Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Praktik Pendidikan Kolonial Apa yang Pernah Anda Lakukan Selama Menjadi Guru?

Praktik Pendidikan Kolonial Apa yang Pernah Anda Lakukan Selama Menjadi Guru
Praktik Pendidikan Kolonial Apa yang Pernah Anda Lakukan Selama Menjadi Guru


SwaraWarta.co.id – Praktik pendidikan kolonial apa yang pernah Anda lakukan selama menjadi guru?

Sebagai seorang guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun, saya menyadari bahwa praktik pendidikan kolonial masih meninggalkan jejak yang mendalam dalam sistem pendidikan kita.

Tanpa disadari, saya pun pernah menerapkan beberapa praktik ini dalam proses belajar mengajar.

Penekanan pada Hafalan dan Kepatuhan

Salah satu warisan kolonial yang paling kentara adalah penekanan pada hafalan dan kepatuhan. Siswa dituntut untuk menghafal informasi tanpa memahami makna yang lebih dalam.

Saya pun pernah terjebak dalam pola ini, memberikan tugas-tugas yang hanya menguji kemampuan siswa dalam mengingat fakta dan rumus. Padahal, pendidikan seharusnya mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.

Baca juga: Apa yang Dapat Satuan Pendidikan Lakukan Jika Tidak Memiliki Kemitraan dengan Tenaga Profesional dalam Melakukan Konseling Individu?

Sistem Penilaian yang Mematikan Kreativitas

Sistem penilaian yang kaku dan terpaku pada nilai ujian juga merupakan warisan kolonial

Siswa dianggap berhasil jika mendapatkan nilai tinggi, tanpa mempertimbangkan aspek lain seperti kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kerjasama.

Saya pernah menjadi bagian dari sistem ini, memberikan nilai berdasarkan hasil ujian semata. Namun, saya kini menyadari bahwa penilaian seharusnya lebih holistik dan menghargai potensi unik setiap siswa.

Pembedaan Kelas Sosial dan Rasial

Praktik pendidikan kolonial juga menciptakan pembedaan kelas sosial dan rasial. Sekolah-sekolah tertentu hanya diperuntukkan bagi golongan tertentu, sementara yang lain diabaikan.

Saya melihat sisa-sisa diskriminasi ini dalam bentuk kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di perkotaan dan pedesaan, atau antara sekolah negeri dan swasta.

Mengubah Paradigma Pendidikan

Sebagai seorang pendidik, saya merasa bertanggung jawab untuk mengubah paradigma pendidikan yang masih terbelenggu oleh warisan kolonial.

Saya berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendorong siswa untuk mengeksplorasi minat mereka. Saya juga menerapkan penilaian yang lebih beragam, tidak hanya bergantung pada nilai ujian.

Baca juga: Langkah Terdekat Apa yang akan Dilakukan di Kelas untuk Memastikan Setiap Peserta Didik Mendapatkan Layanan Pendidikan yang Sesuai

Pendidikan yang Membebaskan

Saya percaya bahwa pendidikan seharusnya menjadi alat untuk membebaskan, bukan membelenggu.

Pendidikan harus memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau ras.

Menumbuhkan Kesadaran Kritis

Saya juga berusaha menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Saya mengajak mereka untuk berpikir kritis tentang sejarah dan dampak kolonialisme dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap mereka menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Refleksi dan Perubahan

Praktik pendidikan kolonial memang pernah menjadi bagian dari perjalanan saya sebagai seorang guru.

Namun, saya berkomitmen untuk terus belajar dan berubah. Saya ingin menjadi guru yang mampu menciptakan ruang belajar yang inklusif, menghargai keberagaman, dan mendorong siswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

 



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter