Sejarah Kisah Nabi Musa AS: Pembebas Umat dari Penindasan

- Redaksi

Monday, 9 September 2024 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Sejarah Nabi Musa AS, salah satu nabi utama dalam Islam, yang juga diakui dalam agama Yahudi dan Kristen.

Beliau lahir di Mesir pada masa kekuasaan Firaun, seorang raja yang sangat kejam dan menindas Bani Israil.

Firaun memerintahkan pembunuhan terhadap setiap bayi laki-laki yang lahir dari Bani Israil karena ia takut akan datangnya seorang pemimpin yang akan menentang kekuasaannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejarah Kisah Nabi Musa AS di Masa Pemerintahan Firaun

Ketika Nabi Musa lahir, ibunya diperintahkan oleh Allah untuk menghanyutkannya di sungai Nil agar terhindar dari pembunuhan.

Bayi Musa kemudian ditemukan oleh istri Firaun, yang memutuskan untuk merawatnya sebagai anak angkat.

Baca Juga :  Jelaskan Keenam Kegiatan yang Tidak Dimasukkan dalam Perhitungan PDB Tersebut! Simak Jawabannya di Sini

Dengan kehendak Allah, Musa dibesarkan di istana Firaun, meskipun ia sebenarnya berasal dari kaum yang ditindas.

Ketika Musa dewasa, ia menyaksikan seorang pengawal Firaun memukul seorang Bani Israil. Dalam upayanya membela korban, Musa secara tidak sengaja membunuh pengawal tersebut.

Takut akan konsekuensinya, Musa melarikan diri ke negeri Madyan, di mana ia bertemu dengan Nabi Syuaib dan akhirnya menikah dengan salah satu putrinya.

Setelah bertahun-tahun hidup di Madyan, Allah memanggil Musa untuk kembali ke Mesir dan membebaskan kaumnya dari penindasan Firaun.

Di gunung Sinai, Allah memberikan wahyu kepada Musa melalui suara dari semak belukar yang terbakar, dan mengangkatnya sebagai nabi.

Musa diberi mukjizat, seperti tongkat yang bisa berubah menjadi ular, untuk membuktikan kenabiannya kepada Firaun.

Baca Juga :  Apa Hubungan Antara Pendidikan Nilai dengan Moral dan Etika dalam Kehidupan Sehari-hari?

Meskipun Firaun menolak pesan Musa dan terus menindas Bani Israil, Allah menurunkan berbagai macam azab kepada Mesir.

Akhirnya, Musa berhasil memimpin kaumnya keluar dari Mesir dalam peristiwa yang dikenal sebagai Eksodus.

Ketika mereka dikejar oleh pasukan Firaun, Allah membelah Laut Merah, memungkinkan Musa dan kaumnya untuk melintasinya dengan selamat, sementara Firaun dan tentaranya tenggelam.

Kisah Nabi Musa AS mengajarkan tentang kesabaran, keimanan, dan perjuangan untuk keadilan.

Sebagai seorang nabi, Musa memainkan peran penting dalam sejarah Bani Israil, membawa mereka menuju kebebasan dan menyampaikan wahyu dari Allah yang dikenal sebagai Taurat.

 

Berita Terkait

Mengapa Waktu Revolusi Bulan Terhadap Bumi Lebih Pendek Dibanding Revolusi Bumi Terhadap Matahari?
Pernahkah Anda Menyaksikan atau Mendengar Adanya Perlakuan Negatif Terhadap Individu dengan Penyakit Mental? Bagaimana Perasaan Anda Pada Saat Itu?
Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Al-Qur’an? Berikut Pembahasannya!
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Uraikan Cara yang Bisa Kalian Lakukan untuk Mempromosikan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Cara Hitung Matrix Destiny: Panduan Lengkap untuk Pemula
Apa Hubungan antara Bumi, Matahari, dan Bulan? Simak Pembahasanya Berikut ini!
Apakah Hubungan antara Frekuensi Pernapasan dengan Aktivitas Seseorang? Ini Penjelasannya!

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 15:09 WIB

Mengapa Waktu Revolusi Bulan Terhadap Bumi Lebih Pendek Dibanding Revolusi Bumi Terhadap Matahari?

Wednesday, 28 January 2026 - 14:21 WIB

Pernahkah Anda Menyaksikan atau Mendengar Adanya Perlakuan Negatif Terhadap Individu dengan Penyakit Mental? Bagaimana Perasaan Anda Pada Saat Itu?

Wednesday, 28 January 2026 - 10:48 WIB

Bagaimana Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Al-Qur’an? Berikut Pembahasannya!

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:49 WIB

Uraikan Cara yang Bisa Kalian Lakukan untuk Mempromosikan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika?

Berita Terbaru