Viral Konten Berburu Takjil, Muhamadiyah Sebut Kerukunan

- Redaksi

Tuesday, 19 March 2024 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ketua PP Muhammadiyah
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.idKetua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad merespons fenomena viral tentang orang-orang yang tidak berpuasa namun ikut berburu takjil. 

Menurut Dadang, hal ini menunjukkan adanya kerukunan antar-umat beragama yang positif.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seperti orang Islam untuk ikut libur natal. Ikut libur nyepi. Hidup bersama dengan rukun,” kata Dadang kepada wartawan, Senin (18/3/2024)

Dadang juga menyatakan bahwa fenomena ini wajar dan memiliki manfaat bagi penjual takjil.

“Wajar saja memang dalam kehidupan sekarang, dalam pergaulan antar budaya, saling mempengaruhi satu sama lain. Juga ada pengaruh ekonomi,” katanya.

“Berburu takjil berarti belanja makanan, sehingga terjadi transaksi menghangatkan ekonomi rakyat,” lanjutnya.

Baca Juga :  KCIC Tingkatkan Keamanan Operasional Kereta Cepat Whoosh untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Fenomena orang nonmuslim yang ikut berburu takjil menjadi topik hangat di media sosial baru-baru ini

“Ya nggak apa-apa, viral ya? Kita mah (pedagang) seneng-seneng aja, jadi lebih cepet juga lakunya, gampang habis (dagangan),” kata Eka saat ditemui detikcom di Pasar Takjil Timah, Depok, Minggu (17/3/2024).

 Pedagang takjil pun mengaku senang dengan meningkatnya permintaan takjil sebelum waktu berbuka puasa.

Contohnya, Eka yang mulai berjualan takjil dari jam 3 sore hingga azan Magrib. 

Ia merasa senang dagangannya cepat habis karena ada konten yang viral itu.

“Seneng ya jadi cepet laku lah sebelum azan. Di sini juga jualan lebih rame, kemarin juga banyak yang ngeliput,” ucapnya.

Berita Terkait

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!
Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK? Ini Fakta dan Aturan Terbarunya
Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus dan Keluarkan Lava Panas
Keracunan MBG Lasem Rembang: Kronologi 777 Siswa dan Guru SMAN 1 Lasem Diare Massal

Berita Terkait

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Sunday, 6 September 2026 - 12:07 WIB

Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Sunday, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Saturday, 5 September 2026 - 14:49 WIB

Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!

Berita Terbaru