Real Count KPU Terbaru untuk Dapil Jakarta III, Grace Natalie Sementara Raih Suara Terbanyak

- Redaksi

Friday, 23 February 2024 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grace Natalie Unngul Jumlah Suara – SwaraWarta.co.d (Sumber: Kompas)

SwaraWarta.co.idDapil Jakarta III pada Pemilu 2024, melibatkan wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, menjadi panggung persaingan ketat para calon anggota DPR.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan 8 kursi DPR yang diperebutkan, hasil sementara Sirekap KPU menunjukkan Grace Natalie dari PSI mendominasi dengan suara tertinggi, diikuti oleh Erwin Aksa dari Partai Golkar.

Perolehan suara sementara per 22 Februari 2024, atau 48,57 persen data masuk, memperlihatkan Grace Natalie PSI memimpin dengan 40.287 suara, diikuti Erwin Aksa GOLKAR dengan 38.035 suara.

Ahmad Sahroni dari NASDEM, Charles Honoris dari PDIP, dan Adang Daradjatun dari PKS juga menarik perhatian dengan perolehan suara yang signifikan.

Baca Juga :  Polisi Lakukan Pendalaman Kasus Pembunuhan oleh Remaja 14 Tahun di Jakarta Selatan

Dalam perhitungan suara partai di Dapil Jakarta III, PSI memimpin dengan 64.780 suara, disusul oleh Golkar dengan 63.135 suara, dan PDIP dengan 79.657 suara.

PKS, Gerindra, dan Nasdem juga menunjukkan popularitas yang signifikan dengan perolehan suara yang cukup tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa hasil ini bersifat sementara, dengan 48,57 persen data masuk.

Rekapitulasi KPU masih berlangsung, dan hasil akhir dapat berubah seiring dengan proses tersebut. KPU memiliki waktu hingga 35 hari setelah pemungutan suara untuk menyelesaikan rekapitulasi, memberikan kesempatan bagi pergeseran dalam perolehan suara.

Menariknya, nama-nama besar seperti Grace Natalie dan Erwin Aksa menambah dramatisasi dalam kompetisi ini.

Grace Natalie, sebagai tokoh yang dikenal melalui peranannya dalam PSI, mampu meraih dukungan signifikan dari pemilih.

Baca Juga :  Pria Nyamar jadi Polisi Gadungan Berhasil diamankan

Di sisi lain, Erwin Aksa yang berasal dari Partai Golkar, sebuah partai dengan sejarah panjang dalam politik Indonesia, juga berhasil menarik perhatian pemilih.

Selain itu, distribusi suara antar partai menunjukkan dinamika politik yang menarik di Dapil Jakarta III.

Sementara PSI dan Golkar bersaing ketat untuk mendominasi, partai-partai seperti PKS, Gerindra, dan Nasdem juga memiliki peran yang penting dalam menentukan konfigurasi kekuatan politik di wilayah ini.

Dalam konteks ini, rekapitulasi KPU menjadi kunci untuk memahami secara menyeluruh dinamika politik yang terjadi.

Sementara hasil sementara memberikan gambaran awal, pergeseran suara selama proses rekapitulasi dapat mempengaruhi distribusi kursi DPR di Dapil Jakarta III secara signifikan.

Baca Juga :  Diduga Lecehkan Mahasiswa, Dosen Unnes Dicopot dari Jabatannya

Dengan demikian, pemantauan perkembangan rekapitulasi KPU menjadi sangat penting bagi pemilih dan pemerhati politik.

Perubahan dalam perolehan suara dan distribusi kursi dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kekuatan politik yang akan mewakili Dapil Jakarta III di tingkat nasional.

Sebagai catatan akhir, perhitungan suara yang bersifat dinamis ini menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi.

Dengan pemungutan suara sebagai fondasi demokrasi, hasil akhir Pemilu 2024 di Dapil Jakarta III akan mencerminkan kehendak dan aspirasi rakyat yang tercermin dalam suara mereka.***

Berita Terkait

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan: Komitmen Presiden di Tengah Ancaman Krisis Pangan
Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya
Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!
Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 12:40 WIB

Prabowo Subianto Tanggung Jawab Jika Rakyat Terjadi Kelaparan: Komitmen Presiden di Tengah Ancaman Krisis Pangan

Saturday, 16 May 2026 - 12:11 WIB

Kenapa PKH Ada yang Cair Ada yang Tidak? Ini Penyebab dan Solusinya

Saturday, 16 May 2026 - 11:43 WIB

Benarkah IKN Dibatalkan Jadi Ibu Kota Negara Indonesia? Ternyata ini Fakta yang Sebenarnya!

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Berita Terbaru