| Ikan Sili (Dok. Ist) |
SwaraWarta.co.id – Beberapa jenis sili dapat ditemukan di Indonesia, seperti sili kali atau sungai yang umum dijumpai di Indonesia.
Jenis ini memiliki warna coklat dengan sabuk duri di bagian punggungnya. Meskipun penampilannya tidak seindah sili batik atau sili api, ikan ini masih banyak dijadikan sebagai ikan konsumsi ataupun ikan hias.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sili Jawa adalah jenis sili yang kerap ditemui di sungai-sungai yang ada di Pulau Jawa. Bentuk tubuhnya panjang dan pipih seperti belut dengan sabuk duri di sekitar area punggung.
Baca Juga:
Manfaat Ikan Lemadang Untuk Kesehatan: Pilihan Gizi untuk Tubuh
Ikan sili Jawa juga kerap dijadikan sebagai ikan hias karena sudah dianggap sebagai salah satu jenis ikan yang indah dan cukup langka.
Sili batik, seperti namanya, memiliki corak tubuh menyerupai batik yang sangat indah dan bermacam-macam.
Ada yang berwarna hijau lumut, merah, ungu, dan lain-lain. Di antara seluruh jenis sili, sili batiklah yang paling banyak dijadikan sebagai ikan hias.
Baca Juga:
5 Perbedaan Channa Limbata Jantan dan Betina yang Jarang Diketahui, Sudah Tau?
Harganya relatif mahal karena keindahan corak tubuhnya yang unik dan indah.
| Ikan Sili (Dok. Ist) |
Ikan sili api memiliki motif warna merah menyala seperti api sebab warna sisik dominan hitam ini membuat penegasan pada goresan dan sirip warna merah.
Ukurannya cenderung lebih besar dari sili lainnya dan harga ikan sili api relatif lebih mahal dibandingkan dengan sili lainnya.
Baca Juga:
Resep Ikan Bawal Asam Manis Ala Restoran Cocok untuk Acara Kumpul Bareng Keluarga
Meskipun kata-kata “ganassaat dipancing” mungkin menimbulkan kesan yang kurang bagus, faktanya orang-orang masih sangat menyukai memelihara jenis ikan ini sebagai hiasan di kolam-kolam.
Itulah sebabnya harga jenis-jenis sili yang cantik dan langka makin melambung tinggi di pasaran.
Ikan sili dikenal sebagai spiny eel karena memiliki duri dan gigi tajam yang bisa mengakibatkan bahaya jika tidak diolah dengan benar sebelum dikonsumsi secara langsung.
Selain itu, daerah asal sili yang sering menjadi perairan berlumpur juga memunculkan risiko terkait kontaminasi lingkungan seperti logam berat atau racun pertanian.
Hal ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan jika ikan sili dikonsumsi secara berlebihan.
Makan ikan sili juga bisa membawa risiko infeksi parasit seperti trematoda. Setelah memakan ikan yang terinfeksi parasit ini, Anda dapat mengalami gejala penyakit seperti mual, sakit perut, diare, dan demam.
Baca Juga:
Ikan Ikan Apa yang Bisa Ngaji? Ternyata Ini Loh Maknanya
Karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa ikan yang diambil dari alam liar telah diolah dengan benar dan ikan yang dibeli dari toko ikan hias telah melalui proses karantina dan telah dipastikan terbebas dari parasit dan penyakit lainnya.
Secara umum, meskipun ikan sili dulu pernah dikonsumsi sebagai ikan konsumsi, kini sebaiknya lebih memilih untuk memelihara ikan sili hanya sebagai ikan hias di kolam-kolam atau akuarium Anda.
SwaraWarta.co.id - Bagi kamu yang sedang menempuh pendidikan dan terdaftar sebagai penerima bantuan Program Indonesia…
SwaraWarta.co.id - Memasuki pertengahan tahun, pertanyaan mengenai kapan masuk sekolah ajaran baru 2026 mulai banyak…
SwaraWarta.co.id – Bank BCA buka jam berapa? Ingin mengurus kartu ATM yang tertelan, ganti buku…
SwaraWarta.co.id - Momen perpisahan sekolah selalu berhasil menguras emosi. Ada rasa bahagia karena kelulusan, tapi…
SwaraWarta.co.id - Kehilangan handphone (hp) rasanya seperti kehilangan separuh nyawa digital kita, bukan? Mulai dari…
SwaraWarta.co.id - Jelaskan apa itu akulturasi budaya dan berikan 3 contoh? Akulturasi budaya merupakan salah…