Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Museum Tsunami Aceh, dan 9 Area yang Bisa Dinikmati oleh Para Pengunjung Saat Lebaran

Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Bila Anda sedang merencanakan perjalanan ke Kota Serambi Mekah untuk pulang kampung ataupun mengisi libur Lebaran yang akan datang, cobalah untuk mampir ke Museum Tsunami Aceh yang terkenal itu.

Di sana Anda akan bisa merenung dan mengingat betapa dahsyatnya bencana alam gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Meseum Tsunami Aceh dibuat sebagai monumen peringatan akan bencana mahadahsyat tersebut, sekaligus menjadi destinasi edukasi yang bisa jadi tempat pembelajaran memahami bencana dan cara evakuasi bila bencana itu terjadi di tempat lain.

Museum Tsunami Aceh menjadi monumen pengingat bahwa pada tanggal 26 Desember 2004 sauadara-saudara kita di Aceh dan sekitarnya harus menjadi korban bencana massal yang akan dikenang sebagai salah satu bencana paling mematikan di dunia.

Sebagai catatan penting, gempa dan tsunami Aceh mengguncang Bumi Rencong dengan kekuatan dahsyat sebesar 9,3 dalam Skala Richter yang mampu memporak-porandakkan kota.

Ratusan ribu jiwa dinyatakan meninggal dan hilang pasca bencana gempa dan tsunami ini serta meninggalkan sisi trauma pada para korban yang selamat tetapi harus kehilangan banyak anggota keluarga.

Museum Tsunami Aceh untuk kemudian dibangun tidak sekadar sebagai monumen peringatan, tetapi juga menjadi sebuah simbol ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana baik saat ataupun pasca bencana.

Museum Tsunami Aceh juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatan mental dan kesadaran diri saat menghadapi bahaya bencana yang bisa saja terjadi di mana saja dan kapan saja, setelahnya.

BACA JUGAMuseum Layang-Layang dan 9 Hal Menarik Bila Berkunjung ke Tempat Edukatif Ini

Hal Menarik Apa Saja yang Ada di Meuseum Tsunami Aceh


Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Banyak hal menarik yang bisa disaksikan di dalam bangunan museum yang tentunya bisa diambil manfaat dari segi edukatif-nya.

Di bangunan museum kita bisa belajar bagaimana cara kita menyelamatkan atau hal apa yang harus dilakukan bila terjadi bencana, khususnya gempa bumi ataupun tsunami.

Bukan hanya itu, di bangunan museum ini terdapat bagian-bagian yang menjelaskan bagaimana bentuk pemulihan area terdampak pasca bencana, juga rekontruksi area pasca bencana, yang tentunya menarik untuk disimak.


1. Sejarah Pembangunan Museum Tsunami Aceh


Dibangun pada tahun 2008 atau 4 tahun selepas bencana, Museum Tsunami Aceh menjadi monumen pengingat atas korban-korban yang meninggal dan hilang dalam bencana, sekaligus mengangkat tekad dan ketahanan masyarakat Aceh yang harus berjuang untuk lepas dari trauma yang mendalam atas kejadian bencana ini.

Selain alasan di atas, Museum Tsunami Aceh juga dijadikan bangunan untuk menjadi ajang edukasi kepada siapa pun untuk belajar dari kejadian bencana di Aceh ini.

Pelajaran yang bisa diambil tentu saja meliputi peningkatan kesadaran akan bencana dan bahaya alam yang bisa mengintai kapan saja, juga bisa menjadi fasilitas untuk pelatihan akan kesiapsiagaan bila terjadi bencana atau hal yang tidak diinginkan pada saat terjadinya bencana.

Ada hal yang menarik dari keberadaan Museum Tsunami Aceh ini yang tidak banyak orang tahu, yakni perancang bangunan ini atau arsitekturnya yang tak lain dan tidak bukan adalah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bangunannya sendiri memiliki konsep futuristik hasil olah pikirnya Pak Ridwan Kamil ini.

Bukan tanpa alasan bangunan Museum ini mengambil desain dari Ridwan Kamil, hal ini karena desainnya memang unik dan menarik, juga menjadi pemenang di ajang sayembara internasional yang diadakan pada tahun 2007.

Di museum ini banyak hal yang membuat terenyuh akan bencana dahsyat yang telah terjadi, dan itu tentu saja menjadi fakta sejarah yang memilukan.

BACA JUGAMuseum Taman Prasasti dan Aura Mistis yang Membersamainya

2. Koleksi Unik dan Menarik


Museum Tsunami Aceh menyajikan banyak hal dan elemen menarik sekaligus unik yang bisa dinikmati sekaligus direnungkan oleh para pengunjung.

Ada banyak koleksi menarik di dalam bangunan yang berupa koleksi kebendaan semisal truk PMI, kepala bus, helikopter, serta berbagai puing dan serakan yang ada di lokasi bencana kala itu.

Benda-benda tersebut dijadikan semacam memorabelia untuk mengungat bahwa betapa dahsyatnya bencana yang terjadi pada saat itu.

Benda-benda ini sengaja dipajang sebagai pengingat bahwa bencana besar pernah terjadi di Indonesia, dan lokasi tepatnya ada di Kota Serambi Mekah, Banda Aceh.

3. Lorong Tsunami


Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Di dalam area bangunan Museum Tsunami Aceh terdapat satu spot yang menarik perhatian para pengunjung, yakni Lorong Tsunami.

Lorong Tsunami merupakan lorong khusus yang menggambarkan bagaimana bencana besar itu terjadi di Aceh, yang tentunya mampu menyajikan level mencekam yang tidak ada tandingannya.

Di lorong ini, para pengunjung seolah digirung masuk ke zona waktu kala itu pada saat bencana besar sedang terjadi.

Di Lorong Tsunami dilengkapi elemen elemen pendukung untuk mempertegas keadaan bencana kala itu dengan penambahan efek suara, tingkat pencahayaan yang disesuaikan, serta rekontruksi lingkungan sekitar pasca bencana.

4. Ruang Khusus untuk Memori Hall


Pada bangunan Museum Tsunami Aceh terdapat Memori Hall, yang sengaja dibuat dan didedikasikan untuk mengenang para korban yang dinyatakan meninggal dunia maupun yang dinyatakan hilang dan tidak ditemukan.

Di Memori Hall ini sebanyak ratusan ribu nama-nama korban dituliskan untuk mengenang keberadaan mereka setelah menjadi korban meninggal pada bencana gempa bumi dan tsunami ini.

Nama-nama ini ditulis sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa para korban pernah ada sebelum bencana mahadahsyat itu menjadikannya korban meninggal.

BACA JUGAMuseum Basoeki Abdullah dan 9 Hal Menarik di Dalamnya

5. Miniatur Rumah Tradisional Aceh


Di Museum Tsunami Aceh ini juga para pengunjung bisa menyaksikan adanya miniatur bangunan rumah tradisional khas Aceh yang kental dengan budaya serta arsitekturnya yang sangat otentik.

6. Pameran Temporer


Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)




Ada hal menarik yang biasa dilakukan oleh pihak pengelola museum yakni penyelenggaraan pameran berkala.

Di mana pameran yang diadakan secara temporer ini membahas aspek-aspek terkait perihal kebencanaan juga upaya pemulihan pasca terjadinya bencana.

Sebuah upaya yang patut diapresiasi untuk pembelajaran diri dalam menghadapi setiap bencana yang mungkin saja terjadi di masa mendatang 

Pameran ini tentunya memberikan banyak wawasan yang sangat mendalam bagi para pengunjung yang tentu saja bersinggungan dengan topik kebencanaan tersebut.

7. Cafe Rooftop


Di Museum Tsunami ini terdapat juga sebuah bangunan yang ada di bagian atas yang berfungsi untuk bersantai menikmati aneka makanan, sekaligus bersantai dan menyaksikan pemandangan alam sekitar dari atas bangunan museum.

8. Ruang Perdamaian MoU Helsinki


Merupakan ruangan yang terdapat di area museum yang mengetengahkan ruang untuk mengenang kesepakatan damai yang dilakukan oleh pihak Pemerintahan Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka atau GAM.

Hal di atas merupakan tonggak sangat penting pasca terjadinya bencana Aceh sebagai upaya rekonsiliasi.

9. Fasilitas Edukatif


Dalam museum ini juga terdapat area untuk belajar dan mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kebencanaan, mulai dari sejarah, pemulihan pasca bencana, mitigasi, serta hal penting lainnya.

Hal ini tentunya menjadi bentuk lain penghormatan kepada para korban meninggal pada bencana gempa dan tsunami di Aceh di masa yang silam.

BACA JUGA: Museum Bank Mandiri, 7 Hal Menarik di Dalamya: Orisinalitas juga Otentik

Museum Tsunami Aceh mulai beroperasi pada pukul 09.00 pagi hingga pukul 12.00 khusus hari Senin hingga Kamis, dilanjut sesi kedua pada pukul 14.00 siang hingga pukul 16.00 sore.

Untuk hari Jumat, museum tidak dibukan, beroperasi lagi pada hari Sabtu dan Minggu dengan waktu kunjungan dengan jam yang sama seperti hari-hari biasa.***





Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.