Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Kapan Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen antara Indonesia dan Malaysia Ditandatangani?

 

Kapan Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen antara Indonesia dan Malaysia Ditandatangani
 Kapan Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen antara Indonesia dan Malaysia Ditandatangani

 

SwaraWarta.co.id – Kapan perjanjian tapal batas landas kontinen antara Indonesia dan Malaysia ditandatangani?

Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen antara Indonesia dan Malaysia ditandatangani pada tanggal 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Perjanjian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam hal penetapan batas wilayah laut.

Latar Belakang

Sebelum perjanjian ini, belum ada kesepakatan resmi mengenai batas landas kontinen antara Indonesia dan Malaysia. 

Hal ini menimbulkan potensi konflik dan ketidakpastian hukum terkait hak dan kewajiban masing-masing negara di wilayah perairan tersebut.

Oleh karena itu, kedua negara sepakat untuk melakukan perundingan guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Baca juga: Jelaskan Pengertian Budaya Secara Etimologi?

Isi Perjanjian

Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen ini mengatur tentang penetapan garis batas landas kontinen di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. 

Landas kontinen sendiri merupakan dasar laut yang merupakan kelanjutan alami dari daratan suatu negara, yang di dalamnya terdapat sumber daya alam yang melimpah.

Perjanjian ini juga mencakup ketentuan mengenai hak dan kewajiban kedua negara dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di landas kontinen, seperti minyak bumi dan gas alam.

Selain itu, perjanjian ini juga mengatur tentang kerjasama dalam pengelolaan sumber daya tersebut, termasuk eksplorasi dan eksploitasi.

Baca juga: Bagaimana Pengaruh Ikllim Terhadap Keragaman Sosial Budaya di Indonesia?

Pengesahan dan Implementasi

Setelah ditandatangani, perjanjian ini kemudian disahkan oleh masing-masing negara melalui mekanisme hukum yang berlaku. Di Indonesia, perjanjian ini disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 1969.

Implementasi perjanjian ini berjalan dengan lancar dan memberikan kepastian hukum bagi kedua negara dalam mengelola wilayah laut dan sumber daya alam yang ada di dalamnya. 

Perjanjian ini juga menjadi dasar bagi kerjasama bilateral di bidang maritim, seperti penanggulangan pencemaran laut, perlindungan lingkungan laut, dan keamanan maritim.

Relevansi dan Dampak

Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen ini memiliki relevansi yang tinggi hingga saat ini. Perjanjian ini memberikan kepastian hukum dan mencegah potensi konflik terkait batas wilayah laut antara Indonesia dan Malaysia. 

Selain itu, perjanjian ini juga mendorong kerjasama bilateral di bidang maritim, yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi kedua negara.

Meskipun demikian, perjanjian ini masih berdasarkan ketentuan Konferensi Hukum Laut PBB I tahun 1958. 

Perkembangan hukum laut internasional selanjutnya, seperti Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS), perlu menjadi pertimbangan dalam mengkaji kembali dan memperbarui perjanjian ini agar sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Advertisement
Advertisement


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.