Simak, Ini Tata Cara Shalat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan yang Sayang jika dilewatkan

- Redaksi

Wednesday, 13 March 2024 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cara sholat kafarat (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Tata cara shalat kafarat jumat terakhir ramadhan banyak dicari oleh sebagian umat muslim.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya dengan memahami tata cara shalat kafarat jumat terakhir ramadhan Kita bisa melakukan ibadah tersebut. 

Bagaimana tata cara sholat kafarat jumat terakhir ramadhan yang baik dan benar? 

Salah satu keutamaan Jumat terakhir di bulan Ramadan adalah kesempatan untuk mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Menurut Rasulullah, hari Jumat merupakan hari paling istimewa, terlebih lagi jika bulan Ramadan.

Abu Lubabah Al-Badri bin Abdul Mundzir mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hari Jumat adalah penghulu (pemimpin) di antara hari-hari lain dan yang paling agung. Dalam pandangan Allah, hari Jumat lebih agung daripada Idulfitri dan Iduladha.”

Oleh karena itu, di Jumat terakhir Ramadan, disarankan bagi umat Islam untuk melakukan salat kafarat dan membaca doa-doa.

Baca Juga :  Bagaimana Mekanisme Penyelesaian Sengketa Nama Domain di Indonesia

Salat kafarat, atau disebut salat al-bara’ah, adalah ibadah yang bertujuan untuk mengqadha salat fardlu yang diragukan ditinggalkan atau yang tidak sah.

Menurut Nadhlatul Ulama, salat kafarat ini dapat mengganti salat yang ditinggalkan selama hidupnya sampai 70 tahun, serta dapat melengkapi kekurangan-kekurangan saat salat.

Salat kafarat dilaksanakan setelah salat Jumat dan sebelum asar, dilakukan sebanyak 4 rakaat.

Hingga saat ini, hukum salat kafarat masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Meskipun begitu, banyak orang yang masih melaksanakan tradisi ini.

Tata Cara Sholat Kafarat Jumat Terakhir 

Simak, Ini Tata Cara Shalat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan yang Sayang jika dilewatkan
Tata cara sholat Kafarat (Dok. Istimewa)

Cara melaksanakan salat kafarat tidak jauh berbeda dengan salat wajib pada umumnya. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Membaca niat

Niat salat kafarat antara lain:

“Nawaitu Usholli Arba’a Raka’atin Kafaratan Limaa Faatanii Minash-Shalati Lillaahi Ta’ala”.

Baca Juga :  SIMAK Metode Penentuan Lokasi yang diterapkan Dalam Peramalan (Forecasting), Perencanaan Strategik (Strategic Planning), Strategi Rantai Pasokan

2. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Setelah itu, membaca surah Al-Fatihah satu kali.

Setelah itu, membaca surat Al-Qadr sebanyak 15 kali, lalu dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Kautsar sebanyak 15 kali.

3. Gerakan Sholat wajib

Dilanjutkan dengan gerakan salat wajib pada umumnya sebanyak 4 rakaat.

Doa Setelah Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Setelah menyelesaikan salat kafarat, sebaiknya membaca istighfar sebanyak 10 kali. Selanjutnya, membaca salawat kepada Nabi sebanyak 100 kali. 

Jika sholawat sudah dilantunkan, Anda bisa langsung melafalkan doa kafarat ( 3 kali) seperti berikut:

Allahumma yaa man laa tan-fa’uka tha’atii wa laa tadhurruka ma’shiyatii taqabbal minnii ma laa yanfa’uka waghfirlii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa ‘ada wa fii wa idzaa tawa’ada tajaa wa za wa’afaa ighfirli’abdin zhaalama nafsahu wa as’aluka. Allahumma innii a’udzubika min bathril ghinaa wa jahdil faqri ilaahii khalaqtanii wa lam aku syai’an wa razaqtanii wa lam aku syaii’in wartakabtu al-ma’ashii fa-innii muqirun laka bi-dzunuubii. Fa in ‘afawta ‘annii fala yanqushu min mulkika syai’an wa-in adzdzaabtanii falaa yaziidu fii sulthaanika syay-’an. Ilaahii anta tajidu man tu’adzdzi buhu ghayrii wa-anaa laa ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfirlii maa baynii wa baynaka waghfirlii ma baynii wa bayna khlaqika yaa arhamar rahiimiin wa yaa raja’a sa’iliin wa yaa amaanal khaifiina irhamnii birahmatikaal waasi’aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal ‘aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi’ baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin. 

Baca Juga :  Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Paradoks Intan dan Air, Mengapa Paradoks Ini Muncul Dalam Analisis Ekonomi Klasik?

Nah itulah tata cara shalat kafarat jumat terakhir ramadhan yang bisa diamalkan nanti mendekati penghujung puasa.

Berita Terkait

Mengapa Berpikir Kritis Penting Saat Mengonsumsi Informasi di Dunia Maya, dan Bagaimana Cara Kita Menjaga Etika?
Apa Perkembangan AI dapat Memengaruhi Konsep Keimanan Manusia Terhadap Tuhan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Jelaskan Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Majapahit? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!
Mengapa Negara Indonesia Melakukan Kegiatan Perdagangan Internasional? Mari Disimak Pembahasannya!
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Simak Fakta dan Resikonya!
Apa yang Dimaksud dengan Biaya Produksi? Simak Jawabannya Berikut Ini!
Apa yang Dimaksud dengan Bahasa Sebagai Bunyi Ujar atau Ujaran Lisan? Berikut ini Pembahasanya!
UTBK 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkapnya dan Hal yang Harus Kamu Persiapkan!

Berita Terkait

Thursday, 16 April 2026 - 12:12 WIB

Mengapa Berpikir Kritis Penting Saat Mengonsumsi Informasi di Dunia Maya, dan Bagaimana Cara Kita Menjaga Etika?

Thursday, 16 April 2026 - 11:06 WIB

Apa Perkembangan AI dapat Memengaruhi Konsep Keimanan Manusia Terhadap Tuhan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Wednesday, 15 April 2026 - 17:14 WIB

Jelaskan Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Majapahit? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!

Wednesday, 15 April 2026 - 11:04 WIB

Mengapa Negara Indonesia Melakukan Kegiatan Perdagangan Internasional? Mari Disimak Pembahasannya!

Wednesday, 15 April 2026 - 07:35 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Simak Fakta dan Resikonya!

Berita Terbaru