Istri di Borobudur Jadi Korban KDRT, Begini Kronologinya!

- Redaksi

Tuesday, 16 April 2024 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapak yang digunakan pelaku untuk menganiaya istrinya sendiri (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Seorang ibu rumah tangga bernama T (34 tahun) dari Borobudur, Magelang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, K alias Gendut (39 tahun). 

Kejadian terjadi di dapur rumah mereka sekitar pukul 11:30 siang yang membuat korban mengalami luka di kepala.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:

Terungkap Ini Dia Alasan Hotman Paris Batal Dampingi IRT Korban KDRT di Banyuwangi

Setelah mendapat laporan, polisi datang ke tempat kejadian perkara dan korban dibawa ke RSD Merah Putih untuk mendapat perawatan. Pelaku, Gendut, ditangkap oleh polisi di Polsek Borobudur.

Baca Juga :  Laku Bisu, Tradisi kemerdekaan Ala Masyarakat Tonatan Ponorogo

“Setelah mendapat laporan, kami perintahkan anggota untuk cek TKP. Untuk korban kita bawa ke RSD Merah Putih,” kata Marsodik kepada wartawan di Polsek Borobudur, Senin (15/4/2024).

Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Gendut untuk mengetahui motif dari kekerasan yang dilakukannya terhadap istrinya. 

“Motifnya kasusnya karena data pendukung baru kita cari, apakah KDRT atau penganiayaan. Kejadian di dalam rumah di dapur,” katanya

Barang bukti yang diamankan adalah sebilah kapak. Saat ini kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polresta Magelang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut warga setempat bernama Amir (42 tahun), dia tidak mengetahui langsung tentang kejadian tersebut. 

Baca Juga:

Istri di Jember Jadi Korban KDRT, Begini Kronologinya

Baca Juga :  Gibran Rakabuming Raka Jadi Pemateri Retret Kepala Daerah PDIP, PDIP Tegaskan Arahan dari Pramono Anung

Namun, dia memberikan pertolongan pada korban saat melihat anak-anaknya berlari-lari sambil meminta tolong. 

Amir keluar rumah dan menemukan korban dengan banyak darah di kepala. Akhirnya, korban dibawa ke rumah sakit dan polisi dipanggil untuk menangkap Gendut.

“Jadi ceritanya gini, ada anaknya dua lari-lari. ‘Buk tolong buk’. Saya di dalam rumah, ada apa, ada apa. Terus saya keluar. Anaknya ikut di belakangnya. Belum sampai tengok ke situ (rumahnya), ibunya (korban) datang pegang (kepala) banyak darah,” kata Amir.

“Terus jalan sampai depan pintu, berdiri nggak kuat, mau jatuh, tak tahan. Sudah gitu, istri saya telepon Pak Kadus, terus suruh menghubungi ambulans dan polsek,” ujarnya.

Baca Juga :  Cara Cek NPWP Online dengan Mudah Tanpa Ribet yang Belum Banyak Diketahui Orang

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 15:56 WIB

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara pengkinian data JMO

Teknologi

6 Cara Pengkinian Data JMO dengan Mudah dan Cepat Tanpa Ribet

Friday, 11 Sep 2026 - 15:43 WIB