Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Kisah Nabi Ayub yang Diuji Allah dengan Habis Harta dan Sakit yang Berkepanjangan

Nabi Ayub
Kisah Nabi Ayub - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Kisah Nabi Ayub diceritakan dalam Al Quran  karena dikenal akan kisah ketabahan dan imannya yang teguh.

Dalam Kisah Nabi Ayub ini, beliau adalah keturunan dari Nabi Ibrahim AS dan sebagian kisah menyebutkan cucu dari Nabi Lut AS.

Istrinya, Rahma, merupakan keturunan langsung dari Nabi Yusuf. Mereka tinggal di Roma dan diberkati dengan empat belas orang anak.

Dalam Kisah Nani Ayub ini, ia hidup dalam kemakmuran, memiliki tanah yang luas, ternak yang banyak, dan keluarga yang saleh.

Meskipun kaya dan dihormati sebagai pemimpin masyarakat, dia tetap rendah hati dan berdedikasi pada Allah.

Dia dikenal karena kemurahan hatinya dan rasa syukurnya, selalu mengakui berkat-berkat Allah.

Namun, setan, iri akan kesalehan Ayub, berusaha menguji imannya dengan mengklaim bahwa Ayub hanya menyembah Allah karena takut kehilangan kekayaannya.

Allah, mengetahui ketulusan Ayub, setuju untuk mengujinya untuk menunjukkan kesetiaannya yang teguh.

Setan mulai dengan menghancurkan kekayaan Ayub, hingga menyebabkan kerugian besar baginya.

Meskipun menghadapi kesulitan ini, Nabi Ayub tetap sabar dan terus memuji Allah. Ketika penderitaannya semakin buruk, kesehatan Ayub memburuk, dan dia menderita penyakit parah.

BACA JUGA: Kisah Nabi Zulkifli dan Iblis yang Gagal Menggodanya

Meskipun menderita, Ayub tetap teguh, menolak untuk menyerah pada putus asa atau menolak imannya.

Istrinya, Rahma, berdiri di sisinya, memberikan dukungan dan dorongan. Meskipun merasa sedih, dia tetap menjadi sumber kekuatan bagi Nabi Ayub dan keluarganya.

Akhirnya, sebagai pengakuan terhadap iman dan kesabaran Ayub yang teguh, Allah memberinya keringanan dari penderitaannya.

Kesehatannya pulih, dan kekayaannya dipulihkan, menguatkan kembali imannya dan menjadi bukti kekuatan kesabaran dan kepercayaan pada Allah.

Kisah Nabi Ayub menjadi inspirasi bagi para mukmin, untuk menekankan pentingnya ketabahan di tengah-tengah cobaan dan ganjaran dari iman yang teguh.


Penderitaan Nabi Ayub


Nabi Ayub
Kisah Nabi Ayub - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Seiring berjalannya waktu, kekayaan Nabi Ayub mulai menyusut — tanahnya, ternaknya, para pelayannya, dan uangnya perlahan-lahan menjauh darinya hingga dia tidak memiliki apa-apa.

Tak lama kemudian, bangunan tempat tinggal anak-anak Ayub runtuh, menewaskan keempat belas anaknya yang muda dan cantik.

Tak lama setelah itu, kesehatan Ayub mulai memburuk. Dia begitu sakit sehingga kulit tubuhnya seringkali terkelupas, menampakkan otot dan tulangnya.

Tetapi sesuai dengan instruksi Allah, satu-satunya dua organ yang berfungsi di tubuhnya adalah jantung dan lidahnya — yang terus digunakan untuk memuliakan Allah.

Nabi Ayub menderita dalam rasa sakit yang hebat, tetapi dia tidak pernah mengeluh atau goyah dalam kepercayaannya kepada Allah.

BACA JUGA: Kisah Nabi Yakub dan Putranya, Nabi Yusuf AS

Warga kota mulai membicarakan, Jika Ayub adalah orang yang baik, Allah tidak akan melakukan ini padanya.

Dan akhirnya, mereka meninggalkannya — kerabatnya, teman-temannya, dan semua orang yang mencintai dan menghormati Ayub meninggalkannya, kecuali Rahma, istri tercintanya.

Meskipun ditinggalkan oleh semua orang, kecuali Rahma, Ayub tetap teguh dalam keimanannya dan terus memuji Allah.

Dalam kesendirian dan penderitaannya yang tak terduga, ia menemukan kekuatan dalam keyakinannya dan kasih sayang istri tercintanya, Rahma, yang tetap setia di sisinya.


Sakitnya Nabi Ayub AS


Nabi Ayub
Kisah Nabi Ayub - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Selama bertahun-tahun, Nabi Ayub AS terus menderita dengan kondisinya, hanya Rahma yang selalu setia mendampinginya.

Mereka tidak memiliki uang dan penghasilan, sehingga istrinya mulai bekerja untuk menyokong mereka.

Namun, penduduk kota tidak membiarkan Rahma bekerja lama-lama, karena mereka takut bahwa dia akan menularkan penyakit yang sama seperti suaminya.

Sementara itu, Nabi Ayub AS terus berdoa kepada Allah SWT untuk memberinya kekuatan dan kesabaran untuk menanggung rasa sakit dan penderitaan ini.

Iblis kemudian mengingatkannya akan masa-masa bahagia saat kesehatan baik, memiliki anak-anak, dan kekayaan.

Nabi Ayub AS segera melaksanakan perintah Allah. Saat ia menendang tanah dengan kakinya, air dingin memancar di kakinya.

Sesuai perintah, Nabi Ayub AS minum dan mencuci seluruh tubuhnya menggunakan air tersebut.

BACA JUGA: Kisah Nabi Khidir, 3 Hal Menarik yang Patut Dipahami

Dalam waktu singkat, lepuhan Ayub menghilang, kulitnya pulih sepenuhnya, dan organ dalamnya mulai berfungsi. Sungguh, Nabi Ayub AS sembuh sepenuhnya oleh karunia Allah.

Rahma, yang tidak tahan untuk menjauh dari suaminya lebih lama lagi, kembali ke rumah; saat ia memasuki rumah mereka, ia disambut oleh Nabi Ayub AS, yang tidak ia kenali.

Nabi Ayub AS pernah berjanji untuk menghukum istrinya karena meninggalkannya saat ia sakit dan Nabi Ayub kemudian mengingat janjinya  tersebut, maka ia pun melakukannya untuk merontokkan janjinya kepada Allah dengan menghukum istrinya tersebut dengan seratus pukulan begitu ia pulih.

Dia tidak ingin menyakiti istrinya yang tercinta, dan juga tidak ingin melanggar sumpahnya kepada Allah.

Nabi Ayub AS dan Rahma kemudian diberikan kembali kepada keluarga mereka, mereka kembali merajut rumah tangga bahagia seperti pada masa-masa sebelum cobaan kekayaan yang habis juga penyakitnya yang mendera Nabi Ayub.

Pasangan ini kemudian diberkati kembali dengan hadirnya anak-anak mereka, yang kini jumlahnya lebih banyak dari yang sebelumya, yakni dengan dua puluh delapan anak yang cantik dan sehat, dengan rincian empat belas perempuan dan empat belas laki-laki.

BACA JUGA: Kisah Nabi Harun dan Keterhubungannya dengan Kisah Nabi Musa AS

Kisah Nabi Ayub adalah kisah tentang bagaimana harus menghadapi sebuah kesulitan yang bertubi-tubi tapi bisa menghadapinya dengan rasa ikhlad dan juga dipenuhi dengan rasa kesabaran yang begitu besar.

Mudah untuk menjadi hamba yang setia kepada Allah SWT ketika segalanya berjalan baik, tetapi imannya tidak pernah goyah selama masa-masa sulit, itulah yang membuatnya menjadi manusia yang luar biasa.

Sekali lagi, Kisah Nabi Ayub adalah suri tauladan yang bisa dicontoh untuk meningkatkan diri dari rasa sabar dan jugu baik sangka kepada Allah SWT.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.