Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Firli Bahuri Menyatakan Mundur dari Ketua KPK

Firli Bahuri Menyatakan Mundur dari Ketua KPKFirli Bahuri Menyatakan Mundur dari Ketua KPK
Firli Bahuri Menyatakan Mundur dari Ketua KPK.


SwaraWarta.co.id - Firli Bahuri resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengumuman ini terjadi pada Kamis (21/12/2023) ketika Firli menyampaikan keputusannya kepada Dewan Pengawas KPK, menandai akhir dari perjalanan yang penuh gejolak terkait dugaan pemerasan yang melibatkan mantanMenteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

"Saya menyatakan berhenti dari jabatan Ketua KPK dan tidak akan melanjutkan masa jabatan," kata Firli di Gedung Dewas KPK di Jakarta.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Ketua dan posisi pimpinan lain di KPK, Firli Bahuri menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia karena tidak dapat menyelesaikan masa jabatannya yang seharusnya berakhir pada 20 Desember 2024.

"Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena saya tidak mampu menyelesaikan dan tidak bisa melanjutkan untuk perpanjangan," ujar Firli.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menonaktifkan Firli sebagai Ketua KPK pada 24 November 2023. Selanjutnya, Nawawi Pomolango diangkat sebagai Ketua Sementara KPK.

Dalam perkembangan terbaru terkait kasus ini, Polda Metro Jaya mengumumkan pada Kamis bahwa mereka telah menyiapkan surat perintah penangkapan untuk Firli.

Keputusan ini diambil setelah Firli absen dalam panggilan pemeriksaan ketiga sebagai tersangka.

Inspektur Jenderal Karyoto, Kapolda Metro Jaya, menyatakan bahwa surat panggilan pemeriksaan kedua akan segera disampaikan kepada Firli.

Pemeriksaan ini dianggap perlu oleh pihak kepolisian karena penyidik menemukan fakta baru terkait adanya harta dan aset Firli yang belum dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).

"Jika [panggilan kedua] tidak diindahkan, pasti kami keluarkan surat perintah penangkapan," tegas Karyoto kepada wartawan di Jakarta.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Firli juga dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

"Penyidik telah membuat surat dan telah diterima, ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham terkait dengan permohonan pencegahan ke LN atas nama FB selaku Ketua KPK RI," kata Kombes Ade Safri Simanjuntak, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dalam perjalanan hukum ini, Firli sempat melawan penetapan dirinya sebagai tersangka.

Kuasa hukum Firli, Ian Iskandar, menyatakan bahwa perlawanan tersebut dilakukan karena menurut mereka, kasus ini dipaksakan.

Firli mengajukan gugatan praperadilan terkait penetapan status tersangka oleh Polda Metro Jaya. Sidang praperadilan perdana digelar pada 11 Desember 2023.

Namun, pada Selasa (19/12/2023), Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan gugatan Firli "tak berdasar" sehingga permohonan praperadilan tidak dapat diterima.

  



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter