Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Jelaskan Beberapa Pengertian Stakeholder, Baik Secara Tradisional Maupun yang Telah Mengalami Perkembangan

Jelaskan Beberapa Pengertian Stakeholder, Baik Secara Tradisional Maupun yang Telah Mengalami Perkembangan
Pengertian Stakeholder, Baik Secara Tradisional Maupun yang Telah Mengalami Perkembangan


SwaraWarta.co.id – Jelaskan beberapa pengertian stakeholder, baik secara tradisional maupun yang telah mengalam perkembangan?

Stakeholder adalah individu, kelompok, atau pihak yang memiliki kepentingan dalam suatu organisasi dan hasil dari tindakannya dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh jalannya organisasi tersebut.

Dalam dunia bisnis, stakeholder mencakup berbagai pihak, mulai dari karyawan, pelanggan, investor, hingga masyarakat sekitar.

Pengertian Stakeholder Secara Tradisional

Secara tradisional, stakeholder sering kali diartikan sebagai pemilik perusahaan atau pemegang saham.

Fokusnya adalah pada pihak-pihak yang memiliki kepemilikan finansial langsung dalam perusahaan. Kepentingan mereka terutama terkait dengan keuntungan finansial dan pengembalian investasi.

Baca juga: Mengapa Fungsi Pengorganisasian Dianggap Sebagai Fungsi yang Penting dalam Manajemen?

Perkembangan Pengertian Stakeholder

Seiring berjalannya waktu, pengertian stakeholder telah mengalami perkembangan yang signifikan. Kini, stakeholder tidak hanya terbatas pada pemilik modal, tetapi juga mencakup pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan dalam keberhasilan perusahaan.

Beberapa contoh stakeholder yang telah diakui pentingnya adalah:

  1. Karyawan: Karyawan merupakan aset berharga bagi perusahaan. Kepentingan mereka meliputi upah yang layak, kondisi kerja yang aman, dan pengembangan karir.

  2. Pelanggan: Kepuasan pelanggan adalah kunci kesuksesan bisnis. Pelanggan menginginkan produk atau layanan berkualitas tinggi dengan harga yang wajar.

  3. Pemasok: Pemasok berperan penting dalam rantai pasokan perusahaan. Kepentingan mereka meliputi pembayaran yang tepat waktu dan hubungan bisnis yang berkelanjutan.

  4. Masyarakat: Perusahaan beroperasi dalam lingkungan masyarakat. Kepentingan masyarakat meliputi dampak lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

  5. Pemerintah: Pemerintah memiliki kepentingan dalam memastikan perusahaan beroperasi sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

  6. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM): LSM sering kali menyuarakan kepentingan publik dan lingkungan. Mereka dapat memengaruhi reputasi dan operasional perusahaan.

Mengapa Penting Memahami Stakeholder?

Memahami stakeholder sangat penting bagi perusahaan karena beberapa alasan:

  • Mengidentifikasi Risiko: Dengan memahami kepentingan stakeholder, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko dan mengambil langkah-langkah pencegahan.

  • Membangun Reputasi: Perusahaan yang memperhatikan kepentingan stakeholder cenderung memiliki reputasi yang baik di mata publik.

  • Meningkatkan Kinerja: Kepuasan stakeholder dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

  • Menciptakan Keberlanjutan: Perusahaan yang berfokus pada kepentingan jangka panjang semua stakeholder cenderung lebih berkelanjutan.

Pengertian stakeholder telah berkembang dari sekadar pemilik modal menjadi mencakup semua pihak yang memiliki kepentingan dalam perusahaan.

Dengan memahami dan mengelola hubungan dengan stakeholder secara efektif, perusahaan dapat mencapai kesuksesan jangka panjang.

 



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter