Categories: Berita

Pembelian Beras Dibatasi 10Kg/ Hari, Apa Alasannya?

Dokumentasi Zulkifli Hasan (Dok.Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Berita tentang pembelian beras yang dibatasi baru-baru ini tengah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Sebab akhir-akhir ini harga beras terus melambung tinggi.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar kabar tersebut, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga turut buka suara. Menurut Zulhas hal ini dilakukan untuk mencegah oknum yang suka mengoplos beras.

Saat ini sudah banyak penjual yang mengoplos beras, kemudian menjualnya kembali ke masyarakat. Menurutnya pembatasan pembelian beras di lakukan sebagai usaha untuk melawan pengoplosan beras.

“Jadi, setiap orang boleh beli beras dua kantong (5 kg) atau 10 kg, itu maksudnya mencegah agar tidak diborong kemudian dioplos,” ungkapnya saat ditemui awak media di Kemendag, Kamis (5/10).

“Ada orang sekarang dia namanya usaha, walaupun ada Satgas, ada juga yang bandel,” imbuhnya.

Apabila ada oknum yang membeli beras dalam jumlah besar dan mengoplosnya, kemudian dijual dengan harga yang mahal akan menimbulkan banyak kerugian.

Dengan adanya kebijakan ini, otomatis penjual tidak akan mengoplos beras berkualitas bagus dengan beras berkualitas medium.

“Belinya banyak dibongkar lagi, dicampur, harganya mahal. Oleh karena itu, dibuat kebijakan (bisa) beli dua (kemasan beras),” ungkap Zulhas.

“Kalau gitu dia kan nggak seberapa, (oplos beras) nggak akan terjadi. Tapi kalau dia bisa borong banyak, bisa borong 10 ton , bisa dioplos sama beras medium lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan bahwa kebijakan ini dibuat agar tidak merugikan banyak pihak. Terlebih beras premium memiliki kualitas terbaik dengan harga terjangkau.

Selain itu, kebijakan ini juga dibuat agar stok beras yang dikelola oleh pemerintah tetap aman.

“Karena ini berasnya bagus sekali, wangi. Walaupun harganya Rp 10.500, tetapi berasnya itu bagus sekali nggak kalah dari beras premium,” imbuhnya.

“Jadi, disinyalir ada yang membeli banyak, kemudian dioplos, dijual lagi kan kasian merugikan yang lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla juga turut buka suara terhadap permasalahan ini. Menurutnya, kondisi ini cukup sulit sebab masyarakat tidak bisa mengurangi porsi makan.

“Memang sulit. Beras itu bahan pokok. Kita enggak bisa kurangi makan,” ungkap Jusuf Kalla di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (4/10).

Meskipun dibatasi, menurut Jusuf Kalla pemerintah harus selalu memperhatikan pasokan beras yang tersedia.

“Jadi walaupun dibatasi, tetap yang penting supply-nya. Memang seluruh dunia alami, bukan hanya kita. Jadi kita akan usaha, jadi harus ada alternatif lah,” imbuhnya.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

6 Cara Matikan Pop Up Provider yang Sering Mengganggu di HP

SwaraWarta.co.id - Cara matikan pop up provider adalah hal yang sering dicari banyak orang karena…

13 minutes ago

Rumor Transfer Terkini: Apakah Mariano Peralta Fix ke Persib Bandung?

SwaraWarta.co.id - Bursa transfer menjelang musim kompetisi 2026/2027 kembali memanas dengan rumor kepindahan para bintang…

19 hours ago

Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

SwaraWarta.co.id – Acetylcysteine obat apa? Saat mengalami batuk berdahak yang parah, tenggorokan rasanya pasti sangat…

1 day ago

Cara Daftar Antrean Sembako KJP Online Terbaru di 2026

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara daftar antrean sembako KJP online? Bagi warga Jakarta penerima manfaat Kartu…

1 day ago

5 Cara Mengelola Uang di Usia Muda untuk Masa Depan yang Lebih Baik

SwaraWarta.co.id - Cara mengelola uang dengan bijak sejak usia muda adalah langkah paling penting untuk…

1 day ago

Ragnar Oratmangoen Resmi Bergabung dengan Persib Bandung

SwaraWarta.co.id - Persib Bandung kembali membuat kejutan di bursa transfer dengan mengumumkan secara resmi kedatangan…

1 day ago