Inspiratif! Kakek di Magetan Bikin Lampion Unik dari Kaleng Bekas

- Redaksi

Monday, 22 July 2024 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh lampion yang dibuat oleh kakek asal Magetan (Dok. Ist)

Contoh lampion yang dibuat oleh kakek asal Magetan (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Seno, seorang warga berusia 81 tahun dari Kelurahan Tawanganom, Magetan, Jawa Timur, telah mengubah limbah kaleng cat menjadi lampu gantung yang cantik.

Biasanya, kaleng bekas hanya dipakai untuk wadah air atau pot bunga, tetapi Seno melihat potensi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Inspiratif, Tunggu Masa Kuliah Alumni Madrasah Ini Buka Bisnis Kuliner

Di halaman rumahnya, terlihat tumpukan kaleng bekas cat berukuran satu hingga lima kilogram.

Kaleng-kaleng ini dijadikan bahan utama untuk membuat hiasan lampu gantung. Bentuk lampu gantungnya cembung di bagian tengah, berwarna putih, dan dihias dengan rantai dari kaleng cat.

Ide Seno muncul setelah ia pensiun sebagai Direktur Teknik PDAM Lawu Tirta Magetan. Ia merasa prihatin melihat banyak kaleng cat bekas yang tidak digunakan. Setelah beberapa percobaan, ia berhasil menciptakan kap lampu yang menarik.

Baca Juga :  Tragedi Erupsi Gunung Lewotobi, Warga Desa Nurabelen Terluka Akibat Lahar Panas

”Awalnya saya melihat kaleng-kaleng bekas cat itu kok tidak termanfaatkan, makanya saya coba kreasikan dan beberapa kali percobaan. Akhirnya saya putuskan untuk membuat kap lampu ini,” katanya ditemui di rumahnya, Minggu (21/7)

Seno memastikan bahwa lampu gantung yang dibuatnya tahan lama dan tidak meleleh, meskipun terbuat dari plastik.

Kaleng bekas cat memiliki ketebalan yang cukup untuk menahan panas dari lampu. Ia telah menguji produknya sejak 2012 dan hingga kini masih aman digunakan.

“Meskipun dari plastik ini awet terhadap panas. Saya sudah uji coba dari 2012 sampai sekarang masih aman. Perawatannya juga mudah sekali, tinggal dicopot langsung disemprot pakai air pun bisa. Dan itu aman soalnya bahannya dari plastik dan biasanya kotorannya hanya debu,” paparnya.

Baca Juga :  Pisau Santoku: Peralatan Klasik Dapur Jepang

Selain memenuhi permintaan dari Kabupaten Magetan, karyanya juga telah sampai ke luar pulau, seperti Bali dan Gorontalo.

Lampu gantung ini biasanya dipakai untuk mempercantik kafe, gazebo, dan teras rumah. Harganya bervariasi, mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000, tergantung bentuk dan ukuran.

“Alahamdulilah sekarang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam Magetan dan luar Magetan seperti Ngawi, Madiun dan Ponorogo. Namun juga sering dipesan dari Bali dan juga pernah ke Gorontalo juga,” ujarnya.

Baca Juga: Inspiratif! Ini Dia Cara Bupati Ipuk Atasi Kemiskinan di Banyuwangi

Seno berharap dengan memanfaatkan barang bekas, orang lain juga bisa terinspirasi untuk mengurangi sampah sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

“Harapannya kegiatan positif seperti ini tertular kepada masyarakat lain. Selain bisa berkarya sekaligus mendatangkan nilai ekonomis juga,” tandasnya

Berita Terkait

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri
Pencairan Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal, Besaran, dan Cara Cek
Apakah Idul Adha Ada Sidang Isbat? Simak Informasi Terbarunya!
Haveibeenpwned.com Apakah Aman? Inilah Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Monday, 11 May 2026 - 16:14 WIB

Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi

Saturday, 9 May 2026 - 10:37 WIB

Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terbaru