Pasukan PPB TNI di Lebanon Gugur Usai Dihantam Artileri

- Redaksi

Monday, 30 March 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan PPB TNI di Lebanon Gugur Usai Dihantam Artileri

Pasukan PPB TNI di Lebanon Gugur Usai Dihantam Artileri

SwaraWarta.co.id – Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon gugur setelah posisinya terkena serangan artileri.

Insiden yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) malam waktu setempat ini turut melukai tiga personel TNI lainnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa nahas tersebut terjadi di dekat Desa Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, saat pasukan penjaga perdamaian tengah menjalankan tugas di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata. Pasukan PPB TNI di Lebanon meninggal usai terhantam artileri yang diduga berasal dari tembakan tidak langsung di area konflik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pernyataan resmi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), proyektil meledak di salah satu pos penjagaan kontingen Indonesia. Hingga saat ini, asal usul proyektil masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas UNIFIL.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Tersangka Baru atas Korupsi Timah

Identitas Prajurit yang Gugur

Prajurit TNI yang gugur di medan tugas telah diidentifikasi bernama Praka Farizal Rhomadhon. Personel kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 ini bertugas di Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Ia meninggalkan seorang istri dan anak perempuan yang masih berusia 2 tahun. Selama masa pengabdiannya, almarhum menerima dua penghargaan berupa Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Respons Pemerintah dan Kecaman Internasional

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita mendalam dan mengecam keras serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI. Indonesia menyerukan investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden ini.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutuk tegas insiden yang menewaskan penjaga perdamaian Indonesia. “Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia,” tulis Guterres di akun media sosial resminya.

Baca Juga :  KPK Imbau Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih untuk Segera Lapor Harta Kekayaan

Pemerintah Indonesia saat ini sedang berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dan perawatan medis terbaik bagi tiga personel yang mengalami luka-luka.

Penghormatan bagi Pahlawan Perdamaian

Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Indonesia, sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB, terus menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia meskipun harus berduka atas gugurnya putra terbaik bangsa di medan tugas.

 

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru