Tragedi Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Tahura Sultan Thaha Syaifuddin, Satu Warga Tewas

- Redaksi

Saturday, 10 February 2024 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumur Minyak Ilegal Meledak, Satu Orang Tewas-SwaraWarta.co.id (Sumber: Antara)

SwaraWarta.co.id – Sebuah ledakan hebat melanda sumur minyak ilegal di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batanghari, Jambi pada malam Jumat (9/2).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis ini menyebabkan satu warga tewas akibat luka bakar serius.

Kapolres Batanghari, AKBP Bambang Purwanto, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari sumur minyak ilegal yang sedang dalam proses pengeboran.

Gas yang keluar dari sumur tersebut bersentuhan dengan aktivitas pengelasan di sekitarnya, menciptakan percikan api yang memicu kebakaran.

Selain satu sumur yang terbakar, efek lainnya merembet hingga enam sumur dan tempat penampungan di sekitarnya turut juga terbakar.

Baca Juga :  Lowongan Assistant Manager Business Partner Bank BNI Kendal

Korban, seorang laki-laki yang diduga sebagai pekerja sumur minyak ilegal, mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia.

Upaya evakuasi dilakukan, namun sayangnya nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Jenazahnya saat ini berada di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian.

Hingga saat ini, kobaran api masih melanda lokasi kejadian, dan upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas.

Kendala muncul karena akses menuju lokasi hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua.

Peristiwa ini menyoroti bahaya aktivitas ilegal di sektor minyak dan gas.

Pengeboran ilegal yang tidak diawasi dengan baik dapat menyebabkan dampak serius, seperti kebakaran yang merenggut nyawa.

Keberadaan sumur-sumur ilegal juga menjadi tantangan bagi penegak hukum dan pihak berwenang.

Baca Juga :  Pak Tarno Bantah Minta-Minta di Kota Tua, Beri Pesan Menohok ke Netizen

Pemerintah dan instansi terkait perlu meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan ilegal di sektor energi, khususnya di daerah-daerah yang rentan.

Langkah-langkah preventif dan penindakan yang tegas perlu diterapkan guna mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan kegiatan ilegal yang mereka ketahui, agar tindakan penegakan hukum dapat dilakukan lebih efektif.

Kesadaran akan bahaya kegiatan ilegal di sektor energi perlu ditingkatkan guna melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Dengan insiden ini, penting bagi semua pihak terkait untuk bekerja sama dalam menanggulangi dan mencegah kebakaran serta kegiatan ilegal di sektor minyak dan gas.

Keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi prioritas utama demi menghindari dampak buruk yang dapat muncul akibat aktivitas ilegal yang tidak terkontrol.***

Berita Terkait

Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!
Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?
Kenapa Gritte Agatha Tidak Boleh Tampil di TV? Begini Kronologi dan Fakta Sebenarnya!
VIRAL ! Surat Pengunduran Diri Wapres Gibran Beredar di Sosmed, Fakta atau Hoaks?
Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat bagi Ormas GRIB di Bumi Khatulistiwa
MR DIY Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Operasional Terbarunya
Apakah GTA 6 Sudah Rilis? Ini Jawaban dan Tanggal Resminya
Kenapa MBZ Ditutup Hari Ini? Ternyata Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Lalu Lintas

Berita Terkait

Monday, 31 August 2026 - 10:04 WIB

Gus Kikin Itu Siapa? Simak Rekam Jejak Karier dan Profil Singkatnya!

Monday, 31 August 2026 - 09:50 WIB

Berapa Digit Nomor yang Harus Diinput Saat Transaksi PLN Postpaid di Etrans?

Monday, 31 August 2026 - 09:30 WIB

Kenapa Gritte Agatha Tidak Boleh Tampil di TV? Begini Kronologi dan Fakta Sebenarnya!

Sunday, 30 August 2026 - 08:44 WIB

VIRAL ! Surat Pengunduran Diri Wapres Gibran Beredar di Sosmed, Fakta atau Hoaks?

Sunday, 30 August 2026 - 08:33 WIB

Wagub Kalbar Tegaskan Tidak Ada Tempat bagi Ormas GRIB di Bumi Khatulistiwa

Berita Terbaru