Perjalanan Penuh Tantangan Rover Perseverance di Mars: Mendaki Lereng Curam dan Mencari Jejak Kehidupan Kuno

- Redaksi

Wednesday, 30 October 2024 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.idNASA baru-baru ini merilis sebuah animasi menarik yang menunjukkan perjalanan yang ditempuh oleh rover Perseverance di permukaan Mars sejak mendarat pada Februari 2021.

Perseverance adalah rover paling canggih yang dikirim NASA ke Mars, dan meskipun rute utamanya ditentukan oleh tim di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan, rover ini bergerak secara otonom di permukaan Mars.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia secara cerdas memindai hambatan, mengenali objek yang dapat menghalangi jalurnya, serta menghindari area yang berpotensi berbahaya.

Animasi yang dirilis ini mencakup perjalanan sejauh 18,7 mil (sekitar 30 kilometer) yang telah dilalui Perseverance selama 44 bulan terakhir.

Di sepanjang perjalanan tersebut, Perseverance telah mengumpulkan sampel batuan dan tanah Mars di beberapa lokasi yang dipilih.

Sampel-sampel ini diharapkan dapat dibawa kembali ke Bumi dalam beberapa tahun mendatang untuk diteliti di laboratorium.

Baca Juga :  Putri Gus Dur Himbau Masyarakat untuk Tak Pilih Pemimpin yang Menggunakan Politik Identitas

Melalui penelitian tersebut, para ilmuwan akan mencoba mengungkap apakah pernah ada kehidupan mikroba di planet merah ini.

Sebagian besar perjalanan Perseverance berpusat di Kawah Jezero, yang dulunya diyakini dipenuhi oleh air.

Kawah ini dianggap sebagai salah satu lokasi paling potensial untuk menemukan bukti adanya kehidupan purba di Mars.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Perseverance mulai menantang dirinya dengan melakukan pendakian di sisi kawah yang curam, melewati medan yang lebih sulit dan terjal dari sebelumnya.

Materi permukaan Mars di area yang sedang dijelajahi saat ini didominasi oleh debu dan pasir yang longgar dengan lapisan kerak tipis dan rapuh.

Hal ini menyebabkan Perseverance mengalami banyak kemiringan saat bergerak, sehingga jarak yang dapat ditempuh menjadi lebih terbatas dibandingkan di area yang lebih stabil.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini, 10 Februari 2025: Melonjak Mendekati Rekor Tertinggi

Pada beberapa kesempatan, rover ini bahkan hanya mampu menempuh 20% dari jarak yang direncanakan.

Camden Miller, salah satu perencana dan “pengemudi” rover di misi Perseverance dari JPL, menyatakan,

“Rover-rover sebelumnya pernah melintasi medan yang lebih curam dan lebih licin, tetapi ini adalah pertama kalinya kami menghadapi medan dengan kombinasi kedua tantangan tersebut dalam skala sebesar ini.”

Ia menjelaskan bahwa untuk setiap dua langkah maju yang diambil Perseverance, rover ini harus mundur setidaknya satu langkah.

Melihat kondisi ini, tim rover kemudian berkumpul untuk merancang solusi agar misi ini tetap berjalan dengan lancar.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim misi di Bumi melakukan uji coba menggunakan replika rover yang ada di fasilitas mereka.

Mereka mencoba berbagai manuver baru untuk mengurangi kemungkinan tergelincir dan juga meneliti rute alternatif yang memiliki jenis medan berbeda.

Baca Juga :  Dinobatkan Sebagai Puteri Indonesia 2024, Ini Profil Singkat Harashta Haifa Zahra!

Setelah menimbang berbagai data dan risiko, para perencana akhirnya memutuskan untuk mengubah jalur yang akan dilalui Perseverance.

Dengan rute baru tersebut, Perseverance dapat melanjutkan perjalanannya dengan lebih stabil dan efisien.

Keberhasilan rover ini melintasi medan yang sulit di Mars menunjukkan betapa berharganya teknologi otonom yang dimiliki, serta ketelitian perencanaan tim NASA dalam mengantisipasi berbagai tantangan di planet yang sangat jauh dari Bumi.

Perjalanan Perseverance di Mars bukan hanya untuk menempuh jarak atau menantang medan, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi dan bukti penting yang berpotensi mengubah pemahaman manusia tentang sejarah kehidupan di luar Bumi.

Keberhasilan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut serta misi pengiriman sampel Mars ke Bumi, yang kelak akan menjawab pertanyaan besar tentang kemungkinan adanya kehidupan di masa lalu di Mars.***

Berita Terkait

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!

Berita Terkait

Thursday, 29 January 2026 - 15:40 WIB

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Thursday, 29 January 2026 - 15:08 WIB

Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Berita Terbaru

Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Berita

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

Thursday, 29 Jan 2026 - 15:40 WIB

Cara Beli Perak untuk Investasi

Ekonomi

Cara Beli Perak untuk Investasi: Panduan Cerdas bagi Pemula

Thursday, 29 Jan 2026 - 15:14 WIB