Categories: BeritaBerita Terbaru

Kuatir Banjir Bandang Susulan, Sejumlah Warga Agam, Sumatera Barat Memilih Mengungsi

Sejumlah Warga Agam Pilih Mengungsi, Kuatir Banjir Susulan-SwaraWarta.co.id (Sumber: Posmetro Padang)

SwaraWarta.co.id – Bukan hanya di Sumatera Utara, banjir bandang pun menerjang Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Agam.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak kerusakan yang disebabkan oleh aliran banjir bandang tersebut, selain bangunan, banyak warga masyarakat pun yang ikut terdampak.

Ditambah lagi adanya banjir bandang susulan yang menerjang setelah banjir utama beberapa waktu sebelumnya.

Menurut informasi, sekitar 74 warga di Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengungsi karena dampak banjir bandang susulan pada Jumat (8/12) malam.

Sekitar 73 orang dari 27 kepala keluarga mencari perlindungan di kantor Wali Nagari atau Desa Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, menurut Sekretaris BPBD Agam, Olkawendi, di Lubuk Basung pada hari Sabtu.

BPBD Agam bekerja sama dengan Pemerintah Nagari memberikan bantuan selimut dan logistik, serta kebutuhan utama lainnya kepada korban banjir bandang.

Beberapa warga telah kembali ke rumah mereka untuk membersihkan dampak material banjir, sementara yang lain tetap bertahan di kantor wali nagari, karena masih kuatir akan kembalinya banjir susulan.

Banjir bandang ini merupakan kelanjutan dari curah hujan tinggi pada malam sebelumnya, yaitu Kamis (7/12).

Dampak dari banjir bandang ini adalah ikut terbawanya bongkahan material banjir bandang, berupa tanah dan batu, yang juga  menimbun salah satu sawah milik warga, yakni Mirin berusia 74 tahun yang siap panen dengan ukuran 50 meter panjang, 10 meter lebar, atau seluas 50 meter persegi.

Selain itu, dampak banjir lainnya menerjang sawah milik Yulisna (40) dengan ukuran 30-50 meter panjang, 7-10 meter lebar, juga terdampak dalam kondisi siap panen.

Material dari banjir bandang juga mencapai dinding TK Kembang Melati hingga menyebabkan jebolnya dinding dan masuknya lumpur ke dalamnya.

Dikabarkan, Material ini merusak dua petak bangunan Kantor Guru TK.

Laporan lain menyebutkan bahwa material longsor juga menerjang rumah warga, termasuk milik Suhendri (59), Ismalin (57), dan Mardina (69).

Material dari banjir bandang juga menimbun lapangan bola voli serta menutupi akses jalan dengan tinggi mencapai 1-2 meter dan panjang 100 meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Tim Gabungan Pemkab Agam telah membersihkan material ini dan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin, agar bisa kembali digunakan seperti sedia kala.****

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Kapan TKA SMA 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkap yang Perlu Diketahui

SwaraWarta.co.id - Bagi siswa kelas 12 SMA/MA dan sederajat, pertanyaan "kapan TKA SMA 2026 dimulai"…

2 hours ago

Jelaskan Struktur Teks Deskripsi? Berikut Ini Pembahasannya Secara Lengkap!

SwaraWarta.co.id - Proses menjelaskan struktur teks deskripsi sebenarnya sangat sederhana jika kamu sudah memahami elemen…

3 hours ago

Terungkap! Penyebab Kantor Grib Jaya Terbakar di Kawasan Jakarta Barat

SwaraWarta.co.id – Apa penyebab kantor Grib Jaya terbakar? Insiden kebakaran mengejutkan melanda Kantor Dewan Pimpinan…

4 hours ago

RESMI! Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Pesan Perpisahan untuk Sang Albiceleste

SwaraWarta.co.id - Usia 39 tahun menjadi titik akhir perjalanan panjang Lionel Messi bersama Timnas Argentina.…

4 hours ago

Cara Menghitung HPP Usaha dengan Mudah agar Bisnis Untung Maksimal

SwaraWarta.co.id - Cara menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan sering kali jadi momok yang bikin…

4 hours ago

Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!

SwaraWarta.co.id - Gus Kikin itu siapa sebenarnya sampai nama beliau sering melintas di linimasa media…

1 day ago