC Clinic mendapatkan upah sekitar Rp 7.500.000 per bulan. Namun hal tersebut berhenti usai aksi penipuan Susanto terbongkar pihak rumah sakit.

Aksi licik Susanto ini sudah berlangsung sekitar 2 tahun. Akibat aksi tersebut pihak rumah sakit harus mengalami kerugian hingga Rp 262.000.000. Susanto melakukan aksi penipuan tersebut dengan motif untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Simvastatin Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Samping yang Wajib Kamu Tahu

SwaraWarta.co.id - Simvastatin obat apa sih sebenarnya? Pertanyaan ini sering kali muncul ketika dokter memberikan…

2 hours ago

VIRAL! Video Sepasang Kekasih di Kontrakan Bikin Geger, Netizen: Astaga, Kok Bisa?

SwaraWarta.co.id - Jagat maya kembali dihebohkan dengan video viral yang menampilkan sepasang kekasih diduga melakukan…

2 hours ago

Cara Memakai Soda Api yang Aman dan Ampuh untuk Mengatasi Mampet

SwaraWarta.co.id - Mencari cara memakai soda api yang benar dan efektif sering kali menjadi solusi…

3 hours ago

JELASKAN DENGAN BAHASA SAUDARA SENDIRI APA YANG DIMAKSUD DENGAN E-BISNIS DAN E-COMMERCE? URAIKAN HUBUNGAN DAN PERBEDAAN UTAMA ANTARA E-BISNIS DAN E-COMMERCE!

SwaraWarta.co.id - Jelaskan dengan bahasa saudara sendiri apa yang dimaksud dengan e-bisnis dan e-commerce. Uraikan…

6 hours ago

Sebagai Mahasiswa di Era Digital, Anda Sering Menggunakan Berbagai Teknologi untuk Belajar, Berkomunikasi, dan Mencari Informasi

SwaraWarta.co.id - Sebagai mahasiswa di era digital, Anda sering menggunakan berbagai teknologi untuk belajar, berkomunikasi,…

6 hours ago

Cara Mengetahui Amper Listrik Di Curi: Tanda dan Cara Mengeceknya

SwaraWarta.co.id - Cara mengetahui amper listrik di curi menjadi hal penting yang perlu kamu pahami…

1 day ago