Bawaslu Ponorogo Luncurkan Buku ‘Mencari Makna Demokrasi’, Berisi Tentang Apa?

- Redaksi

Saturday, 21 December 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu Ponorogo Luncurkan Buku 'Mencari Makna Demokrasi'(Dok. Ist)

Bawaslu Ponorogo Luncurkan Buku 'Mencari Makna Demokrasi'(Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo melaunching buku berjudul ‘Mencari Makna Demokrasi’ bertajuk Episentrum Perjalanan Bawaslu Ponorogo dan Pengawas Ad Hoc pada Pemilu 2024.

Launching buku cetakan pertama itu dihelat di salah satu hotel di Ponorogo, Sabtu (21/12/2024).

Ketua Bawaslu Kabupaten Ponorogo, M. Bahrun Mustofa mengatakan, buku tersebut berisi kisah perjalanan pengawas pemilu dalam mengawal demokrasi di Ponorogo.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Termasuk kerja dan tugas Bawaslu dan jajaran di tingkat TPS, kelurahan maupun kecamatan dalam mengawasi setiap tahapan Pemilu 2024 dan Pemilihan serentak 2024.

“Harapannya ketika buku ini sudah diluncurkan dan diterbitkan ke depan bisa menjadi panduan bagaimana pengawasan yang efektif, dan pengawasan yang melibatkan masyarakat. Sekaligus memberikan gambaran ke masyarakat, bahwa ini lo kerja-kerja pengawasan di bawaslu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Asnawi Mangkualam Absen dari Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Beberkan Alasannya

Bahrun menjelaskan, penyusunan buku tersebut merupakan instruksi Bawaslu RI. Di Bawaslu Ponorogo, pembahasan terkait penyusunan buku dimulai sebelum tahapan Pilkada serentak 2024 berlangsung.

“Begitu ada instruksi itu, kemudian kita rangkum hasil kinerja kami, kemudian kami juga mengundang jajaran di tingkat bawah, baik PTPS, PKD, maupun Panwascam,” tambahnya.

Penyusun buku tersebut bukan hanya dari internal jajaran Bawaslu Ponorogo, tetapi juga melibatkan pihak luar. Tidak menutup kemungkinan, nantinya akan ada buku cetakan berikutnya yang dikeluarkan Bawaslu.

“Setelah ini kita ada review terkait hasil buku ini. Jadi ini tidak hanya di Ponorogo saja, tetapi semua Bawaslu se Indonesia juga menerbitkan buku serupa berkaitan dengan tugas maupun hasil pengawasan,” terangnya.

Baca Juga :  Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!

 

Buku cetakan pertama dari Bawaslu Ponorogo itu awalnya hanya untuk penyelenggara, tamu undangan dan diarsipkan di Disperpusip Ponorogo. Namun ia berencana akan memperbanyak untuk masyarakat yang ingin mengetahui tugas dan kinerja bawaslu.

Adapun dalam launching buku tersebut, Bawaslu mengundang berbagai pihak. Mulai Panwascam, perwakilan media massa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip), maupun Bakesbangpol Ponorogo.

Berita Terkait

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?
Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya
Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger
Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 10:07 WIB

Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi

Sunday, 1 November 2026 - 09:45 WIB

Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!

Sunday, 1 November 2026 - 09:13 WIB

Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Saturday, 31 October 2026 - 08:35 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya

Berita Terbaru