Keluar Madzin saat Puasa Ramadhan: Hukum dan Perkara yang Membatalkan

- Redaksi

Wednesday, 13 March 2024 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Muslimah yang keluar Madzin saat puasa tidak batal
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.idKeluar Madzin saat puasa  Ramadhan menjadi permasalahan yang kerap diutarakan banyak orang. 

Keluar Madzin saat puasa Ramadhan umumnya berbeda dengan mani. Dimana cairan yang keluar bewarna bening dan tidak pekat. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluar Madzin saat puasa ramadhan tidak memberikan efek samping berupa lemas. Biasanya kondisi ini dialami oleh perempuan. 

Menurut buku Keringanan-keringanan Beribadah bagi Muslimah tulisan Ummu Azzam, baik pria maupun wanita sama-sama mengeluarkan madzi. 

Namun, keluarnya madzi paling umum terjadi pada wanita seperti yang dikatakan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim.

Jika air mani menimbulkan rasa lemas, hal ini tidak berlaku pada air madzi. Keluarnya madzi bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika suami istri sedang bermesraan.

Lantas, bagaimana hukumnya apabila madzi keluar saat seseorang dalam keadaan berpuasa?

Baca Juga :  Langkah-Langkah Memilih Sekolah Internasional yang Tepat

Dr Thariq Muhammad Suwaidan dalam bukunya yang bertajuk Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum mengeluarkan madzi saat berpuasa. 

Menurut mazhab Hambali dan Maliki, ketika hal tersebut terjadi maka seseorang wajib mengqadha puasanya tanpa kafarat.

Sementara itu, mazhab Hanafi dan Syafi’i berpendapat keluarnya madzi saat berpuasa tidak membatalkan puasa serta tidak diwajibkan mengqadha. 

Amrullah Samman melalui buku Hadzihi Ajqibati Fi Masa’ili Ummatin Nabi memaparkan bahwa Nabi Muhammad SAW hanya memerintahkan untuk membasuh atau menyucikan badan serta pakaian yang terkena madzi.

Selanjutnya, orang tersebut hanya perlu berwudhu. Namun, saat seseorang berpuasa hendaknya ia menghindari hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat, ini sesuai dengan penuturan Al Habib Abdullah bin Mahfudh Al Haddad dalam kitab Fatawa Ramadhan.

Menukil dari buku M Quraish Shihab Menjawab tulisan Quraish Shihab, apabila air madzi tersebut keluar secara tidak disengaja maka puasa seseorang tetap sah dan tidak batal. 

Baca Juga :  Berdasarkan Dimensi Kepribadian The Big Five Model Of Personality. Dimensi Kepribadian Apa Yang Harus Dimiliki Oleh UMKM Untuk Membangun Relasi

Ini juga berlaku ketika seseorang mengeluarkan air mani tanpa sengaja saat berpuasa seperti mengalami mimpi basah.

Meski tidak membatalkan puasa, keluarnya madzi secara sengaja akan mengurangi nilai ibadah puasa. Para ulama bersepakat bahwa hukum madzi adalah najis.

Perkara-perkara yang Membatalkan Puasa 

Setelah mengetahui hukum mengeluarkan madzi saat berpuasa bikut ini akan dijelaskan mengenai perkara-perkara yang membatalkan puasa. Mengutip dari buku Fiqih Sunnah 2 oleh Sayyid Sabiq, berikut pembahasannya.: 

1.Mengeluarkan Air Mani 

Mendekap pasangan, memeluk dengan tangan atau lainnya, perbuatan semacam ini mampu membatalkan puasa dan mengharuskan pelaku untuk mengqadha puasanya

Tetapi bila keluar mani karena pikiran atau pandangan yang memunculkan nafsu syahwat, maka puasanya tidak batal melainkan pahalanya puasanya berkurang. Wallahu alam.

2. Memasukkan Sesuatu ke dalam Mulut 

Memasukkan makanan atau minuman melalui saluran yang biasa untuk mengonsumsi sesuatu ke dalam perut maka puasa seseorang dinilai batal. 

Baca Juga :  Puisi Mata Luka Sengkon Karta Karya Peri Sandi Huizache

Bahkan jumhur ulama menyebut, mengemut garam sekali pun bisa membatalkan puasa, padahal garam tidak memberikan kekuatan pada badan.

3. Haid

 Meski seorang wanita mendapati haid dan nifasnya pada detik-detik terakhir waktu berbuka puasa.

Maka batal puasanya dan ia wajib mengqadha puasa tersebut di hari lainnya sesuai lama haid.

4. Muntah Secara 

Sengaja Muntah secara sengaja dapat membatalkan puasa. Namun, apabila seorang muslim yang berpuasa tidak sengaja muntah, maka ia tak perlu mengganti puasanya, 

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Hurairah.

“Siapa saja yang lupa dirinya sedang berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan puasanya karena sesungguhnya Allah SWT lah yang memberi makan dan minum kepadanya,” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah & Tirmidzi)

Berita Terkait

Apa Sebutan untuk Suit di Negara Jepang? Mengenal Jan-Ken-Pon Lebih Jauh
Apa yang dimaksud dengan Menyesuaikan Pendidikan Sesuai Kodrat Alam? Simak Pembahasannya!
Apa yang Dimaksud dengan MBG Lansia? Mengenal Program Makan Bergizi Gratis
Apa Pendapat Kalian dengan Adanya MBG untuk Lansia? Apakah Kalian Setuju atau Tidak, dan Jelaskan Alasannya!
Mengapa Sikap Mandiri Penting Dimiliki oleh Seorang Murid? Mari Kita Bahas!
Berikan Contoh Penerapan Kolaborasi dalam Kegiatan Belajar di Sekolah?
Bagaimana Cara Murid Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tuntutan Belajar dan Pergaulan?
Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

Berita Terkait

Thursday, 5 February 2026 - 11:00 WIB

Apa Sebutan untuk Suit di Negara Jepang? Mengenal Jan-Ken-Pon Lebih Jauh

Thursday, 5 February 2026 - 08:00 WIB

Apa yang dimaksud dengan Menyesuaikan Pendidikan Sesuai Kodrat Alam? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 4 February 2026 - 14:35 WIB

Apa Pendapat Kalian dengan Adanya MBG untuk Lansia? Apakah Kalian Setuju atau Tidak, dan Jelaskan Alasannya!

Tuesday, 3 February 2026 - 16:58 WIB

Mengapa Sikap Mandiri Penting Dimiliki oleh Seorang Murid? Mari Kita Bahas!

Tuesday, 3 February 2026 - 14:38 WIB

Berikan Contoh Penerapan Kolaborasi dalam Kegiatan Belajar di Sekolah?

Berita Terbaru