Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Kisah Nabi Zakaria dan Doa Minta Keturunan yang Dikabulkan oleh Allah

Nabi Zakaria
Kisah Nabi Zakaria - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Kisah Nabi Zakaria AS dalam Al Quran menggambarkan keutamaan tentang kesabaran dan keyakinan dalam menghadapi cobaan hidup.

Dalam Kisah Nabi Zakaria, menegaskan bahwa beliau merupakan contoh yang menginspirasi tentang bagaimana seorang hamba Allah SWT harus bertahan di tengah-tengah kesulitan.

Kisah Nabi Zakaria AS sangat mengagumkan mengingat beliau harus menghadapi berbagai Ujian, termasuk keinginannya untuk memiliki keturunan meskipun usianya sudah lanjut.

Meskipun demikian, beliau tetap teguh dalam doa dan tawakkal kepada Allah.

Akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah dengan dianugerahinya seorang putra, Yahya AS, meskipun pada usia yang sudah sangat lanjut.

Secara umum dan bisa diambil hikmahnya adalah bahwa Kisah Nabi Zakaria AS banyak mengajarkan kepada kita untuk tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi segala cobaan hidup, meskipun terkadang cobaan tersebut merasa tidak ada ujungnya.

Ketika mengalami kesulitan, penting untuk tetap memperkuat iman, bertawakkal kepada Allah, dan terus berdoa dengan sungguh-sungguh.

Kisah beliau juga menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi kekuasaan Allah, bahkan ketika segala sesuatunya tampak tidak mungkin.

Sebagai umat yang mengambil pelajaran dari kisah para nabi, mari kita ambil inspirasi dari ketabahan Nabi Zakaria AS dalam menghadapi ujian hidup dan teruslah memperkuat iman serta tawakkal kepada Allah dalam segala hal.

BACA JUGA: Kisah Nabi Zulkifli dan Iblis yang Gagal Menggodanya


Nabi Zakaria dan Maryam


Nabi Zakaria
Kisah Nabi Zakaria - SwaraWarta.co. id (Pinterest)



Dalam Surah Ali Imran ayat 37, Allah SWT menceritakan ketika Nabi Zakaria AS mengunjungi Maryam r.a. yang sedang beribadah di ruang doanya.

Nabi Zakaria AS melihat Maryam r.a memiliki banyak persediaan. Dia bertanya darimana persediaan itu, dan Maryam r.a menjawab bahwa itu datang dari Allah SWT

Saat itu, Nabi Zakaria AS menyadari bahwa Allah SWT telah memberikan persediaan tersebut sebagai jawaban atas permohonan Maryam r.a.

Maka beliau pun berdoa kepada Allah SWT untuk memberinya keturunan, seperti yang disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 38.

Kisah ini mengajarkan tentang kekuatan doa dan tawakkal kepada Allah. Meskipun Nabi Zakaria AS telah lanjut usia dan istrinya mandul, dia masih percaya bahwa Allah SWT mampu mengabulkan permintaannya.

Hal ini menunjukkan betap pentingnya kepercayaan kepada dzat Pemilik Raga dan kesabaran dalam menghadapi segala ujian hidup beserta keyakinan yang teguh bahwa Allah SWT Maha Mendengar dan juga Maha Mengabulkan segala doa hamba-Nya yang tulus.

Doa yang Dikabulkan


Nabi Zakaria
Kisah Nabi Zakaria - SwaraWarta.co.id (Sumber: MitraPost)



Meskipun tampak mustahil bagi seorang wanita lanjut usia untuk hamil, namun karena keimanan sepenuhnya kepada Allah SWT, Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, Nabi Zakaria AS menerima kabar gembira dari para malaikat bahwa dia akan diberkahi dengan seorang putra saleh, Nabi Yahya AS (Surah Ali Imran, ayat 39).

Ketika Nabi Zakaria AS menerima berita tersebut, dia tidak hanya bersyukur, tetapi juga menyadari kebesaran Allah SWT dalam mengabulkan doa yang tampaknya mustahil.

Kisah ini mengajarkan kepada kita pentingnya iman yang teguh dan tawakkal kepada Allah dalam segala hal.

Meskipun kondisi atau situasi mungkin terlihat sulit atau tidak mungkin, Allah SWT memiliki kekuasaan untuk mengubah segalanya.

BACA JUGA: Kisah Nabi Harun dan Keterhubungannya dengan Kisah Nabi Musa AS

Nabi Zakaria AS adalah contoh yang inspiratif tentang bagaimana kita seharusnya berserah kepada kehendak Allah SWT dan percaya bahwa Dia selalu menyediakan solusi atas setiap masalah.

Kesabaran, keyakinan, dan ketulusan dalam berdoa adalah kunci untuk mendapatkan berkah dan kemurahan Allah SWT.


Kisah Nabi Zakaria AS Penuh dengan Pelajaran yang Dapat Kita Ambil


Pertama: Keimanan yang dimiliki Nabi Zakaria AS. ketika ia mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT.

Dalam usaha kita untuk berdoa dan mencari rahmat Allah, penting bagi kita untuk percaya bahwa Allah SWT selalu mendengarkan keluhan dan permohonan kita.

Allah SWT, Maha Kuasa untuk menerima dan mengabulkan permohonan kita. Percayalah bahwa Allah SWT selalu mendengarkan doa-doa kita, maka berdoalah dan mintalah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Kedua: Nabi Zakaria AS tidak berhenti berdoa, meskipun doanya belum dikabulkan oleh Allah SWT sampai ia dan istrinya mencapai usia yang sangat tua.

Namun, Nabi Zakaria AS terus berdoa dengan harapan semata kepada Allah SWT untuk mengabulkan permintaannya.

Ketiga: Kisah Nabi Zakaria AS merupakan bukti bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah dan tidak ada yang tidak mungkin baginya.

Kita harus terus berusaha dan menyerahkan segalanya kepada ketetapan dan hikmah Allah.

Jika kita ingin Allah SWT membantu kita dalam masa kesulitan, kita juga harus meningkatkan doa kita dalam masa kelimpahan.

BACA JUGA: Kisah Nabi Yakub dan Putranya, Nabi Yusuf AS

Rasulullah SAW mengingatkan kita dalam sebuah hadis yang artinya: "Barangsiapa ingin doanya dikabulkan oleh Allah SWT dalam masa kesulitan, hendaklah ia banyak berdoa dalam masa kelimpahan." [Hadis riwayat Imam At-Tirmizi].

Dengan mengambil pelajaran dari ketabahan dan keimanan Nabi Zakaria AS kita dapat memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT melalui doa yang tulus dan konsisten.

Kita berharap bahwa kita bisa mengambil pelajaran berharga dari Kisah Nabi Zakaria tersebut dan menjadikannya sebagai inspirasi dan cerminan diri dalam menjalani kehidupan.


Kekuatan Doa


Ketika kita berdoa kepada Allah SWT terkadang doa kita dikabulkan saat itu juga.

Terkadang, ada kalanya doa yang kita panjatkan tidak dijawab secara langsung, akan tetapi ditunda hingga waktu tak terbatas atau waktu yang telah ditentukan di depannya.

Ada juga saat-saat ketika Allah SWT menggantikan apa yang kita minta dengan berkah-Nya yang lebih baik dari permintaan kita.

Di situasi saat ini, di mana kita masih diuji dengan berbagai kesulitan, prospek pekerjaan yang tidak pasti, serta lingkungan ekonomi yang tidak stabil, tentunya kita harus meningkatkan upaya kita untuk mencari segala kesempatan yang tersedia.

Ini bahkan mungkin memerlukan kita untuk mencari jalur karier yang berbeda, atau ini bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk menjalani pengalaman yang sama sekali baru.

Yang paling penting, selama seseorang masih hidup, setiap orang mukmin harus terus berusaha, bekerja keras, dan mempertahankan iman serta keyakinan mereka akan pertolongan Allah.

Di saat yang sama, seorang mukmin juga harus terus menerus berdoa siang dan malam, meminta pertolongan dan bantuan Allah.

BACA JUGA: Kisah Nabi Syuaib dan Orang-Orang Madyan

Mari kita berusaha untuk menjadi hamba-Nya yang taat dan ridho, yang selalu berusaha untuk selalu terus mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT.

Mari kita bersama-sama berdoa kepada Allah SWT agar Dia melindungi dan memberkati kita semua dalam masa senang dan susah.

Semoga Allah SWT mengabulkan semua keinginan kita dan segera mengangkat segala kesukaran yang sedang terjadi pada diri kita ini. Amin Ya Rabbal 'Alamin.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.