Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Mengintip Harta Kekayaan Manuarar Sirait yang Pilih Hengkang dari PDIP

Potret Manuarar sirait yang memutuskan untuk hengkang dari PDIP
Potret Manuarar sirait yang memutuskan untuk hengkang dari PDIP
( Dok. Istimewa)


SwaraWarta.co.id
- Maruarar Sirait menjadi sorotan publik setelah ia mengumumkan mundur sebagai kader partai politik PDI Perjuangan. 

Hal ini disebabkan oleh keputusan politiknya untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. 

"Saya ucapkan terima kasih ke Bu Mega (Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri), sudah izinkan saya berbakti kepada PDIP. Dan saya berdiskusi dengan keluarga terdekat. Saya memutuskan untuk pamit dari PDIP hari ini," kata Maruarar atau akrab disapa Ara, dikutip Selasa (16/1/2024).

Ara berdoa agar PDI Perjuangan tetap menjadi partai yang besar dan memperjuangkan Pancasila. 

Meskipun ia tidak menjelaskan akan bergabung ke partai apa di masa depan, Ara memastikan bahwa ia akan mengikuti langkah Presiden Joko Widodo, yang merupakan salah satu kader PDI Perjuangan.

"Saya memilih mengikuti langkah Pak Jokowi. Karena saya percaya Pak Jokowi merupakan pemimpin yang dipercaya rakyat Indonesia. Kepercayaan publiknya 75%-80%. Beliau sudah memperjuangkan banyak hal," kata Ara.

Nama Ara juga menjadi sorotan pada akhir tahun 2023, ketika ia mengunggah foto makan malam bersama beberapa orang terkaya di Indonesia seperti Sugianto Kusuma alias Aguan, Prajogo Pangestu, Frangky Wijadja, dan Boy Thohir.

Selain itu, Ara juga pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dan sebagai ketua Taruna Merah Putih, organisasi sayap PDI Perjuangan.

Saat menjadi anggota DPR, Ara melaporkan harta kekayaannya senilai Rp 85,8 miliar setelah dikurangi utang. Dia memiliki utang sebesar Rp 33,79 miliar.

Sebagian besar harta Ara berbentuk tanah dan bangunan senilai Rp 74,48 miliar. Properti yang dimilikinya tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Sumatra Utara.

Menurut LHKPN, Ara memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,15 miliar yang terdiri dari mobil Fotton Ambulance (2012) senilai Rp 94,5 juta, Toyota Alphard (2017) senilai Rp 713,77 juta, dan Toyota Fortuner (2017) senilai Rp 344 juta. Semua kendaraan tersebut didapatkan dari hasil kerja kerasnya.

Ara juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 7,42 miliar, surat berharga senilai Rp 11,08 miliar, dan kas serta setara kas senilai Rp 19,95 miliar.



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter